iya bener kok, jadi daripada belajar bahasa inggris, mendingan ngajar bahasa inggris aja hehehhe
On 8/25/08, Mochamad Radityo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Nama universitas nya STANDFORD UNIVERSITY bukan....?? Penasaran.. > > http://www.stanford.edu/about/history/ --> kalo bener link nya ini.. > hehehehhehehehe, kalo salah.. yah belajar bahasa inggris lagi deh... > hehehhehe *peace... > > -aby- > > > > ----- Original Message ---- > From: Firsty Husbani <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Monday, 25 August, 2008 15:40:41 > Subject: Re: [Alumni PKC] NEED COMEENT BRO n SIS (ini komentar gw) > > masalahnya siapa yang bisa berlaku adil? > hohohoho... mau poligami aja kudu bisa adil baru boleh poligami.. > > maksudku, > socialite itu bisa jadi bagus (menurutku sih "bisa jadi") dari kacamata > market, tapi dari aspek "sosial" bisakah para socialite itu berlaku adil > juga? misalnya ketika dia beli jas bermerek yg mahal itu, ingat nga dia, > sudah berapa yang dia sumbangkan untuk kaum miskin? > > hidup ini perlu balance, yang paling bagus dalam hidup manusia ini kan > keseimbangan, ya kalo bisa beli barang mewah, imbangin juga dengan nyumbang > secara berkala.. enak kan kalau begitu.. hobby pakai pakaian mewah > tersalurkan, appearance terjaga dan selalu terlihat wah, tapi "hati" juga > tetap bersih.. > > hayo... masa sih pada nga mau begini?? > > tapi setuju ya, masih banyak orang yang terlampau mementingkan penampilan, > jadi inget email ttg pendiri salah satu universitas terkemuka di AS beberapa > tahun yg lalu. ketika dia akan nyumbang untuk universitas tempat anaknya yg > udah meninggal itu kuliah. karena mereka perpakaian terlalu bersahaja, > pengurus universitas melayani dengan ketus. sampai akhirnya orang itu > memutuskan untuk mendirikan universitas sendiri dalam rangka mengabadikan > nama anak mereka yang meninggal. > teka teki nya: > apa nama universitas tersebut? > > Firsty Husbani > > > On 8/25/08, Mochamad Radityo <loe_localbar@ yahoo.co. uk<[EMAIL PROTECTED]>> > wrote: >> >> kalo gua lihatnya gini: >> >> 1. socialite itu bagus, JUSTRU karena mereka konsumtif. makin >> konsumtif makin bagus, karena akibat langsung dari makin banyak >> permintaan adalah makin banyak penawaran. dengan kata lain, pola hidup >> socialite akan terus membuka banyak lapangan kerja, dan >> ujung-ujungnya, menghasilkan perbaikan ekonomi untuk kalangan pekerja. >> socialite harusnya kawin 10 kali dari aceh sampai papua, karena ini >> akan menambah gaji dan bonus para pekerja hotel di seluruh nusantara. >> >> 2. karena (1) diatas, maka semakin konsumtif semakin membantu pekerja, >> dengan kata lain semakin ber-MORAL, bukan IMMORAL. >> >> 3. kecemburuan sosial bukan hanya masalah socialite saja, blackberry >> para kaum kantoran juga salah satu sumber kecemburuan sosial. >> >> 4. kecemburuan sosial mirip dengan soal baju yang merangsang. bisa >> didebatkan soal siapa yang salah: yang ber-blackberry dan berbikini, >> atau yang punya mata dan memandang? >> >> 5. socialite harus menyumbang *lebih* terhadap berbagai keprihatinan >> dunia. pertanyaannya: se-lebih apa? siapa yang punya metrik-nya? kalau >> ukurannya adalah bayi-bayi yang meninggal setiap hari karena masalah >> air bersih di afrika sana, maka kita semua di milis ini jelas ikut >> berdosa. >> >> >> Hehehehehehehehe. .. >> >> >> How is urs???? >> >> >> -aby- >> >> Mochamad Radityo >> >> >> >> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger >> .yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com/> >> >> > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com > > >
