Wah,wah jangan sedih dong mba fitri... Anak saya Nadhira juga (10 bulan) sampai sekarang masih nenen sama bundanya, dan hampir tiap hari saya juga bangun malam.
Perasaan saya sebagai seorang suami waktu anak minta nenen teteupppp aja senang, senang and senang banget. Apa lagi melihat nadhira dengan muka lucunya sedang nyusu smbl merem. Dan kita khan sebagai seorang suami juga harus mensuport Istri agar istri tidak merasa sendirian mengurus anak. (wong itu khan anak kita berdua khan...) Apalagi istri saya juga bekerja dan kita berangkat kantor mulai jam 6.00 Dan Allhamdulillah lulus ASI Eks dan masih tetap menyusui. Soal ngantuk, hmmm rasanya kita sebagai suami akan terbiasa seperti ini dan itu adalah semata-mata buat anak yang kita sayangi. Sy yakin dengan papanya Alvin, juga mempunyai perasaan yang sama yaitu tetep seneng, seneng dan seneng lagi. Salam Keep Breast Feeding.... ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Fitri-Yahoo Sent: Wednesday, April 04, 2007 12:54 PM To: [email protected] Subject: [Ayahbunda-Online] OOT curhat, saat menyusui suami ikut bangun Dear smart parents, maaf ya, mau curhat nih, karena klo gak rasanya tetep aja mengganjal di hati, mungkin para ortu ada punya pengalaman yg sama bisa ikutan sharing dan kasih masukan.. saya beserta alvin yg tgl 6 ini tepat 8 bulan dan suami masih tinggal dengan orang tua nya suami juga kakak nya suami plus istrinya. belakangan alvin sering bangun minta nyusu subuh2.. kadang jam 3 kadang jam 4 subuh.. bangun dan nangis, segera saya susui.. otomatis suami pun juga ikutan terbangun, alvin tidur di box sendiri dengan bersebelahan dgn ranjang kami. kalo mau netek otomatis saya taruh di ranjang kami dan nyusui sambil berebah. suami yg ikutan bangun di protes sama orang2.. terutama kakak nya.. dibilang belakangan ini suami saya sepertinya kurang tidur bawaannya mengantuk mulu apalagi waktu menyetir.. mestinya klo alvin bangun subuh yang bangun cukup mamanya saja gak perlu papanya ikutan bangun juga? emang istri yg nyuruh bangun juga? (hhmmm....) yup.. di HK hampir tidak ada yg menyusui anaknya, kebanyakan dari mereka pilih formula, dan anak di asuh oleh pembantu.. dan tidak tidur bersama ortunya... dan ini yg mereka samakan dgn kondisi saya yg sampe sekarang tetep kasihkan ASI.. yg bikin saya kecewa adalah perkataan seprti ni.. klo ikutan bangun terus harus nyetir mobil terus tabrakan siapa coba yg salah?? gitu katanya.... dalam hati saya kok bisa ngomong begitu yah? yg ngomong sih emang belum punya anak yah? salahkah suami ikut bangun disaat si kecil nangis dan minta nenen? kadnag ikutan gendong taruh di ranjang... suami nungguin karena kuatir saat alvin netek mamanya ketiduran... lagian setelah netek langsung bobo lagi kok.. gak rewel... tolong masukan nya dari para ortu yah? sebaiknya bagaimana saya harus bersikap??? Thx [Non-text portions of this message have been removed] ========================================================= This e-mail, including any attachment is confidential and may be privileged. Use or disclosure of it by anyone other than an intended adressee is strictly prohibited. If you are not an intended addressee, please notify the sender by telephone or e-mail and delete the e-mail and any attachment from your system. PT Excelcomindo Pratama Tbk. ("the " Company") does not accept any liability in respect of communication made by its employee which is contrary to the company policy or outside the scope of the employment of the individual concerned. The employee responsible will be personally liable for any damages or other liability arising. ========================================================= [Non-text portions of this message have been removed]
