Pak, sebelumnya saya amat sangat turut berduka cita atas apa yang terjadi pada istri bapak. :( Semoga istri bapak diterima di sisi Allah SWT. Amin.
Menurut saya pribadi, bapak tidak bisa membiarkan hal itu. Kenapa? Karena, pasien di rumah sakit itu pasti banyak. Dan, kalau didiamkan, takutnya hal yang serupa bisa terjadi lagi. Apa yang dilakukan dr Rahmat itu benar2 tidak bisa diterima. Kalo dia punya tanggung jawab, harusnya dia tidak bilang tidak bisa dateng dengan alesan masih ada di rumah. Apalagi pelayanan rumah sakit itu sangat buruk menurut saya. Menjahit tanpa dibius, plasenta yang tidak bersih, sampe pendarahan yang tidak ditangani baik, menurut saya itu kekeliruan besar. Kalo dia punya istri yang lagi hamil juga, harusnya dia ngerasain juga doooong... bagaimana perasaan bapak. Nah, menurutku sih, bapak jangan hanya berpikir bahwa si dokter itu istrinya juga lagi hamil. Lah, ibu2 hamil lainnya... yang juga dateng ke rumah sakit itu, dan kebetulan ditangani ama dokter itu, bagaimana??? Saya cuma berharap kasus ini tidak terulang lagi. Bapak bisa kok menuntut, dengan segala fakta yang ada itu. Tapi, kalau bapak tidak mau menuntut, bapak bisa kasih warning ajah.... ke surat pembaca, atau ke milis2 ibu&anak, agar berhati-hati di rumah sakit itu atau dengan dokter Rahmat. Itu saja saran saya. Maaf kalo sekiranya tidak berkenan....... Sediiiiih.... banget baca email Pak Bambang. :( rgd, :: retma ----- Original Message ---- From: ayah_baik <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, 2 January, 2007 10:58:40 AM Subject: [Ayahbunda-Online] minta saran dan pendapat....please Assalamualaikum Wr Wb Perkenankan saya memperkenalkan diri nama saya bambang dari kota krian sidoarjo, sebenarnya jadi member sudah 1,5 tahun yang lalu namun saya hanya menjadi member pasif saja. Disini saya ingin menceritakan kisah pengalaman pahit saya berkaitan dengan kelahiran anak saya di rumah sakit, saya sejak awal rutin memeriksakan kehamilan kedua istri saya di rumah sakit Krian Husada krian sidoarjo. memasuki usia kehamilah keempat sudah dapat diketahui bahwa anak saya nantinya akan kembar, tentunya melalui USG. jadwal melahirkan dari dokter yang biasa memeriksa (dr.Maya) diketahui sekitar tanggal 5 des 2006, namun karena kembar saya mau agar begitu memasuki 9 bulan langsung cesar aja mengingat resiko yang ada dan dijadwalkan operasi sekitar tanggal 20 nopember 2006.Pas jadwal periksa hari sabtu tanggal 11 nopember ternyata istri saya sudah mengalami pembukaan 3 dan disarankan untuk menginap di RS oleh dokter pengganti (dr.Rahmat) karena dr.maya lagi seminar... Dokter rahmad menyatakan untuk observasi selama 6 jam dulu (padahal saya sebenarnya ingin operasi saja) menunggu kelahiran. Waktu itu waktu menunjukkan pukul 20.00(ternyata dr.rahmat sekitar jam 24.00 pulang kerumah) Setelah menunggu selama 6 jam (jam 02.00) belum adanya kemajuan, istri saya ketubanya pecah (bidan dan perawat tidak mengetahui, tahu setelah saya kasih tahu),bidan dan perawat meminta saran melalui telp ke dr.rahmat dan dinyatakan untuk operasi jam 05.00 pagi.. Ternyata hari minggu 12 nop jam 02.30 istri saya sudah pembukaan lengkap dan akhirnya diputuskan untuk melahirkan normal( dr. tidak bersedia datang, alasan masih dirumah) akhirnya anak saya lahir selamat keduanya dengan bantuan bidan (saya menghendaki dokter sebenarnya). . Senang rasanya melihat kelahiran kembar anak saya...istri saya nampak kelelahan dan ditangani bidan dan perawat dengan kurang baik.( menjahit tanpa dibius) Pagi jam 7-8 istri nampak sehat.. hinggga jam 9 ketika perawat mengganti pembalut menemukan sisa-sisa plasenta dan pendarahan, yang akhirnya diketahui adanya pendarahan dan sisa plasenta yang cukup banyak masih dirahim istri saya... setelah itu saya marah dan protes ke bidan yang menangani dan minta supaya dokter segera berangkat ke RS. Setelah bertemu dr.rahmat saya sampaikan kekesalan saya dan minta supaya istri saya ditangani secara serius..hingga diputuskan oleh dr. rahmat untuk dibersihkan (curettage). Jam 11.00 dokter melakukan curetage hingga pk. 12.30. kemudian saya dipanggil untuk segera mencari darah untuk transfusi.. karena pihak RS tidak mempunyai stok darah( lagi-lagi saya kecewa kenapa tidak dari awal dokter meminta saya mencari darah) Saya berangkat ke PMI terdekat kota mojokerto hari minggu 12 nop 2006 jam 12.45, tapi sampai di tempat pk. 13.30 sudah diberitau kalau pihak RS tidak memerlukan darah lagi....saya langsung lemas..saya tancap kendaraan kembali ke RS Krian Husada dan benar perkiraan saya istri saya sudah menghembuskan napas... saya lemas seketika ridak bisa berdiri lagi...istri yang saya cintai meninggal dunia dan meninggalkan 3 anak saya yang masih kecil-kecil, Para member milis yang terhormat, mohon penilaiannya. . dalam kasus ini saya menilai dokter(dokter rahmat dan pihak RS telah lalai dan menyebabkan istri saya meninggal (walaupun tidak lepas dari takdir Tuhan) kelalaian tersebut antara lain: 1. Pukul 12 malam pulang kerumah dengan alasan melahirkan masih lama 2. Tidak mengetahui adanya pendarahan sejak awal setelah istri saya melahirkan 3. Menangani Pasien dengan tidak menyenangkan (menjahit tanpa dibius) 4. Sejak awal saya meminta ditangani dokter dan melalui operasi (ternyata dokter malah pulang dan ditangani normal oleh bidan) 5. Pihak RS Krian Husada tidak ada persediaan darah..sehingga menyebabkan istri saya kehabisan darah..(kenapa dr rahmat tidak sejak awal meminta saya mencari darah) 6. Kelalaian lainnya yang sangat tidak menyenangkan dalam pelayanan Mohon para member memberi masukan, karena saat ini saya memang tidak menuntut pada pihak RS dan dokter, dikarenakan alasan istri dokter yang menangani juga lagi hamil.. disaat menulis ini saya dalam keadaan berduka yang sangat dalam......saya hanya pasrah pada Allah SWT Wassalam Bambang yangsangatberduka All moslem are brothers ____________ _________ _________ _________ _________ __ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail. yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
