Bu Fifi.....sekedar berbagi aja. Aku juga orangnya mudah emosional. Beruntung 
kalo ke anak aku bisa nahan karena aku selalu berfikir "mau jadi seperti apa 
anakku nanti". Aku takut dia mencontoh hal-hal yang gak baik. Saya takuuuut 
sekali. Kalo dia dah besar nanti....jangan-jangan dia akan berani ke orang 
tua....ke Ibu yang pernah mengandung dan membesarkannya....
Saya juga yakin...jika kita memberikan kasih sayang, kita juga akan memanen 
kasih sayang. Semakin anak dikerasin, dia akan semakin keras....soalnya saya 
juga begitu he he he. Kalo semua sudah keras....ya tamatlah riwayat....Sukurlah 
dengan mengingat hal itu, saya jadi bisa menahan diri.Kegiatan agama dan sosial 
juga membantu. Paling enggak, hati jadi tentram. Hidup kita juga gak monoton. 
Berdiskusi dengan suami saya yakin juga bisa membantu. Saya juga selalu 
menyampaikan semua uneg-uneg ke suamiku, termasuk dalam hal mengasuh anakku. 
Senengnya, juga jengkelnya. Semoga cepat sembuh ya Bu marahnya he he he. 
Sayangi hidup Ibu dan buah hati Ibu. Mudah-mudahan kita selalu termasuk orang 
yang sabar dan Zidan tumbuh menjadi anak yang sehat dan menyayangi kedua orang 
tuanya.

Mama Omey






  ----- Original Message ----- 
  From: fifi 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, October 05, 2007 4:30 AM
  Subject: [Ayahbunda-Online] tolong, saya mudah marah


  Salam kenal ayah bunda semua

  Saya anggota baru milis ini. nama saya Fifi, dan jagoan kecil saya namanya
  Zidan, 1 tahun 9 bulan.

  Saya punya masalah nih. Akhir2 ini saya mudah sekali marah. Dan yg jadi
  sasaran kemarahan saya tidak lain tentu Zidan. Kalau sedang capek, atau
  sedang jengkel sama suami atau orang lain, saya jadi mudah sekali terbakar
  emosi. Padahal dulu saya selalu bisa bersabar dan menahan diri, meski pun
  Zidan ngacak-acak rumah atau ngompol di mana-mana. Entah karena sekarang
  Zidan semakin "aktif", atau saya memang yg perlu "diterapi". Memang sih,
  belum sampai ke fisik. Tapi kalau sudah marah, wajah saya mengerikan seperti
  monster dan suara saya mengaum seperti macan. Memang sih setelah marah saya
  selalu menyesal dan minta maaf pada Zidan, sambil nyiumin dia berulang kali
  saking menyesalnya. Tapi saya khawatir kalau semakin lama penyakit saya ini
  semakin parah dan jelas akan berdampak buruk pada Zidan. Sekarang saja Zidan
  jadi ikut2an suka ngamuk, mungkin nyontoh ibunya ini.

  O iya, saya ngerawat anak saya sendirian. Suami saya berangkat pagi pulang
  malam. Ketemu dengan Zidan hanya beberapa jam sehari (kecuali sabtu dan
  minggu). Tapi tentu saja jam "aktif"nya Zidan pagi sampai malam sebelum
  tidur, waktu ayahnya tidak ada di rumah. Tidak ada orang tua atau kerabat
  lain yang berada di dekat saya, tidak ada pembantu juga. Jadinya semua
  amarah, jengkel, dan kesal saya limpahkan ke Zidan dan diri saya sendiri.

  Plis aybuns, beri saya masukan, saran, marahin saya deh kalo perlu, biar
  saya bisa jadi ibu yang sabar dan ga gampang marah lagi.

  fifi

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke