Dear all.... Saya coba cross posting...barangkali saja bermanfaat.
Bu Jul...mohon maaf.....artikelnya saya posting disini buat pencerahan semua..... semoga bermanfaat salam, Bundaghozan http://ghozan.blogsome.com ----- Original Message ----- From: "Adi D. Adinugroho" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, November 20, 2007 9:02 AM Subject: Re: [anakberbakat] (TANYA): Fingerprint test > Halo alls, > > Di awe bu Kassandra jadi nyaut...hehe... > > Jawab singkat dulu aja ya... > > Ini fingerprint test yang model mana sih yang dibicarakan? > > Kalau lihat info yang diattached koq ngoprek teori multiple intelligences...weeh ya piye ya ngejawabnya hehehe..wong landasan dasar pemahamannya ttg intelligence sudah ngawur hehehe capeek deeey ...daku ogah ngoprek MI lagi ah..bosyen bin eneg..hehehe.Sama aja ini dengan aliran : ngeramal garis tangan itu loh...hehehe...personally ya saya sih bilang itu metode pepesan kosong. Karena nggak ada riset EBP yang membuktikan adanya keterkaitan antara garis tangan dengan kemampuan anak untuk belajar, intelegensi, apa lagi untuk prediksi kondisi kekhususan...edun aja...ngapain dong kalau gitu ada beragam bidang ilmu kedokteran, psikologi dan pendidikan kalau emang semua bisa dilihat dari garis tangan...mending berguru sama mbah Marijan aja mesisan...gitu...=). Jangan dicampur campur antara EBP dan Non EBP ntar bisa mumet dhewe. > > FYI Kalau ngomongin ttg Fingerprint test di US sini ya yang ada fingerprint test untuk test DNA..(biasanya disebut DNA Fingerprinting test). Ini pun bukan berarti itu garis tangan di ramal dan di analisa...wekekekeke...kalau gitu mah aliran perdukunan dong ah...=0P. Untuk DNA fingerprint test biasanya sample yang diambil dalam bentuk : sample darah, sample rambut, sample saliva atau cel-cel tubuh lainnya yang bisa dijadikan acuan analisa DNA. Kenapa koq disebutnya DNA fingerprint test walau nggak pake fingerprint beneran ngetest nya?...Karena pada prinsipnya test ini bisa memberikan informasi genetic atau blue print genetic seseorang yang memang masing-masing unik...Karena sangat jarang (dan hampir nggak ada) orang yang memiliki informasi cellulars (DNA Cell) yang identik antara satu dengan lainnya (even pada saudara kembarpun ada slightly differences), sama halnya dengan prinsip keunikan sidik jari (finger prints) yang pada masing-masing orang itu > berbeda (Kalau dipikir ini menunjukkan salah satu kebesaran TUHAN, bisa menciptakan beratus juta manusia dengan identitas asli yang beda-beda..subhanallah). Maka dari itu test itu disebutnya DNA fingerprint test. Gitu Loh...! > > Fungsi DNA Fingerprint test ini untuk apa? Untuk mendapatkan informasi blue print DNA/susunan cellular DNA pada seseorang. Lantas kalau sudah tahu blue printnya buat apa? Blue print DNA bisa digunakan untuk : > a) menentukan paternity (siapa bapaknya (kalau ibu mah pasti tahu lah yaw...kalau itu anak tiba tiba lahir dari pohon ya namanya anak memedi...hiii nakutin hehehe...anak memedi belum jelas apakah bisa diukur DNAnya pake test ini..=0P..) > > b) untuk keperluan forensik (forensic sciences) bisa membantu pemecahan masalah kriminal > > c) untuk identifikasi (mayat gak jelas IDnya, atau anak ilang/nemu anak gak jelas IDnya dll pokoknya related dengan identitas) > > d) untuk memprediksi apakah ada hereditary desease yang bisa diantisipasi untuk masa mendatang. Misalnya Blue Print DNA XYZ kalau di campur dengan blue print DNA UYT kemungkinan besar akan menghasilkan kromoson BGD yang merupakan kromosom penyebab penyakit R (ini misalnya)...maka test ini berguna untuk antisipasi...(kalau mau nikah test kecocokan DNA, darah dll...meminimalkan masalah-masalah hereditary dimasa mendatang). > > Apakah di US test ini digunakan untuk mendiagnosis suatu penyakit atau suatu kekhususan? > Jawabnya : TIDAK. > Apakah di US test ini digunakan untuk menganalisa suatu kondisi kekhususan seperti LD, ADHD, AUTISM dll? > Jawabnya : TIDAK > Apakah di US test ini digunakan untuk mengukur dan menganalisa kadar intel legensi seseorang? (Even bagi mereka yang menganut pemahaman Multiple Intelligence-nya mbah Gardener)? > Jawabnya : TIDAK > > Kalau nggak percaya sama saya...sana coba aja e-mail/hubungi langsung via phone aja tuh mbah Gardner, ini alamatnya : > > Harvard Graduate School of Education > 14 Appian Way > Larsen 201 > Cambridge, MA 02138 > > Phone (617) 496-4929 > > E-mail howard @pz.harvard.edu > > Hehehe...kalau dia lagi gak sibuk pasti dijawab...biar tambah puyeng banyak yang nanya kekeke....bisa semaput dia kalau tahu ada yang bisa ngukur multiple intelligence dengan cara membaca garis-garis tangan dan sidik jari hehehehe....lha wong beliau sampai sekarang masih puyeng ngoprekin gimana cara ngukur Multiple Intelligence secara ilmiah koq....dia juga bingung banget banyak yang suka comot teorinya untuk hal hil macem-macem nggak masuk akal. > > Kalau ngotot bilangnya di Indonesia bisa.......yaaa monggo mawon.........hehehe...kan tinggal tanya kepada yang bersangkutan gimana metode pengukuran, analisa dllnya...lihat aja, masuk akal nggak?Kalau beneran hebat tentunya si empunya teori sendiri akan terjun langsung meneliti keampuhan metode tsb.......kalau nggak ya nggak usah dipikirin...cari intervensi yang pasti-pasti ajalah...resikonya kan besar buat anak kita... > > Gitu dulu ya, mohon maaf kalau ada salah kata...semoga ini ada manfaatnya, > > Salam, > Adi > > ----- Original Message ---- > From: A. Kasandra Putranto <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Sunday, November 18, 2007 11:07:15 PM > Subject: RE: [anakberbakat] (TANYA): Fingerprint test > > Bu Intan, > > Kebetulan saya menerima surat penawarannya (saya sertakan di bawah ini). > Yang jelas harganya mahal sekitar Rp. 1.500.000,-. Tetapi mereka tidak > menjelaskan bagaimana teknik pengukurannya, validitas ataupun > reliabilitasnya. Memang agak diragukan kesahihannya, sehingga mudah > diduga sebagai metode alternative. Memang agak sulit dipercaya apakah > memang jalur-jalur atau garis tangan mampu menunjukkan kapasitas > inteligensi kita. Maka kembali lagi kepada orang tua berkenan untuk > mencoba atau tidak. > > Bu Adi, > > Apa bisa memberikan pencerahan ? Mungkin di Amrik, udah ada kabar > terkini ? > > > Kasandra ----- Original Message ----- From: "Adi D. Adinugroho" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, November 20, 2007 1:20 PM Subject: Re: [anakberbakat] (TANYA): Fingerprint test > Tampaknya Indonesia memang perlu punya lembaga/aliansi independent yang bisa menangani/menangkal derasnya perkembangan pseudosciences & scientific fraud yang membahayakan masyarakat ya..idealnya lembaga/aliansi independent tersebut isinya manusia dari beragam bidang disiplin ilmu yang memiliki prinsip EBP dan ethic dalam bidangnya..Hanya saja kendala yang sudah bisa saya bayangkan adalah unsur "kepercayaan & budaya" terhadap hal-hal yang tak masuk akal bahkan klenik yang cukup mengakar kuat di Indonesia sepertinya memerlukan waktu yang cukup lama dengan pendekatan sosiologis yang harus strategis...bukan pekerjaan mudah dan cukup alot untuk bisa merubah cara pandang masyarakatnya..However ini hal yang menarik, InsyaAllah akan saya coba diskusikan dengan temen-temen lainnya dari beragam disiplin ilmu. Karena fenomena ini nggak hanya terjadi di bidang kedokteran, psikologi maupun pendidikan tetapi juga dibidang lainnya (Ada rekan saya yang cerita..di Indo > itu sampai-sampai bikin jembatan untuk memutuskan seberapa jauh kekuatan jembatan tidak lagi semata berdasarkan hitungan dan analisa scientific tapi musti juga nanya ke perewangan lengkap dengan ramalannya dll...duuh pripun dong ya..lha emangnya mbah dukun belajar ttg ilmu membangun jembatan?...heran banget deh..) > > BTW terima kasih atas sarannya, iya nih musti lebih banyak nulis "serius"...SIGH..terima kasih sudah di "slentik" dan diingatkan. Terus terang untuk sementara ini kadang waktu suka terbatas sekali untuk kirim tulisan dan follow up etc...=(. Jangan segan untuk terus mengingatkan saya ya...doakan semoga satu saat nanti (mudah mudahan sih segera ya) saya bisa memenuhi hutang menulis dan mensosialisasikan tulisan dengan lebih luas. > > PS. Bu Kassandra, info surat tawarannya boleh dikutip nggak? > > Salam, > Adi ----- Original Message ----- From: "Adi D. Adinugroho" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, November 20, 2007 2:01 PM Subject: Re: [anakberbakat] Re: (TANYA): Fingerprint test (genetik) vs HW Gardner > Bu Jul, > > re: > Bu Adi masih sebel ya sama kecerdasan otot ala Howard Gardner? Kirain > > kalau Saptu Minggu bikin sambel goreng Howard Gardner. Eh kalau main > > bola kaya Ronald Dinho kecerdasannya dimana? di kaki atau di otot? > > Tapi bolanya gak boleh bola besi ya? Kalau kecerdasan di dengkul bisa- > > bisa kalau jatuh ntar geger otak dong ya. > > > > Yang saya heran itu di Indonesia suka jadi "kreatif" banget ngarangnya itu loh luar biasa deh..hehehe... > If only energi dan kepandaian mengarang ndobos tersebut di salurkan di jalur EBP yang bener...kan lumayan tuh karena ternyata banyak juga orang Indonesia yang berjiwa "inventor" hehehe....sayangnya banyak yang lebih suka jalan pintas dan ndobos edun edunan....jadi gimana ya, yang waras jadi suka puyeng juga bacanya. > > Again saya pribadi nggak sebel sama kang Howie (I have many respect for him as a scientist & professor/teacher), banyak kerja-kerjanya yang lain (diluar teori mumet MI) yang cukup signifikan dalam memperkaya dunia riset dibidang psikologi dan pendidikan. Yang menyebalkan itu yang ngambil "plek" teorinya tapi nggak tau dang ding dung main sabet aja diterapin ke umum lantas bilangnya berdasarkan teori tsb...lha lebih edun bilangnya bisa mengukur hal yang tak terukur..bahkan oleh si empunya teori tsb....kan aneh...seperti yang bu Julia bilang, bentuk fingerprinting baik fingerprinting beneran maupun DNA fingerprinting, memang semua turunan dasar teorinya ya teori-teori genome yang nota bene EBP banget dan hard core Nature theory...nota bene : di tolak oleh prinsip dasar teori MI..(lha mangkanya dia bikin teori ada beragam rupa jenis keping kecerdasan...kan karena nggak mau/menolak unsur herediter/genetic alias Nature) hehehe... > > Nah modelnya intervensi : alternative yang nggak jelas biasanya akan berusaha "berbau ilmiah" biar laku...nah ini yang bikin aku sebel dan suka naik darah karena mereka jelas-jelas nggak sopan memanfaatkan ketidak tahuan dan ketakutan masyarakat untuk dijadikan target market yang empuk. itu kan kurang ajar namanya...=). > > Yo wis...kalau gitu bu Jul yang sering mulih ke Indo, musti diingetin tuh yang pada menganut MI kacaw bulau..supaya pake helm dengkul...jadi kalau jatuh dengkul kaki kejeduk..."kecerdasan dengkul" bisa tetap terjaga dan aman.....(rolled eyes...SIGH!). > > Salam, > Adi
