Hello mba.........saya disarankan oleh rekan2 saya agar kalau anak sudah unmur 
1 th keatas, disarankan utk minum susu UHT, karena susu UHT lebih bagus 
daripada susu formula, saya akan kirimkan artikel kepada mba supaya dapat 
membacanya...jadi saran saya sebaiknya susu anaknya mba diganti saja...

   
   
  regards
   
  amelia
Lisa Indrajana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
  Dear Moms & Dads,

Halo, anak saya umur 3,5 tahun. Dari usia setahun
minum susu enfamil trus enfragrow, sekarang enfakid.
Nanti kalo umur 4 tahun, dikasih susu terusan apa ya?
Apa merk susu yang bagus? Soalnya anak saya susah
minum susu and susah juga makannya....tp badannya sich
lumayan montok dan beratnya normal 17,5Kg. Tapi yah
itu, susah banget kalau disuruh minum susu and
makannya. Susu apa ya yg bagus sesudah enfakid?

Thanks

Lisa

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]




  SPONSORED LINKS 
        Natural soap   Foam mattress   Personal finance     Air mattress   
Financial news   Stock market 
    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "Ayahbunda-Online" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



                
---------------------------------
 Yahoo! Mail
 Use Photomail to share photos without annoying attachments.
  ----------

<!--catku --><html>
<body bgcolor=white OnLoad=printPage()>
<HEAD><TITLE>WASPADA Online</TITLE>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
<!-- Begin
function printPage() {
if (window.print) {
agree = confirm('WASPADA Online: Halaman ini siap dicetak dengan menggunakan 
printer Anda. \n\nTekan tombol OK untuk mencetak halaman ini sekarang.');
if (agree) window.print(); 
   }
}
//  End -->
</script>
</HEAD>
<table align=center width=680>
<tr>
<td>
<font face=verdana size=2>
<H2>Waspada Online</h2>

<HR>
<font face=verdana size=2>
<table width=95% align=center>
  <tr> 
    <td colspan="2" class=summary valign=top><font color=800000 face=verdana 
size=1><small>02 Mei 05 10:40 WIB</small></font><br> 
      <font size=2 face=verdana><b>Proses UHT: Upaya Penyelamatan Gizi Pada 
Susu<P><small><font color=cc0000> WASPADA 
Online</font></small></b></font><br><br> <br><font face=verdana size=1>

<p>Oleh : <b>Prof Dr Ir Made Astawan MS</b> 
<br>
<br>    Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan. 
Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya 
yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, karbohidrat, lemak, mineral, 
enzim-enzim, gas serta vitamin A, C dan D dalam jumlah memadai. Manfaat susu 
merupakan hasil dari interaksi molekul-molukel yang terkandung di dalamnya.
<p>     Susu segar merupakan cairan yang berasal dari ambing sapi sehat dan 
bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan alaminya 
tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan 
apapun (SNI 01-3141-1998). Dalam prakteknya sangat kecil peluang kita untuk 
mengonsumsi susu segar definisi SNI tersebut di atas. Umumnya susu yang 
dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam bentuk cair (susu 
pasteurisasi, susu UHT) maupun susu bubuk.
<p>     Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 
63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri 
patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6 derjat Celcius) 
dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.
<p>     Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan 
zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya 
pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer. Umur 
simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik dan 
benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk 
berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly skim milk 
powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder) (SNI 01-2970-1999).
<p>     Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah 
menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 
derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu 
tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun 
patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah 
kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang 
relatif tidak berubah seperti susu segarnya.
<p><b>Proses Susu UHT</b>
<br>    Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan 
pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk membunuh 
seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik. Secara kesuluruhan 
faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku, proses pengolahan dan 
pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah susu segar yang memiliki 
mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi. Hal ini didukung oleh perlakuan pra 
panen hingga pasca panen yang terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar 
bermutu baik dan mengandung zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika 
dan bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan menghasilkan 
susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar juga harus didukung oleh 
cara pemerahan yang benar termasuk di dalamnya adalah pencegahan kontaminasi 
fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu 
segar yang baru diperah harus diberli perlakuan dingin termasuk transportasi 
susu menuju pabrik.
<p>     Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT 
juga harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan menggunakan 
alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan. Seluruh proses 
dilakukan secara aseptik. 
<p>     Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik 
multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara sehingga 
bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri perusak minuman, 
maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu kemasan 
multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya sehingga cahaya ultra violet tak akan 
mampu menembusnya dengan terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran 
susu UHT pun akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT 
disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu. Proses 
tersebut  secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan manusia 
sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi standar kesehatan 
internasional.
<p>     Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptik multilapis menjamin 
susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet dan tak 
perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah diproduksi.
<p><b>Keunggulan Susu UHT</b>
<br>    Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada 
susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu 
dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur simpan 
produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain itu susu UHT 
merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh mikroba 
(patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga potensi kerusakan 
mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Kontak panas yang sangat 
singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas 
susu segar) dan mutu zat gizi, relatif tidak berubah.
<p>     Proses pengolahan susu cair dengan teknik  sterilisasi atau pengolahan 
menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu gizinya 
terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT 
sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein. Di lain pihak kerusakan 
protein sebesar 30 persen terjadi pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk. 
<p>     Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya pigmen 
coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard adalah reaksi 
pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan protein susu akibat 
proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama seperti pada 
proses pembuatan susu bubuk. Reaksi pencoklatan tersebut menyebabkan menurunnya 
daya cerna protein. 
<p>     Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama 
juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu perubahan 
konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh manusia umumnya hanya 
dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L. Dengan demikian proses rasemisasi 
sangat merugikan dari sudut pandang ketersediaan biologis asam-asam amino di 
dalam tubuh. 
<p>     Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah berdampak 
kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk olahan susu. Penurunan 
ketersediaan lisin pada susu UHT relatif kecil yaitu hanya mencapai 0-2 persen. 
Pada susu bubuk penurunannya dapat mencapai 5-10 persen.
<p><b>Tip Penggunaan Susu UHT</b><br>
        Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus 
disimpan pada refrigerator. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada 
suhu tinggi (di atas 50 derjat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu 
pembentukan gel akibat kerusakan protein. 
<p>     Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama 
yang umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi akibat 
kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba penbusuk tumbuh dan 
memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk menghasilkan gas CO2  
yang menyebabkan gembung. 
<p>     Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam. Selain 
menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga menghasilkan 
alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu menjadi berflavor dan 
beraroma masam.
<p>     Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi susu 
oleh bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan pemecahan 
protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan pemecahan 
protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu menjadi pecah dan agak 
kental.  ()</td>
  </tr>
</table>
</font>
<HR>
<small>copyright @2002 WASPADA Online - <a 
href="http://www.waspada.co.id/";>www.waspada.co.id</a></small>
</font>
</td>
</tr>
</table>

[Non-text portions of this message have been removed]



Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke