subhanallah ya..mba...salut deh perjuangannya... klo bisa jangan sampe putus ya..mba..asinya meski harus balik ke kantor lagi.. ntar klo si baby dah gede pasti deh punya kepuasan sendiri..anak asi punya kelebihan sendiri,dgn anak yg diberi formula.
----- Original Message ---- From: dewi citrowati <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, October 2, 2007 1:52:04 PM Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Perjuangan ASI Eksklusif di RSIA Hermina Podomoro Sunter thanks juga ya buat doa2nya. tekadnya sih terus sampe 2 tahun tuh mba. amin.......... saya sengaja bikin tulisan ini supaya ibu2 ngga menyerah kasi ASI ke baby2nya. perjuangan ini kan cuma sebentar dibandingkan manfaat yg bayi2 kita dapet sampe gede nanti. semangat yaaaaaaaaa..........!!! On 10/2/07, ai keren <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hallo Mb Dewi, > Salam kenal...Salluuuutttt banget ama perjuangan mb...insya Allah bayinya > tambah sehat terus dan ibunya juga cepet pulih stlh oprasi cesar...terus asi > eksklusif ya Mba...krn memberikan asi mrpkn moment yg paling 'amazing' buat > kita dan bayinya...salluuuuttt bgt sama mb....may God bless You and your > family... > Cheers, > Ai > > dewi citrowati <[EMAIL PROTECTED] <dewicitrowati%40gmail.com>> > wrote: > Kisah Buah Hati dan Buah Dada (sebuah perjuangan pemberian ASI Eksklusif) > > Tanggal 10 September 2007 saya melahirkan bayi perempuan melalui > operasi Caesar di RSIA Hermina, yang kami beri nama Sarah Aliya > Rusydi. Sarah lahir dengan keadaan ngga sehat, karena paru parunya > kemasukan air ketuban saya yang sudah berwarna hijau karena tercemar > mekoneum. Akibatnya Sarah kesulitan napas dan mesti dirawat di NICU > dengan selang ventilator (mesin pembantu napas) di mulutnya yang > membuat dia ngga bisa dikasi makanan atau minuman. > > Dua hari setelah melahirkan, payudara saya mulai produksi ASI tapi > sulit keluar karena ngga ada hisapan bayi. Rasanya mules banget Sarah > jg belum bisa dikasi minuman, cuma infus aja. Padahal saya ngga sabar > banget pengen kasi dia ASI. > > Hari ketiga dokter bilang Sarah udah boleh minum ASI sedikit > sedikit. Saya coba perah payudara pake tangan tapi susah bgt > keluarnya, saya kumpulin setetes demi setetes tapi cuma dapet kira > kira 1 sendok makan. Saya jadi pesimis, mana bisa diminumin kalo cuma > sesendok? Waktu saya jenguk Sarah, saya cerita ke suster dan suster > bilang bawa aja ASInya meski sedikit karena porsi ASI Sarah waktu itu > emang masi sedikit, 3 ml. Akhirnya ASI perahan susah payah yang masi > berupa kolostrum itu disuntikin langsung ke lambungnya lewat selang di > mulut Sarah. Anehnya, ASI hasil perahan saya waktu itu ternyata pas > banget dengan porsi minum dia, 3ml! Subhanallah Rasanya lega bgt ada > kolostrum masuk ke tubuh Sarah, karena saya yakin pasti bisa banyak > bantu pemulihan dia. > > Sejak masuk ASI, pemulihan Sarah makin cepat, porsi ASI juga ditambah > terus sama dokternya ke 5ml, 10ml, 15ml, dst sampe sampe saya dan > suami mesti kejar tayang memerah ASI. Untung banget dibantu sama > suster suster di RSIA Hermina yang mengajari bagaimana pijat > payudara dan bagaimana memerah ASI pake tangan. Saya juga dipinjami > pompa ASI paling canggih, Medela Lactina Plus. Bener bener ngebantu > deh Buat pompa ASI Sarah, saya dibantu sama sekaligus 3 orang anggota > keluarga, karena sulitnya ASI keluar. Alhamdulillah, hasil gotong > royong kami sukses memasok kebutuhan ASI Sarah. > > Di hari ke 5, saya menemui ujian baru buat perjuangan ASI Eksklusif > saya. Dokter bilang saya sudah boleh pulang ke rumah, sementara Sarah > masi harus tinggal di rumah sakit buat dirawat. Saya harus memompa ASI > lebih banyak lagi buat stok kebutuhan Sarah sementara saya ngga ada di > rumah sakit. Saya dan suami harus beli pompa ASI baru dan bolak balik > rumah sakit buat delivery ASI Sarah.. Kami beruntung karena suster2 di > RSIA Hermina supportive banget sama program ASI Eksklusif. Sejak awal > saya sudah bilang saya mau Sarah hanya diberi ASI. Sejak itu di papan > namanya ditulisi ASI Eksklusif, warna merah. Mereka ngga berani kasi > susu formula meski stok ASI saya habis. Setiap ASI hampir habis, > suster telepon saya buat kasi tau, jadi kami buru buru ke rumah > sakit buat bawain ASI, meski jam 3 pagi (pas banget lagi bulan > Ramadhan, sekalian suami saya bangun sahur). Dalam sehari, bisa sampai > 3 kali kami ke rumah sakit demi mengantar ASI. Masa masa ini adalah > masa yang paling sulit, karena kebutuhan ASI Sarah makin banyak > sementara stok ASI saya hampir habis terus. Hampiiiiiiir saja saya > menyerah pakai susu formula. Sampai sudah sempat tanya tanya susu > formula yang bagus merek apa. Untunglah suami saya berusaha menguatkan > saya buat terus kasi ASI, suster di RSIA Hermina juga meyakinkan saya > bahwa ASI tetap yang terbaik, jadi saya semangat lagi. > > Sampai suatu hari saya ditelepon suster yang mengabari saya sudah bisa > menyusui langsung. Wah senangnyaaaaaaaaa Rasanya sulit digambarkan > bagaimana pertama kali saya memberi ASI langsung dari payudara saya, > setelah lebih dari seminggu saya bahkan tidak bisa menggendongnya. > Alhamdulillah . Sejak saat itu selain mengirim stok ASI, kami juga > tinggal di rumah sakit untuk menunggu saat Sarah sudah butuh ASI lagi, > supaya bisa menyusu langsung dari saya. Setiap hari kami dua kali ke > rumah sakit, "nongkrong" selama sekitar 4 jam lalu pulang (jadi sekali > dating 2 kali menyusui langsung), kadang2 bisa sampai jam 1 pagi. > Semua demi memenuhi kebutuhan ASI Sarah. > > Berkat perjuangan kami, sampai Sarah benar2 sehat dan boleh pulang ke > rumah (12 hari di rumah sakit) dia ngga pernah kebobolan susu formula. > Sekarang Sarah sudah di rumah, ASInya 100ml sekali minum, badannya > juga sudah mulai montok. Beruntung sekali ASI saya lancar, sampai bisa > stok di freezer buat masa2 saya kembali ke kantor nanti. > Alhamdulillah Saya benar - benar berterima kasih pada Allah yang > telah memberi kekuatan dan ASI yang melimpah kepada saya. Saya juga > berterima kasih kepada suami yang selalu menguatkan dan mendukung > saya, juga suster - suster dan dokter di RSIA Hermina yang banyak > membantu program ASI Eksklusif saya. Semoga membuahkan hasil yang baik > buat Sarah sampai ia besar nanti. Amin................... > > -- > Dewi Citrowati > www.cinnamoniac.multiply.com > > Subscribe: [EMAIL PROTECTED]<ayahbunda-online-subscribe%40yahoogroups.com> > Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]<ayahbunda-online-unsubscrib%40yahoogroups.com> > > Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]<momsmart-subscribe%40yahoogroups.com> > > Yahoo! Groups Links > > --------------------------------- > Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV. Watch previews, get > listings, and more! > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- Dewi Citrowati www.cinnamoniac.multiply.com [Non-text portions of this message have been removed] Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ____________________________________________________________________________________ Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out. http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545469 [Non-text portions of this message have been removed] Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
