Mbak Sita, 

thanks sudah menjawab. tapi kalo boleh memperpanjang diskusi kita :

mungkin saya tidak mengikuti iklan yang di majalah, tetapi setahu saya iklan 
susu UHT yang di TV hanya menyebutkan kalo produk mereka penuh gizi dan kalsium 
dll, dll. jadi kita mengira produk tersebut hanya produk CAMILAN/ SAMPINGAN  
saja yang bukan mengandung vitamin.  tapi bukan produk yang lebih bagus dan 
bisa menggantikan  susu formula.

padahal kalo memang UHT lebih kaya vitamin dari susu for, hrsnya dia khan dia 
bener2 menonjolkan keunggulannya tsb. spy produknya lebih laku.
"sudah murah, lebih terjamin vitaminnya"--- kayak iklan kartu telpon itu lho yg 
menyebutkan kelemahan kompetitornya.

krn itulah saya juga menjadi ragu2 apakah perlu mengganti susu for menjadi susu 
UHT ??? (kebetulan kemarin saya ribut dgn suami masalah ini-- katanya dia tidak 
mau mengikuti hal yang tidak umum-- dokter juga tidak pernah menyebut hal ini). 

bukan saya menyalahkan pemerintah, tetapi kenapa juga tidak ada salah satu 
media yang membahas hal ini seperti tema ttg stimuno kemarin. (merusak ginjal)

mungkin kalo ada teman yang punya teman di media , bisa mengusulkan untuk 
mengangkat masalah susu UHT ini di medianya. spy kita semua jadi ortu yang gak 
bodoh lagi.

sekian..

mamanya wijaya


Sita Sidharta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
 ----- Original Message ----- 
 From: oswald oswald
 
 2. kalau memang susu UHT lebih unggul dari susu bubuk, kenapa produsen susu2 
 tersebut tidak pernah mempromosikan keunggulannya ??? --- kalau memang 
 bener2 sehebat itu ... harusnya ditonjolkan dalam iklannya kan..
 
 kalau diiklan cetaknya ada kok. coba deh liat majalah2 ibu anak macam 
 ayahbunda, parenting, etc. Disitu rasanya tiap edisi ada iklan uht dengan 
 segala keunggulannya.
 
 3. kenapa juga pemerintah tidak mengkampanyekan penggunaan susu UHT, seperti 
 ASI yang belakangan ini gencar di kampanyekan.
 
 ASI 6 bulan merupakan program pemerintah dan WHO. Asi hanya bisa diproduksi 
 oleh ibu atau mereka yang ingin menyusui, dan masa ekslusifnya hanya 6 bulan 
 pertama, gratis pula. Dampak ibu menyusui jauh lebih dasyat untuk bayi dan 
 untuk ibu. Anak jadi nggak mudah sakit, lebih pintar, etc etc etc.Sehingga 
 kampanye ASI menjadi sangat penting dan pemerintah berkepentingan 
 mengkampanyekan hal ini kalau ingin punya penduduk yang sehat dan pintar.
 
 Susu UHT adalah produk komersil tandingan SuFor. Nggak gratis. Sifatnya 
 supplemen untuk anak 1 tahun keatas. Bukannya membela pemerintah atau apa 
 ya, tapi rasanya kampanye minum susu belum masuk prioritas tinggi.
 Lha wong angka kematian ibu melahirkan aja masih tinggi, gimana lagi mau 
 kampanye minum susu yang nggak gratis? Yang gratis aja masih ada yang nggak 
 mau ngasih karena kemakan sama dasyhatnya iklan SuFor.
 
 sori ya kalau nggak bantu.
 
 my 2 cents,
 sas
 
 
     
                       

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke