Mba, Di Kidsport waktu saya cek mereka nggak berbahasa Inggris lho, bahasa Indonesia. Jadi masih ada juga meski emang kudu rajin cari2 kalau untuk yang kelas bayi2 gitu. PGnya anak saya selain punya kelas umur 2 tahun, juga bahasa pengantarnya bahasa Indonesia.
Dah, Okta main sama Faris aja. Faris juga masih belum jelas ngocehnya jadi kan barengan. ehehe.... salam, sita :D On 6/1/08, novia novia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > nimbrung ah. > > okta saya juga belum jelas bicaranya. padahal saya ini ngoceh terus. saya > juga sudah berusaha mengucapkan kata-kata dengan jelas untuk kegiatan > sehari-hari supaya dia bisa menirukan dengan mudah. yang okta -1y8m- sudah > jelas hanya mama-papa-dah (sudah)-suara harimau (aum)-cicak makan nyamuk > (hap). setiap hari mendengarkan lagu taman kanak-kanak atau nonton vcd lagu > anak-anak. kalau melihat reaksinya siy okta ngerti. ada lagu tentang boneka, > dia ngambil bonekanya sambil nunjuk tivi. ada doa masuk ke kamar mandi, dia > minta pipis ke kamar mandi. > > jumat kemarin okta diajak ikut kelas trial di playgroup di jakarta. duh, > jauh amat dari rumah ya. kan dulu okta mencari teman. jadi kami ingin > melihat reaksinya setelah ketemu teman. katanya siy untuk anak seumur dia > cukup 2 kali seminggu saja. kami pikir, kalau biayanya terjangkau, mungkin > okta masuk kelas kalau sedang di jakarta saja. > > ternyata, rame sekali di playgroup. hiruk pikuk juga. lha bayi-bayi besar > berkumpul. okta mau masuk kelas kalau kami berdua ikut masuk. dia duduk > manis lekat nemplok nempel. nggak mau duduk sendiri. memang memperhatikan > tapi belum mau pisah. kalau salahsatu dari kami tidak tampak di mata, dia > langsung berurai air mata. weleh weleh. kelihatannya dia suka tapi malu atau > takut di lingkungan yang baru. kelihatan suka sekali kalau acara menyanyi > sambil menari yang lucu-lucu itu. > > pas acara guling-guling, masuk terowongan, dan sebagainya, okta cuma > dekat-dekat. di ujung terowongan. diam. didekat matras untuk guling. diam. > di tangga dekat perosotan. diam. dia memperhatikan teman-temannya yang sudah > lebih dulu sekolah. > > setelah sejam berlalu dan sekolah sudah mau bubar, okta baru berani > berlari-larian di sekitar kami. mulai senyum-senyum. goyang-goyang mengikuti > musik yang diputar. yah, kelasnya sudah mau bubar. terus dia minta nenen. di > mobil 10 menit dianya sudah pulas. kelihatannya lelah. > > nah, nyambung dengan ngobrol tadi. kelas ini berbahasa inggris. kami tidak > pernah ngajak omong okta dengan bahasa inggris dirumah. lha bahasa indonesia > aja dia belum bunyi. malah tambah bingung. tapi dia sering juga mendengar > lagu dengan bahasa inggris. dia agak heran pas gurunya menyapa dalam bahasa > itu. papanya juga bilang, kelasnya inggris yah. lha mana ada kelas asli > indonesia yang nyekolahin bayi? pasti sekolah import. di sekolah okta blass > tidak bersuara. tapi mau disuruh bersalaman pamit dengan gurunya dan kasih > senyum. agak nyengir siy. > > neneknya juga sudah tidak sabar mendengar okta bicara. sampai-sampai saya > disuruh mengerok lidahnya dengan cincin kawin. weleh weleh ... > > lagi ngajarin juga, > > > -- "Iqra, Iman, Ilmu, Amal" Civilization is defined by the presence of cats - Unknown agatogata.multiply.com agatogata.blogspot.com
