Tambahan, ya......
Apalagi klu mom minta Ra dipecat. Wah.....sepertinya akan terasa berat oleh 
sang mertua....
Menurut penilaian saya (berdasarkan cerita yg mom paparkan), memang sang mertua 
rasanya kurang bijak menjadi penengah dalam konflik antara menantu dan PRT. 
Tapi menurut saya, mom juga kuran bijak klu meminta mertua utk memecat PRT.
Coba analisa, mengapa mertua tidak mau memecat sang PRT. 
Dalam fikiran mertua, pasti :
1. Klu PRT di pecat, siapa yg akan mengerjakan pekerjaan rumah tangga?
2. Apakah sang menantu mampu menggantikan posisi Ra dan mengambil alih semua 
tugas Ra?
3. Siapa yg akan melayani mertua?
4. Apakah menantu nya bisa melayani mertua sama seperti Ra melayani mertua 
selama 10 thn ini?
5. Apakah akan cepat mendapat pengganti Ra, jika dia dipecat?
6. Klu pun mendapat penggantinya, apakah bukan menjadi tambah repot krn hrs 
mengajarkan PRT dari nol?
7. Apakah yakin/menjamin bisa mendapat PRT yg langsung betah, baik, jujur dan 
bisa diandalkan serta cocok dengan mertua dan menantu?
8. Apakah menjamin akan mendapatkan PRT yg mampu bertahan bertahun-tahun 
setelah kita berhasil mengajarkan dia?

Daaaan.........banyak lagi pertimbangan mertua sehingga dia "berat" utk 
meluluskan permintaan mom utk memecat Ra.
Dan utk mendapatkan jawaban itu, mom harus berdiri di posisi mertua. Sehingga 
mom bisa lebih berbesar hati jika belum memungkinkan utk pindah dari "mertua 
indah".


Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED]
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry� wireless device

-----Original Message-----
From: "sita sidharta" <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Mon, 16 Jun 2008 07:45:43 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Mohon saran: Mertuaku lebih sayang pembantu 
drpd menantu


Setuju dengan mbakyu Sri, eh mba Yusri ;)

Mom, kalau gelagatnya begitu, pembantu yang dibela bukan menantu, akan sulit
untuk mengubah perilaku mertua apalagi minta si Ra dipecat segala. Jadi sing
waras sing ngalah. Lebih baik mom pindah saja, ngontrak juga nggak masalah,
yang penting mom dirumah sendiri, mengatur sendiri siapa yang jadi asisten
mom. Begitu akan jauh lebih sehat untuk mom dan Justin.

salam,
sita


On 6/16/08, - Yusri - <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Sharing, ya mom.....
> Jalan keluar nya hanya satu......Segera pindah dari rumah mertua.....
> Bagaimanapun, rumah mertua adalah "wilayah kekuasaan mertua". Dan sang PRT
> menjadi bagian dari "kekuatan" itu.
>
> Dalam prinsip mertua, dia "lebih membutuhkan" PRT daripada sang menantu utk
> mengerjakan semua tugas rumah tangga. Apalagi PRT itu sudah bekerja selama
> 10 thn. Jadi mertua sudah lebih lama mengenal PRT dibandingkan dengan
> menantu.
> Dan mungkin saja mertua berfikir, tanpa PRT pekerjaan rumah tangga tidak
> mungkin dikerjakan oleh sang menantu.
>
> Kasarnya begini.......dedikasi PRT terhadap
> mertua dan pekerjaab rumah tangga dirasa sudah bisa dibuktikan.
>
> Menurut saya sah2 saja klu mertua berfikir seperti ini. Kalau kita
> kembalikan pada diri kita juga, mungkin kita juga akan melakukan hal yg sama
> klu sang mertua sangat bisa menggantungkan tenaga nya pada sang PRT.
>
> Apalagi memang ada tipe PRT yg "besar kepala". Semakin dibela semakin
> "tidak terkendali" tingkah laku dia.
> Dan menurut saya sah2 juga. Karena mungkin dalam fikiran dia, Saya bekerja
> pada sang mertua bukan pasa sang menantu. Dan yg menggaji dia juga sang
> mertua.
> Dan dia menganggap sang menantu hanyalah "pendatang" di rumah itu.
>
> Jadi, mom......
> Untuk kesehatan jiwa mom and si kecil, menurut saya jalan satu2 nya adalah
> segera pindah dari rumah itu.
> Saya juga berprinsip, lebih baik tinggal di rumah sederhana (walaupun
> mengontrak) tapi kita bisa melakukan segalanya sesuai kebutuhan kita. Karena
> rumah sederhana itu adalah "wilayah kekuasaan" kita...
>
> Ma'af jika kurang berkenan....
>
> Regards,
> YUSRI
> email: [EMAIL PROTECTED]
> YM: yusri_smpn1
>
> Sent from my BlackBerry(R) wireless device
>
> ------------------------------
> *From*: "Angelina" <[EMAIL PROTECTED]>
> *Date*: Sat, 14 Jun 2008 06:16:33 -0000
> *To*: <[email protected]>
> *Subject*: [Ayahbunda-Online] Mohon saran: Mertuaku lebih sayang pembantu
> drpd menantu
>
>  Moms, saya mohon saran. Karena saya sudah ga kuat harus tanggung
> beban pikiran ini.
>
> Saya, suami, dan Justin tinggal di rumah mertua. Mertua saya punya 3
> pembantu. Saya juga pake 1 Baby Sitter u/merawat Justin.
>
> 1 pembantu, namanya Ra, sudah kerja di rumah mertua selama 10 th. Ra
> sama sekali ga hormat pada saya. Pergi ga pernah minta ijin, padahal
> saya di rumah. Suka ambil kue di meja ruang tamu tanpa ijin. Selalu
> nyalain radio dgn keras, padahal saya gendong Justin yg mo tidur.
> Suka cerita yg ga perlu ke BS saya; misal: waktu mertua saya lagi
> tengkar, Ra cerita ke BS saya. Ra juga suka tanya gaji BS saya &
> cerita kalo gajinya 950rb, dapat THR 1,5 bulan, dapat emas, dll. Dan
> kalo saya panggil, ga mo jawab. Pokoknya saya sebagai menantu, ga
> pernah dihargai. Mertua juga ga pernah membela saya. Contohnya: waktu
> saya hamil 3 bulan, saya pulang dari mal jam 2 siang, ketok pagar ga
> ada yg buka. Saya telp rumah sampe 40x, ga ada yg angkat. Pikiran
> saya, pasti pembantu pegi tanpa ijin. Akhirnya saya tunggu di teras,
> saya ga punya kunci pintu dalam rumah dll. Saya sudah ketok pintu
> dalam rumah, pintu garasi, tetap ga ada yg buka. Mertua jg tau,
> karena saya telp suami cerita kalo ga ada yg bukakan pintu, dan suami
> cerita ke mertua. Setelah 1 jam lebih, Ra bukakan pintu. Saya bilang
> kalo saya udah tunggu di teras lama. Dia cuma ketawa, lalu saya
> ditinggal. Ga lama, mertua telp. Ra bilang dia mandi (padahal saya
> jelas tau dia tidur). Dan mertua percaya. Waktu mertua pulang dari
> toko, ternyata Ra ga ditegur. Jujur aja, saya kecewa.
>
> Selama ini, saya kecewa dengan sikap Ra pada saya. Tapi kalo saya
> cerita ke mertua, percuma, mertua saya 100% bela Ra & malah saya yg
> ditegur, karena musuhin pembantu. Saya tau itu percuma, karena suami
> saya juga sering cerita keburukan Ra ke mertua, tapi malah suami yg
> dimarahi.
>
> Beberapa hari ini, rasanya puncak stres saya, karena terus memendam
> kejengkelan saya pada Ra (saya tegur, dia juga ga anggap saya);
> Justin nangis terus sampe teriak2, sampe suaranya serak. Saya merasa
> karena emosi yg terpendam, saya jadi mudah marah & bicara kasar pada
> suami & Justin, padahal mereka orang yg saya cintai.
>
> Moms, saya butuh saran, apa yg harus saya lakukan? Saya pengen Ra
> dipecat, ganti pembantu baru. Tapi itu ga mungkin, karena mertua saya
> sayang bgt sama Ra.
>
> Moms, mertua juga sering bicara yg buruk2 tentang saya, di belakang
> saya. Jadi mertua bilang di depan suami. Suami cerita ke saya. Waktu
> saya dengar, saya nangis, sedih kenapa mertua saya gitu. Padahal saya
> udah berusaha berbuat baik ke mertua, tapi saya selalu ada cela di
> matanya. Apa yg harus saya lakukan Moms? Saya ga pengen Justin tau/
> terasa Mamanya stres. Saya pengen Justin bahagia ke depannya. Saya
> pengen jadi istri yg baik u/suami, jadi Mama yg baik u/Justin. Moms,
> tolong beri saya saran. Thx Moms.
>
> 
>



-- 
"Iqra, Iman, Ilmu, Amal"
Civilization is defined by the presence of cats - Unknown

agatogata.multiply.com
agatogata.blogspot.com

Kirim email ke