masalahnya siapa yang bisa berlaku adil? hohohoho... mau poligami aja kudu bisa adil baru boleh poligami..
maksudku, socialite itu bisa jadi bagus (menurutku sih "bisa jadi") dari kacamata market, tapi dari aspek "sosial" bisakah para socialite itu berlaku adil juga? misalnya ketika dia beli jas bermerek yg mahal itu, ingat nga dia, sudah berapa yang dia sumbangkan untuk kaum miskin? hidup ini perlu balance, yang paling bagus dalam hidup manusia ini kan keseimbangan, ya kalo bisa beli barang mewah, imbangin juga dengan nyumbang secara berkala.. enak kan kalau begitu.. hobby pakai pakaian mewah tersalurkan, appearance terjaga dan selalu terlihat wah, tapi "hati" juga tetap bersih.. hayo... masa sih pada nga mau begini?? tapi setuju ya, masih banyak orang yang terlampau mementingkan penampilan, jadi inget email ttg pendiri salah satu universitas terkemuka di AS beberapa tahun yg lalu. ketika dia akan nyumbang untuk universitas tempat anaknya yg udah meninggal itu kuliah. karena mereka perpakaian terlalu bersahaja, pengurus universitas melayani dengan ketus. sampai akhirnya orang itu memutuskan untuk mendirikan universitas sendiri dalam rangka mengabadikan nama anak mereka yang meninggal. teka teki nya: apa nama universitas tersebut? Firsty Husbani On 8/25/08, Mochamad Radityo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > kalo gua lihatnya gini: > > 1. socialite itu bagus, JUSTRU karena mereka konsumtif. makin > konsumtif makin bagus, karena akibat langsung dari makin banyak > permintaan adalah makin banyak penawaran. dengan kata lain, pola hidup > socialite akan terus membuka banyak lapangan kerja, dan > ujung-ujungnya, menghasilkan perbaikan ekonomi untuk kalangan pekerja. > socialite harusnya kawin 10 kali dari aceh sampai papua, karena ini > akan menambah gaji dan bonus para pekerja hotel di seluruh nusantara. > > 2. karena (1) diatas, maka semakin konsumtif semakin membantu pekerja, > dengan kata lain semakin ber-MORAL, bukan IMMORAL. > > 3. kecemburuan sosial bukan hanya masalah socialite saja, blackberry > para kaum kantoran juga salah satu sumber kecemburuan sosial. > > 4. kecemburuan sosial mirip dengan soal baju yang merangsang. bisa > didebatkan soal siapa yang salah: yang ber-blackberry dan berbikini, > atau yang punya mata dan memandang? > > 5. socialite harus menyumbang *lebih* terhadap berbagai keprihatinan > dunia. pertanyaannya: se-lebih apa? siapa yang punya metrik-nya? kalau > ukurannya adalah bayi-bayi yang meninggal setiap hari karena masalah > air bersih di afrika sana, maka kita semua di milis ini jelas ikut > berdosa. > > > Hehehehehehehehe... > > > How is urs???? > > > -aby- > > Mochamad Radityo > > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com > > >
