halo, 
   
  kalo boleh nimbrung nih....orang lain tetaplah orang lain, kadang sodara 
sendiri aja kalo dibaikin suka ngelunjak, apalagi orang lain (dalam hal ini 
pembantu)...
  untuk penyelesaiannya, yang bisa menyelesaikan rasa kehilangan mom itu, ya 
mom sendiri, dengan berpikir bahwa anak musti dipikirin ketimbang 'adik' mom 
itu, kalo memang dia orang yang baik (seperti kata mom) dia tidak akan seperti 
itu, dia juga pasti mau kembali karena sayang sama anak mom, kalo begini 
kejadiannya, itu membuktikan bahwa dia sepenuhnya tidak tuluskan? jadi mom 
tidak usah telpon2 lagi (itu membuat dia semakin besar kepala)
   
  menurut hemat saya, kita memang harus memperlukan pembantu dengan baik, tapi 
juga jangan over, kita juga harus membatasi diri agar mereka tidakkurang ajar 
sama kita, sistemnya tarik ulur ajalah, kalo saya pikir, perlakukan mereka 
manusiawi tapi dengan kedekatan yang mempunyai batas2an tertentu
   
  salam hangat,
  Toar's mimom

Fita Moeslichan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          You've gotta move on...., Life goes on
Lebih baik mikirin untuk masa depan daripada harus melihat ke 
belakang terus.
Kalo dia udah ga mau balik ya sudah, jangan dipikirin lagi apa yang 
udah kita kasih buat dia dan sebaliknya. Apalagi dia lebih 
mementingkan ego dan gaji yang lebih besar. Jangan ngemis2lah..... 
pertahankan harga diri. Perempuan harus kuat, kalo kita ga kuat 
kasian dong perjuangan ibu kartini..... hehe
Lebih banyaklah bersyukur dengan apa yang kita punya, misalnya suami 
yang baik, anak yang lucu, materi yang cukup dan berharap jangan 
sampai anak2 kita nanti bersifat seperti dia.
Dengan melihat lebih banyak orang lain yang hidupnya lebih susah 
walaupun dengan sebab yang lain2, pasti akan membuat kita lebih 
bersyukur dengan apa yang kita punya.
Semua itu ada hikmahnya.
Maaf kalo terlalu menggurui, cuman kayaknya salah aja kalo terlalu 
larut dalam kekecewaan. BE TOUGH, mom.........

--- In [email protected], Jovanka Cynthia 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear All,
> 
> Saya mau share nich. 4 tahun lalu mama saya memperkerjakan maid di 
rumah berasal dari kupang. Waktu itu dia baru berumur 17 thn, masih 
muda, polos dan benar2 kampung banget deh. Selama itu dia dekat 
dengan saya, saya ajak kemana2, saya ajarin dia make up, dandan, 
berpakaian yang bersih, rapi, saya ajarin dia bahasa inggris, saya 
ajarin dia macam2 yang baik2 deh. Anaknya baik, manis dan rajin 
sekali, juga bersih. Lama kelamaan, dia sudah dianggap sama keluarga 
saya sebagai keluarga, adik saya sendiri. Kelemahannya cuma dia 
selalu ingin punya pacar, dan selama ini teman2nya bukan dari 
kalangan yang baik2, apalagi saudaranya yang kebetulan juga di 
jakarta (perempuan) malah sudah kumpul kebo segala. Terang saja saya 
melindungi dia dari cowok2 bengal teman2nya itu. Dia banyak punya 
pacar dan semua tidak lolos seleksi saya, dan dia tahu bahwa saya 
benar. dan dia menurut apa kata saya. (Memang sempat ada cowoknya 
yang saya bentak2.hehehehe.habis dia diporotin sama tuh cowok sih)
> Adek saya ini selalu menjadi teman saya diwaktu saya baru menikah 
dan langsung ditinggal suami kerja di luar kota berbulan2, nemani 
saya tidur di waktu saya hamil, nemani saya waktu saya habis 
melahirkan,setiap malam gantian jaga dedek, nemani saya kemana2, 
pokoknya dimana ada saya ada dia deh. 
> Suatu saat dia berantem hebat sama abang saya yang akhirnya dia 
meninggalkan keluarga saya. Saya sudah membujuk dengan segala macam 
cara, kerjanya cuma untuk saya dan anak saya, gaji dinaikkan, tapi 
tetap aja gak ngaruh. Alasannya dia capek dan dia mau bebas. 
Duh....!!!!Dan sekarang dia kerja di tempat lain, di rumah orang 
kaya, dengan gaji yang lebih besar dan di sana pembantunya ada 4. 
Berulang kali saya telp dia untuk kembali sama saya karena saya 
lebih percaya anak saya diasuh sama dia daripada sama mbaknya yang 
baru yang kerjanya cuma ngancam mulu pgn pulang kalo disuruh macam2. 
cuma dia gak mau, yang buat saya sakit hati banget. 
> so all.....bagaimana yah cara menghilangkan perasaan kehilangan 
ini? Saya susah banget untuk hilangkan rasa sakit hati, kecewa juga 
sedih atas kepergian adik saya itu dari rumah saya. Susah 
ngebayangkan bahwa apa yang selama ini saya lakukan sama dia (lebih 
sebagai adik daripada pembantu) cuma dianggap angin lalu sama adik 
saya. kenapa bisa begitu yah. Terus terang saya kesepian karena 
selama ini di rumah cuma dia teman saya.hiks...hiks...hiks...
> 
> Terima kasih atas share2nya.
> 
> Salam,
> Jovanka
> 
> Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



         

       
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke