Kalau saya jadi menteri atau jadi dirjen postel, rasanya sama seperti yang 
dialami oleh Bapak-Bapak sekarang, bingung dan pusing, karena sudah salah 
jalan memberikan ijin pada frekwensi-frekwensi yang tiba-tiba menjadi 
frekwensi untuk umum.

Hanya saja, dibutuhkan kebijaksanaan, pandangan ke depan dan ketegasan atas 
semua keputusan yang sudah diambil.

Sebetulnya, sampai saat ini belum jelas dan fix tentang frekwensi yang akan 
dipakai WiMAX, karena masih tarik-tarikan dari vendor-vendor besarnya, 
makanya, "menunggu" adalah suatu yang paling bijaksana, dan rasanya 
Bapak-Bapak yang ada di Kominfo pasti mengetahui dengan pasti semua 
permasalahannya.

Yang ditakutkan adalah berlomba-lomba-nya pihak oportunis untuk meminta 
alokasi frekwensi yang bakal menjadi frekwensi WiMAX, lalu dengan 
"transparan" Bapak-Bapak meluluskan permintaannya, sehingga nantinya akan 
membuat konflik dan "perang" dengan banyak pihak.

Kalau sudah kadung memberikan ijin, akan lebih bijaksananya, jika kita 
melihat ke "pasar", frekwensi berapa saja yang banyak dipakai oleh 
negara-negara lain, sehingga masyarakat luas tidak akan kesulitan untuk 
memanfaatkan teknologi WiMAX tersebut.  Karena kalau memaksakan menggunakan 
frekwensi yang jarang dipakai, maka selain akan kesulitan mendapatkan 
peralatannya, pengguna akan kucing-kucingan menggunakan perangkat dengan 
frekwensi yang sudah "dibeli" oleh operator tertentu.

Jadi ...... "menunggu" adalah yang paling terbaik.


Opa


At 06:41 PM 10/14/2006 +0700, Onno W. Purbo wrote:


>On Sat, 14 Oct 2006, Alexander Rusli wrote:
>
>>Kalau BWA/WIMAX masih ada opsi 2.3, 2.5, 3.3, 5.7, 10.5 - tapi kalau 
>>satelit opsi limited, mana filingnya involve external body. Gitu loh...:) 
>>bukan soal Telkom aja, karena disitu juga dipakai Indosat dan PSN
>
>
>
>Sudah dilakukan analisa ekonomis?
>Extended C-band paling juga livetime-nya gak akan lama (10 tahun)?
>
>
>>
>>-----Original Message-----
>>From: "Onno W. Purbo" <[EMAIL PROTECTED]>
>>Date: Sat, 14 Oct 2006 11:55:24
>>To:[email protected]
>>Cc:SOFYAN JALIL <[EMAIL PROTECTED]>,       Basuki Yusuf 
>>Iskandar <[EMAIL PROTECTED]>,       ALEX RUSLI 
>><[EMAIL PROTECTED]>,       "Michael S. Sunggiardi" 
>><[EMAIL PROTECTED]>,       [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: Re: [asosiasi-warnet] oot: Perlindungan Konsumen dan Gugatan ke
>>TELKOM
>>
>>
>>
>>On Sat, 14 Oct 2006, judithms wrote:
>>
>>>Kang Onno
>>>mungkin tidak ikuti perseteruan freqwensi yang saat ini terjadi di 3,5 ...
>>>gimana mau dihilangkan ijn lisensinya .. wong di media tercantum  yang sudah
>>>ada saja mau di gusur karena permintaan TELKOM ?
>>>entah mengapa kebijakan regulasi di negara ini selalu berpihak kepada
>>>Incumbent besar  apakah  tidak disadari walau sekecil apapun UKM atau
>>>pengusaha bisnis lain tetapi selayaknya  memiliki hak yang sama di negara
>>>ini ..
>>
>>
>>
>>Itukan menurut JMS :) ..
>>Emang demikian kata DEPKEU & DEPKOMINFO?
>>



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke