To each their own.

That's the beauty of it all

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Firsty Husbani
Sent: 17 Oktober 2008 15:33
To: [email protected]
Subject: Re: [Alumni PKC] Fwd: Nangis Darah Invest di Lehman Brothers

 

yes, I don't want to be too rich - since I'm now already rich :) - I
want happiness in my live. people stock their money because they want to
increase the value of their money: for me that's simply the way to make
them more rich. I do not want to be like that. 

 



 

On 10/17/08, Immanuel S Sembiring <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> > wrote: 

"Alhamdulillah tidak diberi kekayaan materi yang sangat berlimpah
sehingga tidak tertarik ikut main di lantai bursa."....

An interesting take on being not rich and an interesting excuse to say
why one does not wish to be rich.

________________________________

From: [email protected] <mailto:[email protected]>
[mailto:[email protected] <mailto:[email protected]> ]
On Behalf Of Firsty Husbani
Sent: 16 Oktober 2008 15:35
To: alumnipkc
Subject: [Alumni PKC] Fwd: Nangis Darah Invest di Lehman Brothers

 

hii... Alhamdulillah tidak diberi kekayaan materi yang sangat berlimpah
sehingga tidak tertarik ikut main di lantai bursa... kan kalau sudah
begini... bisa-bisa malah jadi gila atau frustasi..

 

moga-moga kita bisa terhindar atau tidak terimbas krisis ini ya...

 

salam,

Firsty Husbani

---------- Forwarded message ----------


Sebagai nasabah Citigold, Citibank Jakarta, Vincent Lingga, tak merasa
akan terjebak kerugian Rp 450 juta. Tanggal 15 September, hari
kebangkrutan Lehman Brothers, mungkin salah satu hari tergelap yang akan
selalu dia kenang. 

Dunia seperti gelap baginya begitu muncul berita bahwa Lehman Brothers
bangkrut. Ingatannya segera tertuju ke produk investasi bernama
Principal Protected Notes dengan nilai 50.000 dollar AS, yang
ditandatangani pada Juni 2007. 

Produk investasi ini adalah keluaran Lehman Brothers yang dipasarkan
oleh Citibank. "Saya tidak menyangka akan jadi begini. Bayangan saya,
selama ini saya dan nasabah Citigold yang lain dilayani begitu baik,"
kata Vincent. 

"Salah satu hal yang tertancap di benak saya ketika produk itu
ditawarkan adalah brand Citibank, yang melekat dengan kualitas dan
profesionalisme," kata Vincent, seraya mengatakan investasi itu ada
pilihan dan risiko yang dia sadari. Dia tidak semata-mata hendak
menyalahkan Citibank, tetapi paling tidak akan menjadi semacam edukasi
bagi pihak lain. Istilahnya, korban-korban lain agar tidak muncul lagi
terjadi masa datang. 

"Namun setelah saya periksa ulang, kemudian saya agak kaget. Ada
keterangan yang menyebutkan bahwa produk investasi itu diperuntukkan
bagi nasabah yang canggih," kata Vincent, yang merasa tidak canggih
mengkalkulasikan risiko. Kekecewaan saya, kata Vincent, keterangan itu
baru diberikan setelah dana diserahkan dan perjanjian investasi sudah
ditandatangani. 

"Saya kira pihak kami sudah menjelaskan soal itu semua," kata Irene
Niwarlangga, relationship manager Citibank, yang melayani Vincent untuk
menginvestasikan dananya ke produk Lehman Brothers itu. 

Ada pihak lain yang juga jadi korban produk Lehman Brothers, namun minta
namanya tidak disebutkan. Dia juga merasa tidak akan terjebak dengan
produk Lehman Brothers. Masalahnya produk itu ditawarkan lewat Citibank,
yang dianggap telah melayani nasabah dengan baik selama ini. 

Ditta Amarhoseya, bagian Humas Citibank, yang ditugasi menjawab semua
pertanyaan soal para korban Lehman Brothers sedang cuti. 

Korban Lehman Brother bukan saja perorangan. PT Bank BNI Tbk juga
menyatakan memiliki investasi senilai 7,8 juta dollar AS pada Lehman
Brothers. Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan BNI, Intan Abdams
Katoppo, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu
(15/10). Namun Intan tidak menerangkan bagaimana nasib dana sebesar 7,8
juta dollar AS atau sekitar Rp 75,66 miliar itu saat ini. 

Gelisah 

Korban-korban Lehman bukan saja di Indonesia. Chiu Hei-chun (72), warga
Hongkong, menabung selama 50 tahun. Namun tabungan sebesar 520.000
dollar Hongkong itu ditabung untuk lenyap seketika karena Lehman
Brothers bangkrut. 

"Uang itu berharga bagi saya dan istri saya, untuk biaya perawatan
kesehatan di hari tua dan biaya pemakaman kami suatu saat sehingga tidak
membebani anak-anak," Chiu. 

Kini Chiu dia tidak saja kehilangan uang, tetapi istrinya tidak mau
berbicara padanya. "Saya biasa tidur empat jam sehari, namun saya tak
bisa tidur sampai sekarang," kata Chiu, dikutip Reuters, Rabu (15/10).
Dia adalah salah satu dari 43.700 warga Hongkong, korban Lehman
Brothers. 

Awalnya, Chiu selalu menabung uangnya di dalam bentuk deposito. Nasib
sialnya dimulai tiga tahun lalu. Karyawan bank tempat dia menabung
membujuknya. Karyawan bank itu lebih ekstrem lagi, dengan gencar memberi
jaminan bahwa produk Lehman Brothers aman. 

"Saya sudah mengatakan pada karyawan bank itu bahwa saya tidak tahu
apa-apa, dan saya memutuskan untuk menerima investasi itu hanya karena
percaya sepenuhnya pada karyawan itu," kata Chiu, yang berprofesi
sebagai pencuci piring di sebuah restoran di Hongkong. 

Sekitar 600 warga Singapura juga turut jadi korban Lehan Brothers. Sama
seperti Vincent dan Chiu, mereka juga memberi produk Lehman Brothers
dari bank tempat mereka menyimpan dana. 

"Mereka (para karyawan bank) tidak pernah menyebutkan bahwa produk itu
adalah produk Lehman Brothers. Saat ditawarkan, saya sudah mengatakan
saya takut pada bank-bank AS," kata Lin Ling, yang menanamkan dana
40.900 dollar AS di Lehman Brothers. 

Saat ditawari produk itu pada Juli 2008, Lin mengatakan sudah mengetahui
bahwa Lehman Brothers mulai menghadapi masalah. Namun mengatakan dia
terus dikejar. Dia dan rekan-rekannya menunjukkan brosur produk
investasi itu, yang sama sekali tidak menyebutkan itu produk keluaran
Lehman Brothers. 

"Saya tidak tahu bahwa itu adalah produk Lehman. Tak ada penjalasannya
dalam bahasa China," kata Madam Lee (60), yang menuntut bank tempat dia
menandatangani investasi itu, mengembalikan simpanannya, yang sudah
dialihkan ke investasi Lehman Brothers. 

Di Mumbai, India, Grace Varghese (50), juga sudah kehilangan 50.000
dollar AS. "Saya kini mengkonsumsi pil pereda tekanan darah," kata
Varghese, yang mulai berinvestasi di bursa saham Mumbai empat tahun
lalu. "Saya menangis kepada suami dan anak-anak. "Saya rugi! Saya rugi!
Saya rugi!," kata Varghese.


Ce message electronique et tous les fichiers attaches qu'il contient
sont confidentiels et destines exclusivement a l'usage de la personne a
laquelle ils sont adresses. Si vous avez recu ce message par erreur,
merci de le retourner a son emetteur. Les idees et opinions presentees
dans ce message sont celles de son auteur, et ne representent pas
necessairement celles du Groupe DANONE ou d'une quelconque de ses
filiales. La publication, l'usage, la distribution, l'impression ou la
copie non autorisee de ce message et des attachements qu'il contient
sont strictement interdits.

This e-mail and any files transmitted with it are confidential and
intended solely for the use of the individual to whom it is addressed.
If you have received this email in error please send it back to the
person that sent it to you. Any views or opinions presented are solely
those of its author and do not necessarily represent those of DANONE
Group or any of its subsidiary companies. Unauthorized publication, use,
dissemination, forwarding, printing or copying of this email and its
associated attachments is strictly prohibited. 

 

 



Ce message electronique et tous les fichiers attaches qu'il contient sont 
confidentiels et destines exclusivement a l'usage de la personne a laquelle ils 
sont adresses. Si vous avez recu ce message par erreur, merci de le retourner a 
son emetteur. Les idees et opinions presentees dans ce message sont celles de 
son auteur, et ne representent pas necessairement celles du Groupe DANONE ou 
d'une quelconque de ses filiales. La publication, l'usage, la distribution, 
l'impression ou la copie non autorisee de ce message et des attachements qu'il 
contient sont strictement interdits.
       
This e-mail and any files transmitted with it are confidential and intended 
solely for the use of the individual to whom it is addressed. If you have 
received this email in error please send it back to the person that sent it to 
you. Any views or opinions presented are solely those of its author and do not 
necessarily represent those of DANONE Group or any of its subsidiary companies. 
Unauthorized publication, use, dissemination, forwarding, printing or copying 
of this email and its associated attachments is strictly prohibited.

Kirim email ke