Makasih ya atas gagasan-gagasannya. Memang saya akui dia butuh stimulus 
gagasan2 positif. nanti akan saya sampaikan. Moga-moga dia tertarik, meski 
untuk online, masih kecil kemungkinannya... 

eNnie WiBisOnO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Dear 
mas Firman...
   saya setuju dengan litlemiss iv, beberapa perempuan sering termemori  dengan 
 pengakuan suami, so yang penting skarang salah satunya  adalah membuat istri 
mas Firman mempunyai komunitas dengan orang2 yg  positive thinking. okay???? 
dan mengkondisikan dia berada pada sebuah  kegiatan yg positif . klo sementara 
belum ada kegiatan boleh mas  bergabung ama kita, aku sama temen2 ku ada 
kegiatan positif kok tanpa  modal yg gede.MLM awalnya aku alergi juga tapi 
alhamdullillah akhirnya  aku malah ketemu temen 2  yg positif. (temen2ku on 
line sie)  selain bisa kita buat dipakai sendiri , setidaknya ngga bete dan  
sungkan minta tambah uang ke suami buat beli lipstic & body cream)  + bisa  
menghasilkan  uang tambahan buat bantuin  suami.  Bener kok mas Produknya dia 
pasti suka mas , setidaknnya biar ngga  bete.okay...??? kelihatannya aku egois 
kasih solusi tapi untuk  kepentinganku, engga kok mas awalnya aku juga bete dan 
sumpek,  bawaannya prasangka buruk ama orang, sebel dengan
  keadaan, tapi hari  ini dan kedepan Insyaallah aku engga!!!
   
   Akhirnya, moga2 mas Firman segera dapat solusi agar suasa keluarga  menjadi 
lebih tenang dan baik, demi baby yang pinter dan lucu!! okay...  selamat 
berjuang deh mas Firman sukses ya... amin!!!
   
   Salam 
   ennie "www.cantiknbisnis.info
 
 littlemiss iv <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                       
           Mas  firman saya mau sharing sedikit..... mungkin istri anda masih 
merasa  sakit hati atas kejujujuran anda pada awal perkawinan bahwa anda belum  
mencintainya, sehingga sampai sekarang dia berfikir anda masih seperti  
itu.Dalam perkawinan memang tidak selamanya berjalan mulus dan yang  harus 
diingat bahwa kita jugaharus bisa menerima kekurangan pasangan  masing2.
      
     Saran saya untuk masalah finansial.... anda bisa memberi modal istri anda 
untuk berjualan kecil2an dari rumah.... buat warung misalnya....atau istri anda 
diikutkan kursus salon biar nanti bisa buka usaha di rumah.
      
   Untuk hal hal romantis anda bisa mulai dengan menjemput istri anda dari  
rumah mertua jak makan malam dan bicara dari hati ke hati kalo anda  
mencintainya
      
   Masalah dengan adik anda cobalah bila adik anda datang ke rumah ajak  istri, 
anak dan adik anda jalan2.... biar mereka lebih akrab
      
     Semoga perkawinan anda langgeng dan tidak bermasalah lagi
     
   
   Firman Juliansyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
             Maaf jika mengganggu, saya mau curhat, semoga ada yang mau berbagi…
   
   Saya menikah bulan Januari 2005. Sekarang kami sudah dikaruniai putra  yang 
pintar, sehat, dan lucu yang berusia 10 bulan. Saya sangat  bersyukur atas 
semua yang telah saya capai. Rumah kontrakan 5 x 5  meter, penghasilan sekira 2 
jt per bulan, istri yang baik dan anak yang  sehat. Bagi saya, tidak ada 
masalah yang mengganggu, selain rencana  masa depan dan penghasilan yang harus 
ditingkatkan.
   
   Namun bagi istri saya, saya belum memberikan ketentraman sempurna  karena 
dia belum teryakinkan bahwa saya mencintainya dari lubuk hati  yang terdalam 
dan tulus. Pada awal komitmen pernikahan, saya  berterusterang bahwa saya belum 
terlalu mencintainya dan akan terus  belajar mencintainya sambil tetap 
bertanggung jawab sebagai suami dan  ayah yang wajib memberi nafkah lahir dan 
batin.
   
   Sejujurnya saya sampaikan bahwa hingga saat ini, saya masih belajar  untuk 
mencintainya. Selama ini saya tak pernah menatap matanya secara  tulus jika 
berbicara, bersikap kurang romantis dengan mengucap  kata-kata yang manis, 
kurang banyak berkorban untuk mengawal dan  menjaganya. Saya akui sudah ada 
peningkatan, namun istri saya masih  merasa tersiksa karena peningkatan itu 
masih jauh dari kadar ungkapan  cinta yang ia harapkan. Ia belum teryakinkan 
bahwa ia satu-satunya  perempuan di dunia ini yang menonjol dalam hidup saya. 
   
   Ada tiga masalah yang terungkap dari istri saya:
   1. Bagaimana mencukup2kan penghasilan yang terbatas?
   2. Bagaimana agar saya bisa menunjukkan cinta yang romantis?
   3. Bagaimana agar adik perempuan yang saya sayangi, bisa berperilaku sesuai 
harapan dia? 
   
   Untuk permasalahan nomor satu, istri saya mencoba untuk bekerja lagi dengan 
melamar pekerjaan, namun belum berhasil.
   
   Untuk permasalahan nomor dua, saya sudah berusaha meningkatkan kadar  
romantisme saya, dengan menelepon lebih sering… (saya belum bisa  merayunya 
dengan kata-kata manis)
   
   Untuk permasalahan nomor tiga, saya, istri dan adik saya akan saya 
pertemukan secara terbuka dan dewasa.
   
   Saat ini, istri saya lebih sering dan lebih nyaman tinggal di rumah  
orangtuanya, dengan alasan lebih ringan pekerjaannya, dan belum merasa  siap 
berinteraksi dengan adik perempuan saya. Memang istri saya sangat  mudah waswas 
dan depresi. Seminggu lalu, dalam keadaan yang tenang dan  dewasa istri saya 
mengusulkan relasi sahabat-sahabat antara kami.  Menurutnya dengan itu, 
hubungan kami akan menjadi tanpa beban. Saya  menangkapnya sebagai sebuah 
kemunduran…
   
   Menurut saya, adik perempuan saya tidak berperilaku aneh sedikitpun.  Namun 
istri saya menangkap rasa sayang saya padanya (yang sudah saya  usahakan agar 
tidak nampak, namun tetap terasa olehnya). Istri saya  mengaku cemburu akan 
rasa sayang saya pada adik saya, padahal saya  tidak pernah mengistimewakan 
adik saya baik berupa materi atau perilaku  khusus.
   
   Adik perempuan saya kos di Bandung, satu kota dengan saya. Ia sangat  sayang 
pada anak kami, hingga seringkali datang hanya untuk melepas  kangennya pada 
putra kami, Farell. Dalam satu bulan, ia bisa menginap  satu hingga tiga malam. 
Di depannya, istri saya bersikap biasa, namun  kepada saya ia berterus terang 
bahwa ia cemburu dan kurang cocok  dengannya…
   
   Jika Anda mau sharing dengan saya, saya haturkan banyak terima kasih… 
   
   Firman Juliansyah
   Jl. Kancra Dalam II No 7Ab, Bandung, Indonesia
   Phn: +62 22 5431324, Fax: +62 22 5431325
   MP : +62 (0)81.320.656.905
   YM & FS: [EMAIL PROTECTED]
   http://bozzetto.blogs.friendster.com/bozzetto
   
   ---------------------------------
   Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
   Check outnew cars at Yahoo! Autos.
   
   [Non-text portions of this message have been removed]
   
   ---------------------------------
   Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
    Check outnew cars at Yahoo! Autos.
   
   [Non-text portions of this message have been removed]
   
   
       
                                     
 
 "2 bE sMaRt N bEaUTiFuL.....JUsT FiNd aT :-)"
  ***** www.cantiknbisnis.info *****
 YM : ennie262_biz
        
 ---------------------------------
 Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
  Check outnew cars at Yahoo! Autos.
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                       


Firman Juliansyah
Jl. Kancra Dalam II No 7Ab, Bandung, Indonesia
Phn: +62 22 5431324, Fax: +62 22 5431325
MP : +62 (0)81.320.656.905
YM & FS: [EMAIL PROTECTED]
http://bozzetto.blogs.friendster.com/bozzetto

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke