Dear Pak Bambang, Pak saya sedih banget baca email Bapak, semoga Istri Bapak bahagia disisih-Nya, dan semoga si kecil dan si kembar sehat selalu dan Bapak diberi kekuatan untuk mengasuk dan mendidik mereka, Insya Allah itu menjadi ladang amal yang sangat besar dalam hidup Bapak. -Amin.
Menurut saya. pihak rumah sakit dan dr. Rahmat memang tidak profesional, kalo emang istrinya sendiri hamil, dia harusnya merasa lebih dekat dengan pasiennya, apa dia ngga mbayangin, ntar kalo istrinya sendiri melahirkan kaya gimana. Masa udah pembukaan tiga malah ditinggal pulang. Harusnya dia udah pengalaman, tiap orang itu beda masa pembukaannya, ada yang cepet ada yang lama, ga bisa disamaratakan (dianggap lama semua). Seharusnya kalo memang dia tidak bisa dan harus pulang ya dicari dokter pengganti. Pak Bambang, jika Bapak menuntut melalui jalur hukum memang butuh dana dan tenaga serta waktu. Belum lagi bapak harus mengasuh anak2 Bapak, yang masih mungil2. Lebih baik dimuat di media masa saja Pak, agar semua orang tahu, dan pihak rumah sakit juga tidak mengulangi lagi hal itu. Maaf ya Pak bila kurang membantu, turut berduka cita ya Pak, yang sabar. Salam buat se kecil dan si kembar. Titik - Mama Rasya __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
