----- Original Message ----- From: Firman Juliansyah Tiap akhir pekan, kami selalu mengupayakan kebersamaan, baik di rumah dan perjalanan luar rumah. Belanja bulanan, renang, fitness, dll. (Namun ternyata perempuan itu mudah sekali berubah, paginya gembira, sorenya ngambek. sekarang bahagia, sejam kemudian sedih...). Makanya saya selalu membawa perisai imajiner yang artinya, ketika dalam kebahagiaan tertinggi pun, saya selalu siap kalo-kalo dia tiba2 down dan marah. Bahkan ini hampir selalu terjadi setelah kebahagiaan yang tinggi, selalu ada sesuatu yang membuatnya marah atau sedih...
hehehe.... maaf ya, mas ini lucu deh. Katanya pernah berhubungan cinta dengan perempuan lain, masa masih nggak ngeh juga kalau mood orang bisa berubah-ubah? Lagipula mas, menurut saya itu mah bukan exclusive jatah perempuan, cowok juga gampang berubah moodnya, cuma mungkin mereka lebih pandai menyembunyikannya. Mas-nya aja kali yang kurang bisa baca perasaan... suami saya aja kadang2 kalau belum diverbalnya suka nggak mudeng, meski dah pasang muka manyun. hehehe.... Saya selalu menerima segala pemberian dia namun saya hampir tidak pernah memujinya. Soalnya dia mudah tersanjung. Saya takut sanjungan saya membuatnya 'tersesat di angkasa'. Saya pernah memuji masakannya, paling sekali atau dua kali selama ini. Mungkin ini akan saya tingkatkan, agar saya lebih banyak memujinya.... mas mas... piye tha mas... Jelas dong dia bangga, wong suaminya gitu yang memuji :D justru mas harus bersyukur kalau pujiannya diterima, jangan sampai istri mas merasa perlu mencari pujian dari tempat lain lho mas. Maaf ya mas kalau tidak berkenan. Salam, sita [Non-text portions of this message have been removed]
