Memang warnet tidak mati sama sekali tapi tidak sebanyak di kita, di bangkok warnet hanya ada di pusat kota, sama di sentra turis saja, begitu juga di singapore dan kota kota besar dunia lainnya. Kalau tarif ADSL sama dengan mereka otomatis ruang lingkup warnet berkurang. Di singapur warnet sangat jarang, paling tidak saya hanya tau dua lokasi satu di shoping center dekat hilton hotel 40 unit,ini berbeda dengan kondisi 3-4 tahun lalu yang jelas setiap saya ke singapur warnet berkurang jumlahnya sepi terisi cuma sama 6-7 tourist. Begitu juga di Johor warnet hanya ada di pusat kota, saya hanya bisa pakai warnet di kamar hotel 30 RM per jam, 70 RM per 24 jam. Kuala Lumpur saya belum tau saya hanya coba warnet di Burger King bandara 15 RM per 75 menit. Di Taipei warnet nyaris tidak ada, di Seoul yang marak Game Center, dan di hongkong juga sama, internet disana sudah jadi bahan promosi, hard rock cafe, shopping centre menggratiskan internetnya, bukan bermaksud ber-argumen sih, bagaimanapun juga surfing dan browsing paling nyaman itu di rumah. Jadi kalau tarif ADSL murah suka tidak suka itu ancaman buat kita pengusaha warnet. Kalau ternyata tidak saya sih asik asik aja. Adri Febrianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
weks...........saya bukan bermaksud nyombong :-) saya baru saja dari malaysia ( KL ), kembali tgl 12 feb kemarin, sempet tuh dua kali ke warnet di sana, .............. biasalah cek e-mail, soalnya kalo ngga , mailboxnya banjir mail...........hihi.............. tarifnya RM 4 perjam, kalo setengah jam RM 3 .............isinya rame mulu....speednya lebih cepet dari ADSL Telkom yg saya pake sekarang ............ di seputaran KL lumayan banyak kok.......... saudara saya kerja di KBRI di KL, suaminya kebetulan orang malaysia asli, pas saya ke sana kemarin ditraktir makan...asyiikkk.....basa-basi ngobrol2, saudara saya tanya saya kerja apa sekarang, ya saya jawab saya buka warnet kecil2an...............eh, suaminya saudara saya nimbrung, katanya temennya mau buka warnet juga , cuman katanya kalo di malaysia ngga boleh pake software bajakan.....................nah, masih ada tuh yg lirik bisnis warnet di sana ? kebetulan saya juga cari2 info ttg brunei ( kalo dapet rezeki lebih , siapa tahu insya ALLAH bisa jalan2 ke sana.....), katanya di sana juga ada tuh warnet di Yayasan Sultan Shopping Complex............. kalo di spore saya ngga tahu dech, terakhir ke sana waktu lagi demam CS.......sempet nyobain CS di sana, ..........isinya 170 PC ! Itu malah katanya ada yg lebih banyak lagi..........waktu itu di jakarta baru sampe 80 PC ............ Nizar G Bunyamin wrote:tapi tarif semurah itu juga yang membuat bisnis warnet di singapura,thailand,malaysia mati, jadi semacam warning buat kita juga kalau tarif ADSL sudah mendekati tiga negara di atas Adri Febrianto wrote: weks..............kemarin di milis lain ada yg kasih tarip ADSL di jerman kayaknya, cuman 80 euro utk 8000 kbps kalo ndak salah............. eh, pernah lihat juga iseng di brunei di brunet...........taripnya kurang lebih sama dgn Speedy kita.................... walah, padahal warga negaranya ngga bayar pajak, ngga bayar sekolah, ngga bayar kesehatan, bergelimang minyak bumi, sampe2 ninggalin mobil nyala tanpa ditutup pintunya, ngga ilang ( pengalaman cerita wartawan kompas ketika sea games di brunei jaman baheula......)... Baskoro Adi wrote:Bukan bermaksud belain atau apa ya, tapi berusaha obyektif aja... Temen saya kuliah di Aussie, dia langganan ADSL. Dia dapet speed downlink 256 KBps, dengan kapasitas 2GB seharga kira2 300 ribu rupiah. Kemudian dia saya pameri tarif speedy. Dan dia bilang, unlimited disini sama dengan unlimited di Aussie. Tapi memang kultur TI di Malaysia lebih bagus dari Indonesia dan Australia sekalipun. Bahkan konon saya diberitahu teman saya yang kuliah di Malaysia, disana ada semacam Telkomnet Instan (langganan tanpa registrasi) yang gratis tis. Tapi masuknya sangat sulit karena sangat sibuk. Sehingga pricing dari telkom untuk ADSL sudah seharusnya dihargai. Best Regards, Baskoro -----Original Message----- From: Ihsan [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, February 24, 2005 6:37 PM To: [email protected] Subject: [asosiasi-warnet] Tarif Speedy Catatan: Email ini sebenarnya saya tujukan buat pak Taryoko (assalamualaikum, pak Taryoko!), tetapi saya fikir ada baiknya juga saya lewatkan milis ini. Pak Taryoko, Ada sebah pertanyaan saya buat orang Telkom yang sangat sederhana sekali yaitu: Mengapa Malaysia bisa membuat tarif ADSL hanya sekitar RM 66 (sekitar Rp. 300 ribuan) unlimited perbulan, sedangkan Telkom dengan *teganya* menerapkan tarif jutaan rupiah untuk sesuatu yang sama ? Bila anda tidak bisa menjawabnya, tentu saja tidak usah dijawab. Terimakasih. --------------------------------- Do you Yahoo!? Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard. [Non-text portions of this message have been removed] Official Web Site : http://www.awari.or.id Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet Yahoo! Groups Links Nizar G Bunyamin PT Buskom - BandungInterpix Consult - BandungJl Cipatik No 91 Soreang BandungPhone: +62 22 5891550 Fax +62 22 5894747Mobile : +62 (0) 817 2346610 +62 (0) 888 2000 147Mobile Thailand : +66 70496467 [Non-text portions of this message have been removed] Official Web Site : http://www.awari.or.id Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

