yes, I don't want to be too rich - since I'm now already rich :) - I want
happiness in my live. people stock their money because they want to increase
the value of their money: for me that's simply the way to make them more
rich. I do not want to be like that.




On 10/17/08, Immanuel S Sembiring <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
>    "Alhamdulillah tidak diberi kekayaan materi yang sangat berlimpah
> sehingga tidak tertarik ikut main di lantai bursa."….
>
> An interesting take on being not rich and an interesting excuse to say why
> one does not wish to be rich.
>  ------------------------------
>
> *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On
> Behalf Of *Firsty Husbani
> *Sent:* 16 Oktober 2008 15:35
> *To:* alumnipkc
> *Subject:* [Alumni PKC] Fwd: Nangis Darah Invest di Lehman Brothers
>
>
>
> hii... Alhamdulillah tidak diberi kekayaan materi yang sangat berlimpah
> sehingga tidak tertarik ikut main di lantai bursa... kan kalau sudah
> begini... bisa-bisa malah jadi gila atau frustasi..
>
>
>
> moga-moga kita bisa terhindar atau tidak terimbas krisis ini ya...
>
>
>
> salam,
>
> Firsty Husbani
>
> ---------- Forwarded message ----------
>
>
> Sebagai nasabah Citigold, Citibank Jakarta, Vincent Lingga, tak merasa akan
> terjebak kerugian Rp 450 juta. Tanggal 15 September, hari kebangkrutan
> Lehman Brothers, mungkin salah satu hari tergelap yang akan selalu dia
> kenang.
>
> Dunia seperti gelap baginya begitu muncul berita bahwa Lehman Brothers
> bangkrut. Ingatannya segera tertuju ke produk investasi bernama Principal
> Protected Notes dengan nilai 50.000 dollar AS, yang ditandatangani pada Juni
> 2007.
>
> Produk investasi ini adalah keluaran Lehman Brothers yang dipasarkan oleh
> Citibank. "Saya tidak menyangka akan jadi begini. Bayangan saya, selama ini
> saya dan nasabah Citigold yang lain dilayani begitu baik," kata Vincent.
>
> "Salah satu hal yang tertancap di benak saya ketika produk itu ditawarkan
> adalah brand Citibank, yang melekat dengan kualitas dan profesionalisme,"
> kata Vincent, seraya mengatakan investasi itu ada pilihan dan risiko yang
> dia sadari. Dia tidak semata-mata hendak menyalahkan Citibank, tetapi paling
> tidak akan menjadi semacam edukasi bagi pihak lain. Istilahnya,
> korban-korban lain agar tidak muncul lagi terjadi masa datang.
>
> "Namun setelah saya periksa ulang, kemudian saya agak kaget. Ada keterangan
> yang menyebutkan bahwa produk investasi itu diperuntukkan bagi nasabah yang
> canggih," kata Vincent, yang merasa tidak canggih mengkalkulasikan risiko.
> Kekecewaan saya, kata Vincent, keterangan itu baru diberikan setelah dana
> diserahkan dan perjanjian investasi sudah ditandatangani.
>
> "Saya kira pihak kami sudah menjelaskan soal itu semua," kata Irene
> Niwarlangga, relationship manager Citibank, yang melayani Vincent untuk
> menginvestasikan dananya ke produk Lehman Brothers itu.
>
> Ada pihak lain yang juga jadi korban produk Lehman Brothers, namun minta
> namanya tidak disebutkan. Dia juga merasa tidak akan terjebak dengan produk
> Lehman Brothers. Masalahnya produk itu ditawarkan lewat Citibank, yang
> dianggap telah melayani nasabah dengan baik selama ini.
>
> Ditta Amarhoseya, bagian Humas Citibank, yang ditugasi menjawab semua
> pertanyaan soal para korban Lehman Brothers sedang cuti.
>
> Korban Lehman Brother bukan saja perorangan. PT Bank BNI Tbk juga
> menyatakan memiliki investasi senilai 7,8 juta dollar AS pada Lehman
> Brothers. Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan BNI, Intan Abdams
> Katoppo, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu
> (15/10). Namun Intan tidak menerangkan bagaimana nasib dana sebesar 7,8 juta
> dollar AS atau sekitar Rp 75,66 miliar itu saat ini.
>
> *Gelisah*
>
> Korban-korban Lehman bukan saja di Indonesia. Chiu Hei-chun (72), warga
> Hongkong, menabung selama 50 tahun. Namun tabungan sebesar 520.000 dollar
> Hongkong itu ditabung untuk lenyap seketika karena Lehman Brothers bangkrut.
>
>
> "Uang itu berharga bagi saya dan istri saya, untuk biaya perawatan
> kesehatan di hari tua dan biaya pemakaman kami suatu saat sehingga tidak
> membebani anak-anak," Chiu.
>
> Kini Chiu dia tidak saja kehilangan uang, tetapi istrinya tidak mau
> berbicara padanya. "Saya biasa tidur empat jam sehari, namun saya tak bisa
> tidur sampai sekarang," kata Chiu, dikutip Reuters, Rabu (15/10). Dia adalah
> salah satu dari 43.700 warga Hongkong, korban Lehman Brothers.
>
> Awalnya, Chiu selalu menabung uangnya di dalam bentuk deposito. Nasib
> sialnya dimulai tiga tahun lalu. Karyawan bank tempat dia menabung
> membujuknya. Karyawan bank itu lebih ekstrem lagi, dengan gencar memberi
> jaminan bahwa produk Lehman Brothers aman.
>
> "Saya sudah mengatakan pada karyawan bank itu bahwa saya tidak tahu
> apa-apa, dan saya memutuskan untuk menerima investasi itu hanya karena
> percaya sepenuhnya pada karyawan itu," kata Chiu, yang berprofesi sebagai
> pencuci piring di sebuah restoran di Hongkong.
>
> Sekitar 600 warga Singapura juga turut jadi korban Lehan Brothers. Sama
> seperti Vincent dan Chiu, mereka juga memberi produk Lehman Brothers dari
> bank tempat mereka menyimpan dana.
>
> "Mereka (para karyawan bank) tidak pernah menyebutkan bahwa produk itu
> adalah produk Lehman Brothers. Saat ditawarkan, saya sudah mengatakan saya
> takut pada bank-bank AS," kata Lin Ling, yang menanamkan dana 40.900 dollar
> AS di Lehman Brothers.
>
> Saat ditawari produk itu pada Juli 2008, Lin mengatakan sudah mengetahui
> bahwa Lehman Brothers mulai menghadapi masalah. Namun mengatakan dia terus
> dikejar. Dia dan rekan-rekannya menunjukkan brosur produk investasi itu,
> yang sama sekali tidak menyebutkan itu produk keluaran Lehman Brothers.
>
> "Saya tidak tahu bahwa itu adalah produk Lehman. Tak ada penjalasannya
> dalam bahasa China," kata Madam Lee (60), yang menuntut bank tempat dia
> menandatangani investasi itu, mengembalikan simpanannya, yang sudah
> dialihkan ke investasi Lehman Brothers.
>
> Di Mumbai, India, Grace Varghese (50), juga sudah kehilangan 50.000 dollar
> AS. "Saya kini mengkonsumsi pil pereda tekanan darah," kata Varghese, yang
> mulai berinvestasi di bursa saham Mumbai empat tahun lalu. "Saya menangis
> kepada suami dan anak-anak. "Saya rugi! Saya rugi! Saya rugi!," kata
> Varghese.
>
>
> Ce message electronique et tous les fichiers attaches qu'il contient sont
> confidentiels et destines exclusivement a l'usage de la personne a laquelle
> ils sont adresses. Si vous avez recu ce message par erreur, merci de le
> retourner a son emetteur. Les idees et opinions presentees dans ce message
> sont celles de son auteur, et ne representent pas necessairement celles du
> Groupe DANONE ou d'une quelconque de ses filiales. La publication, l'usage,
> la distribution, l'impression ou la copie non autorisee de ce message et des
> attachements qu'il contient sont strictement interdits.
>
> This e-mail and any files transmitted with it are confidential and intended
> solely for the use of the individual to whom it is addressed. If you have
> received this email in error please send it back to the person that sent it
> to you. Any views or opinions presented are solely those of its author and
> do not necessarily represent those of DANONE Group or any of its subsidiary
> companies. Unauthorized publication, use, dissemination, forwarding,
> printing or copying of this email and its associated attachments is strictly
> prohibited.
>
> 
>

Kirim email ke