nimbrung ah.
okta saya juga belum jelas bicaranya. padahal saya ini ngoceh terus. saya juga 
sudah berusaha mengucapkan kata-kata dengan jelas untuk kegiatan sehari-hari 
supaya dia bisa menirukan dengan mudah. yang okta -1y8m- sudah jelas hanya 
mama-papa-dah (sudah)-suara harimau (aum)-cicak makan nyamuk (hap). setiap hari 
mendengarkan lagu taman kanak-kanak atau nonton vcd lagu anak-anak. kalau 
melihat reaksinya siy okta ngerti. ada lagu tentang boneka, dia ngambil 
bonekanya sambil nunjuk tivi. ada doa masuk ke kamar mandi, dia minta pipis ke 
kamar mandi.
jumat kemarin okta diajak ikut kelas trial di playgroup di jakarta. duh, jauh 
amat dari rumah ya. kan dulu okta mencari teman. jadi kami ingin melihat 
reaksinya setelah ketemu teman. katanya siy untuk anak seumur dia cukup 2 kali 
seminggu saja. kami pikir, kalau biayanya terjangkau, mungkin okta masuk kelas 
kalau sedang di jakarta saja.
ternyata, rame sekali di playgroup. hiruk pikuk juga. lha bayi-bayi besar 
berkumpul. okta mau masuk kelas kalau kami berdua ikut masuk. dia duduk manis 
lekat nemplok nempel. nggak mau duduk sendiri. memang memperhatikan tapi belum 
mau pisah. kalau salahsatu dari kami tidak tampak di mata, dia langsung berurai 
air mata. weleh weleh. kelihatannya dia suka tapi malu atau takut di lingkungan 
yang baru. kelihatan suka sekali kalau acara menyanyi sambil menari yang 
lucu-lucu itu. 
pas acara guling-guling, masuk terowongan, dan sebagainya, okta cuma 
dekat-dekat. di ujung terowongan. diam. didekat matras untuk guling. diam. di 
tangga dekat perosotan. diam. dia memperhatikan teman-temannya yang sudah lebih 
dulu sekolah. 
setelah sejam berlalu dan sekolah sudah mau bubar, okta baru berani 
berlari-larian di sekitar kami. mulai senyum-senyum. goyang-goyang mengikuti 
musik yang diputar. yah, kelasnya sudah mau bubar. terus dia minta nenen. di 
mobil 10 menit dianya sudah pulas. kelihatannya lelah. 
nah, nyambung dengan ngobrol tadi. kelas ini berbahasa inggris. kami tidak 
pernah ngajak omong okta dengan bahasa inggris dirumah. lha bahasa indonesia 
aja dia belum bunyi. malah tambah bingung. tapi dia sering juga mendengar lagu 
dengan bahasa inggris. dia agak heran pas gurunya menyapa dalam bahasa itu. 
papanya juga bilang, kelasnya inggris yah. lha mana ada kelas asli indonesia 
yang nyekolahin bayi? pasti sekolah import. di sekolah okta blass tidak 
bersuara. tapi mau disuruh bersalaman pamit dengan gurunya dan kasih senyum. 
agak nyengir siy. 
neneknya juga sudah tidak sabar mendengar okta bicara. sampai-sampai saya 
disuruh mengerok lidahnya dengan cincin kawin. weleh weleh ...
lagi ngajarin juga,


      

Kirim email ke