Dear Pak Firman,
Wah saya jadi teringat diri saya sendiri membaca email bapak. Tapi yang pertama
saya mau ingatkan bapak jangan putus asa juga ya.
Saya ibu bekerja penuh waktu dengan 1 anak umur 14 bulan yang juga sangat
aktif. Kadangkala saya merasa bersalah meninggalkan dia bekerja dan juga sangat
kelelahan kala pulang dan anak saya sangat sangat bersemangat ke sana kemari.
Dari umur 10 bulan anak saya bisa berjalan kami orangtuanya tidak bisa meleng
sedikitpun dari dia. Sekarang dia sudah bisa naik tangga, panjat sana sini,
bahkan naik ke atas motor kakeknya setelah mengambil kuncinya terlebih dahulu.
Pintu ruang tamu/kamar/dapur terbuka sedikit saja langsung dia keluar main-main
di halaman.
Kalau saya ingin mengeluh, saya mengingat dari saya hamil sampai dia lahir dan
akhirnya bisa pintar seperti sekarang saya merasa melihat keajaiban yang
sepertinya tidak patut saya keluhkan apalagi putus asa. Saya menginginkan dia
sejak belum lahir, kenapa saya harus mengeluh?? Kemarin ketika tahun baru kami
berkumpul dengan sepupu yang punya 3 anak laki-laki yang jaraknya tidak terlalu
jauh dan semuanya aktif.....saya jadi tertawa sendiri....dia saja bisa 3 kenapa
saya cuma 1 saja bingung...malah sepupu saya bilang kalau anak tidak aktif kita
yang harus bingung ada apa dengan anak kita karena anak kecil kan ingin tahu
segalanya.
Beruntung saya dibantu suami, orangtua dan mertua dalam mengasuh anak saya dan
sampai sekarang saya tidak pakai pembantu pak....jadi sepulang kantor saya
menjemput anak di rumah neneknya, lalu pulang dan masih harus mengerjakan
pekerjaan rumah tangga sambil bermain sama anak saya. Rata-rata anak saya tidur
pukul 10 malam setelah puas main dengan kami. Duduk manis 5 menit tidak pernah
dia lakukan...ada saja aktivitasnya.
Jadi untuk saat ini mungkin bapak bisa membantu istri melihat rejeki yang
diberikan Tuhan lewat anak yang aktif ini..dan mungkin juga permintaannya
tinggal di rumah terpisah dari keluarga (ortu/mertua/kakak/dll) bisa juga
membantunya menghilangkan stress. IKomunikasi suami istri sangat perlu. Meski
sibuk bekerja suami istri tetap harus komunikasi meski sekedar menanyakan kabar
bagaimana anak hari ini...sudah apa...mau apa....jangan lupa tanyakan juga
kabar ibunya hehehe....
Bisa juga minta istri menceritakan masalahnya ke ahlinya atau orang yang paling
dia percaya siapa tau bisa membantu. Bawa juga anak konsultasi dengan DSA.
Maaf ya pak kalau tidak membantu dengan cerita saya. Semoga masalahnya segera
teratasi... dan saya yakin bapak tidak akan meninggalkan istri tercinta
kan............
Salam,
Dita
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.