kalo gua lihatnya gini:

1. socialite itu bagus, JUSTRU karena mereka konsumtif. makin
konsumtif makin bagus, karena akibat langsung dari makin banyak
permintaan adalah makin banyak penawaran. dengan kata lain, pola hidup
socialite akan terus membuka banyak lapangan kerja, dan
ujung-ujungnya, menghasilkan perbaikan ekonomi untuk kalangan pekerja.
socialite harusnya kawin 10 kali dari aceh sampai papua, karena ini
akan menambah gaji dan bonus para pekerja hotel di seluruh nusantara.

2. karena (1) diatas, maka semakin konsumtif semakin membantu pekerja,
dengan kata lain semakin ber-MORAL, bukan IMMORAL.

3. kecemburuan sosial bukan hanya masalah socialite saja, blackberry
para kaum kantoran juga salah satu sumber kecemburuan sosial.

4. kecemburuan sosial mirip dengan soal baju yang merangsang. bisa
didebatkan soal siapa yang salah: yang ber-blackberry dan berbikini,
atau yang punya mata dan memandang?

5. socialite harus menyumbang *lebih* terhadap berbagai keprihatinan
dunia. pertanyaannya: se-lebih apa? siapa yang punya metrik-nya? kalau
ukurannya adalah bayi-bayi yang meninggal setiap hari karena masalah
air bersih di afrika sana, maka kita semua di milis ini jelas ikut
berdosa.


Hehehehehehehehe...


How is urs????


-aby-
Mochamad Radityo


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke