hai ba arie..... salam kenal yach! Oya untuk long distence marriage sedang aku
jalani nih.... aku baru 2 minggu nikah, suami ku langsung tugas ke solo...
masih dalam negeri sih hehehe.....
Memang sih agak berat juga jauh dari suami, tapi ada enaknya juga, aku jadi
kangenan terus.... semua fasilitas teknologi aku pake... dari smsan, telp2nan,
email2lan.... kadang chat dengan suami...pokoknya setiap hari pasti kita
kontak. Yang jauh jadi terasa dekat... hehehe
_suci <[EMAIL PROTECTED]> wrote: alow Arie ... ,
selamat bergabung di milis yach (walo bukan sayah pemiliknya, hehehhe)
long distance marriage saya gak sedang menjalani, tapi pengen aja nimbrung
karna pernah mengalami ketika masih berpacaran :),
emang sih, rasanya gimanaaaa gitu yach ..
tapi initinya emang rasa percaya aja ...
lagi pula dijama sekarang, jarak yang jauh trasa dekat kan? ada email, bisa
chatting dsb ...
emang ini cuma teori, prakteknya sih agak susah .. palagi diluar negeri ya?
pengen denger swara/telponan mahal .... :)
tapi coba aja diingat sisi positipnya ya, suami kita jauh karna apa? demi siapa
?? :) ya gak??
duih... sorry ya kalo kurang membantu..., hehehhehe
skali lagi, salam kenal Arie ..
_suci (mama aiyla 9 months)
lucianjardea <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In [email protected], ARIE <[EMAIL
PROTECTED]> wrote:
>
> Hi semua...
> Kenalkan, aku Fitriandari atau Arie, umur 26.
> Punya anak perempuan umur 20 bln.
> Aku baru gabung dgn milis ayahbunda ini.
>
> Btw ada nggak di antara ayah-bunda semua yang menjalani long
distance marriage? Kalo ada boleh dong kita sharing secara aku juga
menjalani, aku tinggal di Klaten sementara suamiku tinggal dan kerja
di Dubai.
>
> Thanks....
>
>
> - Arie -
> Batik jualanku -- http://chezarie.co.cc
> Profileku -- http://profiles.friendster.com/chezarie
>
hai aku luciana, aku juga ngalami perkawinan jarak jauh. kami berdua
pns. suamiku sudah eselon4 jadi harus siap pindah kemana-mana, karena
kami gak punya channel atau pegangan atasan yang lebih tinggi.
anak kami dua, perempuan dua-duanya, kelas tk b dan tk a. sejak awal
kami sudah siap dengan kondisi seperti ini. hingga saat ini tiba,
kami mencoba setia pada komitmen kami dulu. saling percaya dan setia,
perhatian dan pengertian. selalu harus berkomunikasi lewat telepon
atau chatting atau saling mengunjungi.
anak-anak juga selalu kami ajak komunikasi sehingga mereka tidak
merasa tersisih walaupun orangtua berjauhan.
kadang-kadang juga anakku gak mau terima telepon..
sabar dan setia, kunci utama dan sekali lagi komunikasi.
semoga bermanfaat...
if ever you may have a big problem, don't say, "God I have a big
problem!", but instead ; "Hey problem, I have a big God and everything will be
okay!"