ikut komen ah........
mbak2....jangan bosen ajak anak2nya ngobrol, bacain buku, ngajarin anak
melafalkan kata yang benar......itu secara ga langsung merangsang anak untuk
ngomong lho........emang si bete, kok lama banget bisa ngomongnya. anak saya
sejak usia kurang dari 2 tahun udah mulai agak jelas ngomongnya...saya masukin
sekolah aja, biar terangsang untuk ngomong karena temen2nya udah pada lancar.
alhamdulillah, ikutan juga kebawa jadi bawel. sekarang sudah playgroup (3y 2m),
cerewet banget! ada aja yang diceritain......dia paling seneng cerita buku yang
baru saya bacakan padanya, pada teman sekelasnya............
ayo sekolah!!!
bunda echa--
sita sidharta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mba,
Di Kidsport waktu saya cek mereka nggak berbahasa Inggris lho, bahasa
Indonesia. Jadi masih ada juga meski emang kudu rajin cari2 kalau untuk yang
kelas bayi2 gitu. PGnya anak saya selain punya kelas umur 2 tahun, juga bahasa
pengantarnya bahasa Indonesia.
Dah, Okta main sama Faris aja. Faris juga masih belum jelas ngocehnya jadi kan
barengan. ehehe....
salam,
sita :D
On 6/1/08, novia novia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: nimbrung ah.
okta saya juga belum jelas bicaranya. padahal saya ini ngoceh terus. saya juga
sudah berusaha mengucapkan kata-kata dengan jelas untuk kegiatan sehari-hari
supaya dia bisa menirukan dengan mudah. yang okta -1y8m- sudah jelas hanya
mama-papa-dah (sudah)-suara harimau (aum)-cicak makan nyamuk (hap). setiap hari
mendengarkan lagu taman kanak-kanak atau nonton vcd lagu anak-anak. kalau
melihat reaksinya siy okta ngerti. ada lagu tentang boneka, dia ngambil
bonekanya sambil nunjuk tivi. ada doa masuk ke kamar mandi, dia minta pipis ke
kamar mandi.
jumat kemarin okta diajak ikut kelas trial di playgroup di jakarta. duh, jauh
amat dari rumah ya. kan dulu okta mencari teman. jadi kami ingin melihat
reaksinya setelah ketemu teman. katanya siy untuk anak seumur dia cukup 2 kali
seminggu saja. kami pikir, kalau biayanya terjangkau, mungkin okta masuk kelas
kalau sedang di jakarta saja.
ternyata, rame sekali di playgroup. hiruk pikuk juga. lha bayi-bayi besar
berkumpul. okta mau masuk kelas kalau kami berdua ikut masuk. dia duduk manis
lekat nemplok nempel. nggak mau duduk sendiri. memang memperhatikan tapi belum
mau pisah. kalau salahsatu dari kami tidak tampak di mata, dia langsung berurai
air mata. weleh weleh. kelihatannya dia suka tapi malu atau takut di lingkungan
yang baru. kelihatan suka sekali kalau acara menyanyi sambil menari yang
lucu-lucu itu.
pas acara guling-guling, masuk terowongan, dan sebagainya, okta cuma
dekat-dekat. di ujung terowongan. diam. didekat matras untuk guling. diam. di
tangga dekat perosotan. diam. dia memperhatikan teman-temannya yang sudah lebih
dulu sekolah.
setelah sejam berlalu dan sekolah sudah mau bubar, okta baru berani
berlari-larian di sekitar kami. mulai senyum-senyum. goyang-goyang mengikuti
musik yang diputar. yah, kelasnya sudah mau bubar. terus dia minta nenen. di
mobil 10 menit dianya sudah pulas. kelihatannya lelah.
nah, nyambung dengan ngobrol tadi. kelas ini berbahasa inggris. kami tidak
pernah ngajak omong okta dengan bahasa inggris dirumah. lha bahasa indonesia
aja dia belum bunyi. malah tambah bingung. tapi dia sering juga mendengar lagu
dengan bahasa inggris. dia agak heran pas gurunya menyapa dalam bahasa itu.
papanya juga bilang, kelasnya inggris yah. lha mana ada kelas asli indonesia
yang nyekolahin bayi? pasti sekolah import. di sekolah okta blass tidak
bersuara. tapi mau disuruh bersalaman pamit dengan gurunya dan kasih senyum.
agak nyengir siy.
neneknya juga sudah tidak sabar mendengar okta bicara. sampai-sampai saya
disuruh mengerok lidahnya dengan cincin kawin. weleh weleh ...
lagi ngajarin juga,
--
"Iqra, Iman, Ilmu, Amal"
Civilization is defined by the presence of cats - Unknown
agatogata.multiply.com
agatogata.blogspot.com