Ibu, kalau boleh saya kasih saran, sebaiknya Ibu mulai berusaha untuk mengendalikan emosi Ibu dan mencoba menjadi lebih sabar lagi.... Kalau Ibu mau, semua pasti bisa ok.... Karena emosi dan sabar bukan merupakan sifat dasar yang kita miliki sejak lahir dan tumbuh selama masa pertumbuhan kita, dipengaruhi juga oleh lingkungan dimana kita tumbuh dan berkembang, jadi kedua sifat itu mungkin saja tidak bisa hilang karena sudah tertanam lama didalam diri kita, namun bisa dikurangi kok....
Saya juga dulu sebelum kawin dan punya anak, emosinya suka meledak-ledak, bahkan sampai sesudah punya anak juga terkadang masih suka emosi berlebihan, apalagi kalau di kantor lagi ada masalah kemudian anak di rumah badung, jadinya suka kesal sendiri dan kemudian marah-marah sampai banting pintu, bahkan di depan mertua lho.... Tapi setelah satu anak saya meninggal, saya jadi menyesal seumur hidup saya.... andaikan saya tahu umur anak saya sependek itu (tidak sampai 3 tahun), saya pasti tidak akan marah-marah dengan anak saya (dulu kalau saya kesal dengan suami atau mertua, saya terkadang suka melampiaskan kemarahan saya ke anak saya, bukan dengan pukulan, tapi jika anak saya badung, menjadi satu alasan bagi saya untuk memarahinya).... Jadi sekarang saya mencoba untuk sabar dan meredam kekesalan hati saya di depan anak saya, sebadung apapun, saya berusaha untuk tidak memarahinya, saya mencoba supaya nada suara saya tidak meninggi, dan menurut saya sh, so far cukup berhasil yah.... saya cukup membayangkan bagaimana seandainya besok Tuhan tiba-tiba memanggil anak saya itu, sementara hari ini saya memarahinya habis-habisan.... Umumnya anak meniru sifat kita Bu, dari sejak lahir dan terbentuk dengan melihat perilaku kita pada saat pertumbuhannya.... Mudah-mudahan setelah anak Ibu melihat kesabaran Ibu dan suami, akhirnya dia pun akan berkurang kemarahannya, dan kalaupun marah tidak sampai ekstreme dengan membenturkan kepalanya ke tembok.... Maaf kalau kepanjangan (sekalian curhat) dan jika jawabannya kurang dapat membantu.... Nini Mama Michelle ----- Original Message ----- From: b151nk b151nk To: [email protected] Sent: Friday, February 08, 2008 3:17 PM Subject: [Ayahbunda-Online] fwd: ANAKKU MEMBENCIKU Ayah Bunda, Bagaimana menurut kalian kalau kasus berikut? >ANAKKU MEMBENCIKU > >Aybun, saya bingung sekali dengan anak saya yg belum genap 2 tahun. Sebagai seorang ibu, hancur hati saya kalo melihat anak saya >kerap melawan saya dengan cara menendang, melotot, menyubit, atau dia mengancam dirinya dengan pukul kepala atau >membenturkan kepala. Memang suami saya orangnya sabar dan saya tidak, makanya kadang saya kerap emosi kalau lihat anak saya >tidak menurut kepada saya. Beda sekali dengan ayahnya yang penyabar. Sebagai info, saya sendiri bukan anak yang dekat dengan ayah >ibu saya, jadi saya sendiri sudah terbiasa dengan sikap ayah ibu saya yg cuek kepada saya. Anak saya tidak saya cueki n, bahkan saya >sangat sayang kepadanya, cuma penolakan2nya membuat hati ini sakit.. >Tolong masukan apa yang harus saya lakukan ketika anak saya mulai mengamuk, atau tips2 apa supaya saya sendiri sabar dan tidak >emosional melihat tingkah anak saya. > > ------------------------------------------------------------------------------ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. ::BCA::
