Saya pernah baca literature (saya sendiri lupa dimana, soalnya sudah lama
banget), bahwa dalam otak anak batita, tidak mengenal kata "tidak",
"jangan","no", "don't" sehingga kalau kita katakan "tidak boleh" : itu
ditangkap menjadi "boleh", kalau kita katakan "jangan pukul", mereka tangkap
itu menjadi "pukul". Dan seterusnya. Dan menurut literatur itu lebih lanjut,
itulah makanya biasanya psikolog anak melarang penggunaan kata "jangan" dan
"tidak" dalam membesarkan anak. Lebih baik dengan mengalihkan dengan cara
yang kreatif.
Disalah satu majalan juga pernah baca, bahwa sebaiknya kita tidak
membiasakan anak dengan menyalahkan yang lain atau mencari "kambing hitam"
dari setiap yang dialami anak. Karena itu akan tertanam dalam benak anak dan
menjadi salalu menyalahkan orang lain. 
Apa yang kita tanamkan pada anak kita pada saat masih kecil, ibarat kita
melukis diatas batu. Saya alami sendiri, ayah saya dulu waktu saya berumur
satu setengah tahun, sampai sekarang saya masih ingat dengan runut, episode2
yang ayah saya ceritakan itu. Umur seditu juga, saya pernah dimarahi ayah
saya, karena saya merobek kitab suci agama saya, sampai detik ini saya masih
hafal semua detail kejadiannya. Sementara banyak kejadian yang saya alami
setelah SMP, SMA, kuliah dan seterusnya malah lupa. 
Saya rasa disinilah seni-nya membesarkan anak, banyak hal-hal yang uniq dan
menyenangkan. 

Salam
Rachmat Os Halawa/A. Raihan


-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of - Yusri -
Sent: 11 Januari 2008 19:56
To: [email protected]
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Bayi mulai meniru mukul

Ikut sharing pengalaman, ya....
Saya ibu 3 anak (9thn, 7thn dan 2 thn). Dulu anak2 saya juga seperti itu
diusia yang sama dengan anak ibu. Hal itu wajar, kok bu. Si kecil memang
sedang dalam usia "meng-copy" segala tindakan dan perkataan kita. Tapi dia
belum bisa membedakan baik dan buruk serta menempatkan tindakan atau
perkataan yang dia "copy".
Walaupun kita memberitahukan pada dia bahwa "hal itu tidak baik", tapi tidak
langsung akan dimengerti oleh dia. 
Tapi kita harus tetap memberi tahu pada dia dan tetap mengatakan bahwa "hal
itu tidak baik", dan kita jangan bosan2 mengingatkan hal itu pada dia.
Nanti lama2 juga dia akan mengerti.
Dan yang harus kita sadari adalah : di usia inilah kita mulai mengajarkan
tata krama, etika, sopan santun, dll.

Semoga sharing saya cukup membantu......


Regards,
YUSRI
Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: ita abel <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Sun, 6 Jan 2008 23:53:35 
To:[email protected]
Subject: [Ayahbunda-Online] Bayi mulai meniru mukul


Dear MOMs, 
  
Mau sharing barangkali ada yang bisa bantu.. 
  
Tanggal 9 Januari nanti putri pertama saya berumur 1 tahun.  Sudah seminggu
ini anakku sering bercanda dengan cara mukul. Entah itu mukul lantai, atau
mukul ke barang dan parahnya mulai mukul ke kita atau pada siapapun yang
menggendongnya.  Awalnya mungkin karena dia sering liat kita lagi mukul
nyamuk atau memang beberapa minggu yang lalu kalo kepala anakku lagi kejedot
sesuatu kita yang dewasa ngajarinnya dengan cara mukul dinding atau sesuatu
yang menyebabkan dia terbentur, alasannya sih, mengalihkan perhatiannya
supaya ngga nangis yang berkepanjangan...tapi malah sekarang jadi sesuatu
hal yang ngga baik.  
Nah, bagaimana caranya supaya melatihnya untuk kembali normal ngga mukul2
lagi? kita (terutama orangtuanya) dan keluarga yang dirumah, sudah
memberitahu anakku walopun mungkin belum ngerti banget, kalo pada saat dia
mukul kita, kita bilang ngga boleh atau, jangan ya nak, ngga baik..cuma
mungkin dia pikir kita malah becanda, malah tetep aja mukul...aduh,...pusing
nih...malah salah ngasih contoh.. 
  
Sebelumnya trima kasih atas masukkannya. 
  
Salam, 
Mamanya Abel
 
----------------
Never miss a thing.  Make Yahoo your homepage.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http://www.yahoo.com/r/hs>   

Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links




Kirim email ke