Dear rekan rekan,

 

Warnet saya banyak diatur oleh saya sendiri, sehingga baik dan buruknya saya
lihat dari kaidah yg ada dalam lingkungan itu. Warnet saya di dalam komplek
perumahan, sehingga ada aturan seperti ini:

 

-          Tidak merokok karena ber AC

-          Di tembok ditulis dilarang membuka Situs Porno

-          Posisi Komputer selalu menghadap keluar tanpa sekat, sehingga
setiap orang bisa lihat, mengurangi untuk membuka situs situs yang dilarang

-          Setiap Jumat waktunya jumatan, saya stop semua kegiatan agar yg
nyewa pada sholat.

-          Penjaga operatornya Wanita berjilbab lagi, sehingga Customer yang
ingin menyewa juga cukup segan berlaku tidak sopan.

-          Game online yang ada di seleksi agar tidak membuat si penyewa
terpengaruh hal-hal yang buruk

-          Warnet lebih banyak berurusan dengan orang-orang yg Browsing
untuk urusan tugas kantor dan sekolah, sehingga menjadi Business Center,
sibuk dengan mencetak Foto, Tulisan skripsi browsing.

-          Game labih banyak disewa pada saat weekend.

 

Semua dijalankan, Alhamdulillah tidak mengurangi peminatnya, karena saling
melengkapi, pada saat yang main game lagi sepi, tetap ada yang menyewa untuk
tugas-tugas sekolah dan kantor. Sehingga boleh dibilang jadi agak Female
Warnet saya, karena yang menyewa kebanyakan Wanita, mereka merasa nyaman,
bebas asap rokok, dan konsumennya sopan. Ini suatu peluang yang harus
dipikirkan, karena konsumen wanita ternyata lebih banyak dibandingkan
laki-laki yang bermain game.

 

Demikian share dari saya.

 

Salam

 

Satya Budhi Pramana

Ganetro

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Irwin Day
Sent: Sunday, March 11, 2012 10:53 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [asosiasi-warnet] Kekerasan Pada Anak Dibawah Umur

 

  

Belum ada penelitian resmi soal ini, tapi kalo melihat lebih dalam para
pengusaha warnet/game memang tidak peduli apakah game yg dimainkan sudah
sesuai dgn batasan umur pelanggan.

Pertanyaan sederhana, kalau nanti aturan soal batasan umur (rating)
diterapkan, sudah siap belum? Pemerintah juga sama tidak pedulinya, sudah
berkali-kali Awari mengusulkan perlunya sgera diatur batasan umur pada
beberapa jenis game terutama yg mengandung unsur kekerasan. Jawabannya:
belum menjadi prioritas. 

Nunggu korban ada korban dulu kali, baru sibuk lagi jumpa pers.

Sent from Old BlackBerryR smartphone

  _____  

From: Nana Icklas <[email protected]> 

Sender: [email protected] 

Date: Wed, 29 Feb 2012 22:10:01 -0800 (PST)

To: [email protected]
<mailto:[email protected]%[email protected]>
<[email protected]>

ReplyTo: [email protected] 

Subject: [asosiasi-warnet] Kekerasan Pada Anak Dibawah Umur

 

  

Dear rekan,

masih ingat kasus beberapa hari yang lau mengenai kekerasan pada anak
dibawah umur sampai terjadi penusukan. Ternyata sedikit berpengaruh pada
warnet di daerah saya. Karena alasan si anak tersebut sering bermaik games
online di warnet. kita tau warnet tanpa games online tidak mungkin jalan
atau bertahan lama. Dda games online lengkap saja banyak yang mulai gulung
tikar.

 

Pak Irwin dan rekan sekalian, gimana menanggapi masalah ini bilamana ada
orang tua si anak yang sering main di warnet kita mengomentari masalah
diatas. gara-gara games online di warnet anak kita jadi terbiasa main
kekerasa atau terinpirasi berbuat kekerasan karena kebiasaan maen games
online tersebut.

 

thanks sebelumnya.

 



Kirim email ke