Pak saya posting artikel dari milis sebelah semoga membantu
Penanganan Susu UHT dan Pasteurisasi

Perkenalkan nama saya Ronny, saya adalah Key Account Manager untuk 
Ultrajaya. Saya mendapatkan email address mbak dari coleague saya 
Syawaliah Dini, saya rasa Dini adalah member dari Mailing list "Sehat".
Karena ada beberapa pertanyaan yang langsung berhubungan dengan produk 
dari customer saya dan juga karena kami bergerak di industri pengemasan 
aseptik, perlu rasanya saya memberi beberapa penjelasan, yang saya harap 
bisa berguna untuk referensi mbak Rina selanjutnya.
Untuk menjawab pertanyaan pertama mbak Rina :
Kemasan yang harus disimpan dalam refrigerator dan shelf life nya pendek 
disebut "pasteurized product", di Indonesia baru ada untuk susu. Sedangkan 
untuk kemasan lainnya yang shelf life nya sampai setahun disebut "UHT 
product" (UHT = Ultra High Temperature) .

Istilah yang saya sebutkan diatas adalah untuk istilah baku kami proses
sterilisasi produk. Perbedaan mendasar dari Pasteurisasi dan UHT adalah
dari tingkat penyuci hamaan dari produk yang dikemas, untuk pasteurisasi 
kami hanya memanaskan produk itu sampai suhu 72 ~ 75 derajat Celcius 
selama 15 ~ 20 detik sedangkan untuk UHT, produk kami panaskan sampai suhu 
135 ~ 150 derajat celcius hanya selama beberapa detik (<4 detik). Mengenai 
bagaimana produk tersebut dipanaskan lalu didinginkan lagi sampai kesuhu 
ruangan rasanya akan memakan banyak waktu untuk menjelaskannya secara 
detail karena melibatkan teknologi pemrosesan yang sangat kompleks dan 
sophisticated, tapi yang jadi keunggulan kedua proses tersebut diatas 
adalah bahwa kandungan vitamin, mineral, dan semua zat gizi dalam produk 
yang kami kemas tetap terjaga sesuai dengan kondisi alamiahnya, jadi tidak 
rusak karena sebab-sebab fisik (misalnya pemanasan yg terlalu lama atau 
kurang sterilnya kemasan, dll.).

Menanggapi pertanyaan yang mana yg lebih bagus,kembali pada pola pemakaian 
dan subyektivitas selera masing-masing orang, ada orang yang menyukai susu 
yang rasanya "sangat susu" dan pola konsumsinya sangat cepat misalnya 1 
liter susu dihabiskan dalam 2 hari saja, untuk orang dengan pola konsumsi 
seperti ini, mereka akan pilih pasteurized milk. Tapi ada juga yang pola 
konsumsinya lama, mungkin 1 liter akan habis dalam 1 minggu atau lebih, 
nah untuk orang yang pola konsumsinya seperti ini mereka lebih baik 
memilih susu UHT. Untuk kandungan gizi dan lainnya, kedua-duanya sama 
saja, tidak ada perbedaan yang mendasar.

mengenai ukuran kemasannya, ada yang portion pack (125 ml s/d 250 ml) atau 
ada juga yang family pack (1 liter >) ini juga turut menentukan pola 
pembelian konsumen, jika karakteristik mereka sangat mobile dan
mengharuskan mereka minum susu tiap hari, sangat sulit jika membawa 
kemasan 1 liter kemana2, jadi lebih baik membawa kemasan kecil2 yang 200 
ml atau 250 ml, untuk anak2 karena ukuran lambung mereka kecil, mungkin 
125 ml lebih cocok untuk 1 kali konsumsi.

Jika mbak ingin minum produk susu itu dalam kondisi "hangat" kami sarankan 
untuk tidak merebusnya secara langsung karena itu akan merusak kandungan 
gizi dari susu dalam kemasan tersebut, apalagi jika memanaskannya sampai 
mendidih, karena tujuan dari pemanasan sebenarnya adalah untuk sterilisasi 
produk tersebut. Jika hanya untuk selera saja (suka minuman hangat)
merendam susu (terlebih dulu dituang dalam gelas) dalam air panas akan
lebih baik.

Demikian penjelasan kami, terima kasih sebelumnya untuk perhatian mbak 
akan produk-produk UHT yang kami produksi, jika ada hal-hal yang kurang 
jelas jangan sungkan untuk menghubungi kami kembali.
____________ _________ _________ ______
PT. Tetra Pak Indonesia
Ronny Hendrawan
Proses UHT: Upaya Penyelamatan Gizi Pada Susu

Sumber : WASPADA Online

Oleh : Prof Dr Ir Made Astawan MS

Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan. Susu 
disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya 
yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, karbohidrat, lemak, 
mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin A, C dan D dalam jumlah memadai. 
Manfaat susu merupakan hasil dari interaksi molekul-molukel yang 
terkandung di dalamnya.

Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan 
bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan 
alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat 
perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998) . Dalam prakteknya sangat kecil 
peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI tersebut di atas. 
Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam 
bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT) maupun susu bubuk.

Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 63-72 
derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri 
patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6 derjat 
Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan 
zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya 
pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer. 
Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik 
dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu 
bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly 
skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder) 
(SNI 01-2970-1999) .

Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan 
pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjat 
Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi 
bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun 
patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk 
mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma 
dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.

Proses Susu UHT

Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan 
pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk 
membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik. 
Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku, 
proses pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah
susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi. Hal 
ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang 
terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan mengandung 
zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan bahan-bahan toksis 
lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan menghasilkan susu dengan 
komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar juga harus didukung oleh cara 
pemerahan yang benar termasuk di dalamnya adalah pencegahan kontaminasi 
fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja. 
Susu segar yang baru diperah harus diberli perlakuan dingin termasuk 
transportasi susu menuju pabrik.

Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT juga 
harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan menggunakan 
alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan. Seluruh
proses dilakukan secara aseptik.

Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik 
multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara 
sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri
perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. 
Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya sehingga 
cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya dengan terlindungnya dari 
sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun akan tetap terjaga. Setiap 
kemasan aseptik multilapis susu UHT disterilisasi satu per satu secara 
otomatis sebelum diisi dengan susu. Proses tersebut secara otomatis 
dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan manusia sehingga menjamin 
produk yang sangat higienis dan memenuhi standar kesehatan internasional.

Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptic multilapis menjamin susu 
UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet dan tak 
perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah diproduksi.

Keunggulan Susu UHT

Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada 
susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu 
dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur 
simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain itu susu 
UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh mikroba
(patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga potensi 
kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Kontak 
panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna, 
aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi, relatif tidak berubah.

Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan 
menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu 
gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar menjadi 
susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein. Di lain 
pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi pada pengolahan susu 
cair
menjadi susu bubuk.

Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya pigmen 
coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard adalah reaksi 
pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan protein susu
akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama 
seperti pada proses pembuatan susu bubuk. Reaksi pencoklatan tersebut 
menyebabkan menurunnya daya cerna protein.

Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama juga 
dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu perubahan 
konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh manusia umumnya 
hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L. Dengan demikian proses 
rasemisasi sangat merugikan dari sudut pandang ketersediaan biologis 
asam-asam amino di dalam tubuh.

Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah berdampak 
kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk olahan susu. 
Penurunan ketersediaan lisin pada susu UHT relatif kecil yaitu hanya 
mencapai 0-2 persen. Pada susu bubuk penurunannya dapat mencapai 5-10 
persen.

Tip Penggunaan Susu UHT :

1. Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus 
disimpan
pada refrigerator.

2. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 
50
derajat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel
akibat kerusakan protein.

3. Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama 
yang
umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi 
akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba pembusuk 
tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk
menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung.

4. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam. Selain 
menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga 
menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu menjadi
berflavor dan beraroma masam.

5. Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi susu 
oleh
bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan pemecahan
protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan
pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu
menjadi pecah dan agak kental. (sh)

Thank's and Best Regards
Yayuk Triwahyuni
PT. Yanmar Diesel Indonesia
Jl. Raya Jakarta Bogor KM.34,8
Sukmajaya, Depok 16415
Tel: +62 21 874 1558, Fax : +62 21 874 1610



oswald oswald <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
07/27/2007 08:58 AM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
[Ayahbunda-Online] susu UHT









dear all,

2 hari yang lalu secara tidak sengaja saya membelikan wijaya (2th 7bl) 
susu kemasan merk Y*S rasa anggur dan strawberry. tidak disangka ternyata 
dia suka sekali. (padahal biasanya dia susah sekali minum susu-- mesti 
disendoki). setelah saya coba sendiri ternyata susu tersebut sama sekali 
tidak terasa seperti susu, malah spt sari buah- (wijaya paling suka minum 
fruit tea, teh kotak, dll yang manis2)
karena ragu, saya browsing internet, dgn topik susu UHT. ternyata saya 
baru tahu kalo susu UHT lebih unggul dari susu bubuk.
pertanyaan saya :
1. apakah susu merk Y*S tersebut memang termasuk susu UHT ?
2. kalau memang susu UHT lebih unggul dari susu bubuk, kenapa produsen 
susu2 tersebut tidak pernah mempromosikan keunggulannya ??? --- kalau 
memang bener2 sehebat itu ... harusnya ditonjolkan dalam iklannya kan..
3. kenapa juga pemerintah tidak mengkampanyekan penggunaan susu UHT, 
seperti ASI yang belakangan ini gencar di kampanyekan.

demikian pertanyaan2 yang masih berputar2 di otak saya. ada yang bisa 
bantu kebingungan saya ???

thanks before,

mamanya Wijaya

---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke