Mom Michelle,
Kebetulan dr keluarga saya ada yg asma (tp ada tante saya yg ktnya tdk py
keturunan asma tp setelah besar kena asma, tp gak tau dr kakek/nenek buyut
buyut sebelumnya ada riwayat asma apa tdk). Waktu saya bawa ke DSA yg lama (smp
3 bln tdk sembuh-sembuh/on off terus) di diagnosanya selalu alergi suruh di
nebules (smp saya beli alatnya) krn tetap tdk sembuh-sembuh lalu saya bawa ke
DSA di siloam tsb.
Mengenai pertanyaan mom apakah ada tanda-tanda waktu bayi di anak saya? smp
dia batuk tsb tdk menunjukkan wheezing yg dpt didenger secara jelas oleh
telinga awam. Krn asma dari segi serangan ada 3 tingkat, anak sy yg terringan
shg hanya terdengar wheezing saat diperiksa oleh dokter pake stetoskop. tp dr
sisi frequensi yg plg berat/sering kambuh istilahnya persistent. saya baru tau
ttg hal ini dr DSA tsb dr bukunya (ini salah satu yg saya maksud dg edukasi dr
DSA tsb).
Memang belum tentu anak mom akan didiagnosa asma.
Yang saya mau coba garis bawahi dr email saya sebelumnya adalah DSA tsb punya
sub spesialisasi pernafasan mungkin bisa jd pertimbangan mom (mungkin tdk hrs
ke DSA tsb mungkin ada DSA di dekat rmh mom yg py sub spesialisasi yg sama) tp
semuanya kembali ke mom ya yg mengerti kondisi & riwayat anaknya.
Tjahjo Liniarti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mbak Gita, tapi kalau dibilang asma, bukannya penyakit asma tuh
keturunan yah ? Sementara dalam keluarga saya tidak ada yang menderita asma
(kakek, nenek, papa, mama) anak saya tidak ada yang asma lo....
DSA saya sih curiganya alergi....
Kalau sinus, penyakit turunan bukan yah ?
Dulu-dulu anak saya tidak pernah batuk sekian lama karena DSA selalu kasih
antibiotik...
Baru sekarang-sekarang ini saja anak saya batuk sekian lama, apa mungkin
karena dulunya dikasih antibiotik makanya sekarang anak saya tidak mempan minum
obat batuk tanpa kandungan antibiotik ?
Kalau asma, apa mungkin baru timbul sekarang ini ? Apa tidak seharusnya dari
bayi sudah terlihat tanda-tandanya ?
Regards,
Tjahjo Liniarti
Analis SKRW IX - Matraman
Telp : (021) 8581259 VSAT 80342 ext 1512
Direct : (021) 8580383
----- Original Message -----
From: Gita Pat
To: [email protected]
Sent: Friday, February 08, 2008 10:53 AM
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Batuk gak sembuh-sembuh
Dear Mom,
Saya tdk punya pengalaman ttg THT ini, hanya sedikit share saja. Anak saya jg
batuk tdk sembuh-sembuh smp 3 bln lebih, kemudian saya bawa ke dokter anak FX
Marseno di siloam kebun jeruk ternyata anak saya dinyatakan asma persistent
(saya check ke dokter lain jg mengatakan anak saya asma juga). DSA FX Marseno
ini punya sub spesialisasi di pernafasan & orgnya cukup komunikatif & yg saya
suka DSA ini tdk sekedar memberi obat tp juga kita sebagai ortu di edukasi dg
dia share buku ttg asma & sinus (kebetulan anak saya jg sinus krn sdh batuk
kelamaan). Bukunya tdk tebal jd ringan utk dibacanya.
Hanya sayangnya pendaftarannya agak ribet & rame banget.
Tjahjo Liniarti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Moms, Dads, terutama Mba Yusri, help dong....
Beberapa waktu yang lalu waktu anak saya diperiksa DSA karena batuk, DSAnya
menyarankan agar anak saya diperiksa ke THT karena telinganya banyak "emas"nya
katanya. Setelah saya bawa ke THT, ternyata anak saya diperiksa juga dengan
alat (saya gak tau nama alatnya), katanya angka normal harusnya dibaah 30, tapi
anak saya hasilnya sampai 100 lebih....
Yang bodohnya saya tidak bertanya angka itu menunjukkan apa ?
kemudian anak saya disarankan oleh dokter THT untuk disinar / dipanaskan di
bagian telinga kiri 10 menit, kanan 10 menit dan hidung 10 menit, selama ± 5
hari berturut-turut, nanti biasanya angkanya akan turun meski gak drastis jadi
30 (angka normal), jadi trus nanti dilanjut sinar lagi 5 hari lagi, cek lagi ke
THT, dst hingga angkanya mencapai angka normal (dibawah 30).
Yang saya mau tanyakan :
1. apakah ada moms and Dads yang punya pengalaman serupa ?
2. angka tersebut sebetulnya menunjukkan apakah ? apakah tekanan gendang
telinga ?
3. jika saya tidak teruskan terapi penyinarannya, apakah akan berakibat
fatal/buruk/efek samping tertentu ? Kalau ada kira-0kira bisa menyebabkan anak
saya menjadi apa, tuli kah?
4. menurut dokter THT nya, karena anak saya batuk gak sembuh-sembuh dalam
jangka waktu lama, sehingga menyebabkan penumpukan cairan di telinga jadi kudu
disinar agar cairannya bisa kembali keluar lewat hidung, maupun kembali ke
tenggorokan lagi. Apakah betul demikian ? Kalau begitu apakah jika batuknya
sembuh, otomatis jika diukur lagi angkanya bisa langsung menjadi normal tanpa
harus dilakukan terapi penyinaran ?
5. Ada yang bisa rujuk DSA yang ahli/bagus menangani penyakit batuk anak yang
gak sembuh-sembuh gak ? Kalau ada yang dekat rumahku (daerah Cempaka Putih,
Jakarta Pusat). Anakku batuk dari tgl. 21 Jan lalu and sampai sekarang belum
sembuh juga, padahal sudah diinhalasi 3 kali, malah terakhir DSA nya minta
dikonsulkan ke dokter internist karena khawatir alergi.
Mohon pencerahannya yah....
Thanks sebelum dan sesudahnya....
Mama Michelle
---------------------------------
::BCA::
---------------------------------
Search. browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel
---------------------------------
::BCA::
---------------------------------
Search. browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel