hii... Alhamdulillah tidak diberi kekayaan materi yang sangat berlimpah
sehingga tidak tertarik ikut main di lantai bursa... kan kalau sudah
begini... bisa-bisa malah jadi gila atau frustasi..

moga-moga kita bisa terhindar atau tidak terimbas krisis ini ya...

salam,
Firsty Husbani

---------- Forwarded message ----------


Sebagai nasabah Citigold, Citibank Jakarta, Vincent Lingga, tak merasa akan
terjebak kerugian Rp 450 juta. Tanggal 15 September, hari kebangkrutan
Lehman Brothers, mungkin salah satu hari tergelap yang akan selalu dia
kenang.

Dunia seperti gelap baginya begitu muncul berita bahwa Lehman Brothers
bangkrut. Ingatannya segera tertuju ke produk investasi bernama Principal
Protected Notes dengan nilai 50.000 dollar AS, yang ditandatangani pada Juni
2007.

Produk investasi ini adalah keluaran Lehman Brothers yang dipasarkan oleh
Citibank. "Saya tidak menyangka akan jadi begini. Bayangan saya, selama ini
saya dan nasabah Citigold yang lain dilayani begitu baik," kata Vincent.

"Salah satu hal yang tertancap di benak saya ketika produk itu ditawarkan
adalah brand Citibank, yang melekat dengan kualitas dan profesionalisme,"
kata Vincent, seraya mengatakan investasi itu ada pilihan dan risiko yang
dia sadari. Dia tidak semata-mata hendak menyalahkan Citibank, tetapi paling
tidak akan menjadi semacam edukasi bagi pihak lain. Istilahnya,
korban-korban lain agar tidak muncul lagi terjadi masa datang.

"Namun setelah saya periksa ulang, kemudian saya agak kaget. Ada keterangan
yang menyebutkan bahwa produk investasi itu diperuntukkan bagi nasabah yang
canggih," kata Vincent, yang merasa tidak canggih mengkalkulasikan risiko.
Kekecewaan saya, kata Vincent, keterangan itu baru diberikan setelah dana
diserahkan dan perjanjian investasi sudah ditandatangani.

"Saya kira pihak kami sudah menjelaskan soal itu semua," kata Irene
Niwarlangga, relationship manager Citibank, yang melayani Vincent untuk
menginvestasikan dananya ke produk Lehman Brothers itu.

Ada pihak lain yang juga jadi korban produk Lehman Brothers, namun minta
namanya tidak disebutkan. Dia juga merasa tidak akan terjebak dengan produk
Lehman Brothers. Masalahnya produk itu ditawarkan lewat Citibank, yang
dianggap telah melayani nasabah dengan baik selama ini.

Ditta Amarhoseya, bagian Humas Citibank, yang ditugasi menjawab semua
pertanyaan soal para korban Lehman Brothers sedang cuti.

Korban Lehman Brother bukan saja perorangan. PT Bank BNI Tbk juga menyatakan
memiliki investasi senilai 7,8 juta dollar AS pada Lehman Brothers. Hal itu
disampaikan Sekretaris Perusahaan BNI, Intan Abdams Katoppo, dalam
keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu (15/10). Namun Intan
tidak menerangkan bagaimana nasib dana sebesar 7,8 juta dollar AS atau
sekitar Rp 75,66 miliar itu saat ini.

*Gelisah*

Korban-korban Lehman bukan saja di Indonesia. Chiu Hei-chun (72), warga
Hongkong, menabung selama 50 tahun. Namun tabungan sebesar 520.000 dollar
Hongkong itu ditabung untuk lenyap seketika karena Lehman Brothers bangkrut.

"Uang itu berharga bagi saya dan istri saya, untuk biaya perawatan kesehatan
di hari tua dan biaya pemakaman kami suatu saat sehingga tidak membebani
anak-anak," Chiu.

Kini Chiu dia tidak saja kehilangan uang, tetapi istrinya tidak mau
berbicara padanya. "Saya biasa tidur empat jam sehari, namun saya tak bisa
tidur sampai sekarang," kata Chiu, dikutip Reuters, Rabu (15/10). Dia adalah
salah satu dari 43.700 warga Hongkong, korban Lehman Brothers.

Awalnya, Chiu selalu menabung uangnya di dalam bentuk deposito. Nasib
sialnya dimulai tiga tahun lalu. Karyawan bank tempat dia menabung
membujuknya. Karyawan bank itu lebih ekstrem lagi, dengan gencar memberi
jaminan bahwa produk Lehman Brothers aman.

"Saya sudah mengatakan pada karyawan bank itu bahwa saya tidak tahu apa-apa,
dan saya memutuskan untuk menerima investasi itu hanya karena percaya
sepenuhnya pada karyawan itu," kata Chiu, yang berprofesi sebagai pencuci
piring di sebuah restoran di Hongkong.

Sekitar 600 warga Singapura juga turut jadi korban Lehan Brothers. Sama
seperti Vincent dan Chiu, mereka juga memberi produk Lehman Brothers dari
bank tempat mereka menyimpan dana.

"Mereka (para karyawan bank) tidak pernah menyebutkan bahwa produk itu
adalah produk Lehman Brothers. Saat ditawarkan, saya sudah mengatakan saya
takut pada bank-bank AS," kata Lin Ling, yang menanamkan dana 40.900 dollar
AS di Lehman Brothers.

Saat ditawari produk itu pada Juli 2008, Lin mengatakan sudah mengetahui
bahwa Lehman Brothers mulai menghadapi masalah. Namun mengatakan dia terus
dikejar. Dia dan rekan-rekannya menunjukkan brosur produk investasi itu,
yang sama sekali tidak menyebutkan itu produk keluaran Lehman Brothers.

"Saya tidak tahu bahwa itu adalah produk Lehman. Tak ada penjalasannya dalam
bahasa China," kata Madam Lee (60), yang menuntut bank tempat dia
menandatangani investasi itu, mengembalikan simpanannya, yang sudah
dialihkan ke investasi Lehman Brothers.

Di Mumbai, India, Grace Varghese (50), juga sudah kehilangan 50.000 dollar
AS. "Saya kini mengkonsumsi pil pereda tekanan darah," kata Varghese, yang
mulai berinvestasi di bursa saham Mumbai empat tahun lalu. "Saya menangis
kepada suami dan anak-anak. "Saya rugi! Saya rugi! Saya rugi!," kata
Varghese.

Kirim email ke