Setuju banget dengan Bu Yusri!

Iya, lebih baik tinggal di "gubuk" deh daripada Pondok Mertua Indah... 
Penjelasan dari Bu Yusri ini adalah jawabannya dan ini super duper betul 
banget... apalagi so far si Mertua juga merasa cuooocoook dan gak dirugikan kog 
dengan tingkah si RA ini (walaupun sebetulnya mungkin merugikan), jadi daripada 
makan ati, mendingan buru2 angkat kaki saja deh.... sampai kapan juga gak bakal 
berubah pikiran untuk memecat RA.

CC To Bu Yusri, Bu aku senang banget loh hari ini bisa liat wajah Ibu dari 
foto2 Moms yang ke Kidsport :)

To: [email protected]
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Mon, 16 Jun 2008 03:55:37 +0000
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Mohon saran: Mertuaku lebih sayang pembantu 
drpd menantu



















    
            
    

Tambahan, ya......
Apalagi klu mom minta Ra dipecat. Wah.....sepertinya akan terasa berat oleh 
sang mertua....
Menurut penilaian saya (berdasarkan cerita yg mom paparkan), memang sang mertua 
rasanya kurang bijak menjadi penengah dalam konflik antara menantu dan PRT. 
Tapi menurut saya, mom juga kuran bijak klu meminta mertua utk memecat PRT.
Coba analisa, mengapa mertua tidak mau memecat sang PRT. 
Dalam fikiran mertua, pasti :
1. Klu PRT di pecat, siapa yg akan mengerjakan pekerjaan rumah tangga?
2. Apakah sang menantu mampu menggantikan posisi Ra dan mengambil alih semua 
tugas Ra?
3. Siapa yg akan melayani mertua?
4. Apakah menantu nya bisa melayani mertua sama seperti Ra melayani mertua 
selama 10 thn ini?
5. Apakah akan cepat mendapat pengganti Ra, jika dia dipecat?
6. Klu pun mendapat penggantinya, apakah bukan menjadi tambah repot krn hrs 
mengajarkan PRT dari nol?
7. Apakah yakin/menjamin bisa mendapat PRT yg langsung betah, baik, jujur dan 
bisa diandalkan serta cocok dengan mertua dan menantu?
8. Apakah menjamin akan mendapatkan PRT yg mampu bertahan bertahun-tahun 
setelah kita berhasil mengajarkan dia?

Daaaan.........banyak lagi pertimbangan mertua sehingga dia "berat" utk 
meluluskan permintaan mom utk memecat Ra.
Dan utk mendapatkan jawaban itu, mom harus berdiri di posisi mertua. Sehingga 
mom bisa lebih berbesar hati jika belum memungkinkan utk pindah dari "mertua 
indah".

Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED]
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless deviceFrom:  "sita sidharta" <[EMAIL 
PROTECTED]>
Date: Mon, 16 Jun 2008 07:45:43 +0700
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Mohon saran: Mertuaku lebih sayang pembantu 
drpd menantu
                    Setuju dengan mbakyu Sri, eh mba Yusri ;) Mom, kalau 
gelagatnya begitu, pembantu yang dibela bukan menantu, akan sulit untuk 
mengubah perilaku mertua apalagi minta si Ra dipecat segala. Jadi sing waras 
sing ngalah. Lebih baik mom pindah saja, ngontrak juga nggak masalah, yang 
penting mom dirumah sendiri, mengatur sendiri siapa yang jadi asisten mom. 
Begitu akan jauh lebih sehat untuk mom dan Justin.   salam,sita 

 On 6/16/08, - Yusri - <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sharing, ya mom.....
Jalan keluar nya hanya satu......Segera pindah dari rumah mertua.....
Bagaimanapun, rumah mertua adalah "wilayah kekuasaan mertua". Dan sang PRT 
menjadi bagian dari "kekuatan" itu.

Dalam prinsip mertua, dia "lebih membutuhkan" PRT daripada sang menantu utk 
mengerjakan semua tugas rumah tangga. Apalagi PRT itu sudah bekerja selama 10 
thn. Jadi mertua sudah lebih lama mengenal PRT dibandingkan dengan menantu.
 Dan mungkin saja mertua berfikir, tanpa PRT pekerjaan rumah tangga tidak 
mungkin dikerjakan oleh sang menantu.

Kasarnya begini.......dedikasi PRT terhadap
mertua dan pekerjaab rumah tangga dirasa sudah bisa dibuktikan. 

Menurut saya sah2 saja klu mertua berfikir seperti ini. Kalau kita kembalikan 
pada diri kita juga, mungkin kita juga akan melakukan hal yg sama klu sang 
mertua sangat bisa menggantungkan tenaga nya pada sang PRT.

 Apalagi memang ada tipe PRT yg "besar kepala". Semakin dibela semakin "tidak 
terkendali" tingkah laku dia. 
Dan menurut saya sah2 juga. Karena mungkin dalam fikiran dia, Saya bekerja pada 
sang mertua bukan pasa sang menantu. Dan yg menggaji dia juga sang mertua.
 Dan dia menganggap sang menantu hanyalah "pendatang" di rumah itu.

Jadi, mom......
Untuk kesehatan jiwa mom and si kecil, menurut saya jalan satu2 nya adalah 
segera pindah dari rumah itu.
Saya juga berprinsip, lebih baik tinggal di rumah sederhana (walaupun 
mengontrak) tapi kita bisa melakukan segalanya sesuai kebutuhan kita. Karena 
rumah sederhana itu adalah "wilayah kekuasaan" kita...

Ma'af jika kurang berkenan....

Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED]
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless device From: "Angelina" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sat, 14 Jun 2008 06:16:33 -0000
To: <[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] Mohon saran: Mertuaku lebih sayang pembantu drpd 
menantu
 Moms, saya mohon saran. Karena saya sudah ga kuat harus tanggung 
beban pikiran ini.

Saya, suami, dan Justin tinggal di rumah mertua. Mertua saya punya 3 
pembantu. Saya juga pake 1 Baby Sitter u/merawat Justin.

1 pembantu, namanya Ra, sudah kerja di rumah mertua selama 10 th. Ra 
sama sekali ga hormat pada saya. Pergi ga pernah minta ijin, padahal 
saya di rumah. Suka ambil kue di meja ruang tamu tanpa ijin. Selalu 
 nyalain radio dgn keras, padahal saya gendong Justin yg mo tidur. 
Suka cerita yg ga perlu ke BS saya; misal: waktu mertua saya lagi 
tengkar, Ra cerita ke BS saya. Ra juga suka tanya gaji BS saya & 
cerita kalo gajinya 950rb, dapat THR 1,5 bulan, dapat emas, dll. Dan 
 kalo saya panggil, ga mo jawab. Pokoknya saya sebagai menantu, ga 
pernah dihargai. Mertua juga ga pernah membela saya. Contohnya: waktu 
saya hamil 3 bulan, saya pulang dari mal jam 2 siang, ketok pagar ga 
ada yg buka. Saya telp rumah sampe 40x, ga ada yg angkat. Pikiran 
 saya, pasti pembantu pegi tanpa ijin. Akhirnya saya tunggu di teras, 
saya ga punya kunci pintu dalam rumah dll. Saya sudah ketok pintu 
dalam rumah, pintu garasi, tetap ga ada yg buka. Mertua jg tau, 
karena saya telp suami cerita kalo ga ada yg bukakan pintu, dan suami 
 cerita ke mertua. Setelah 1 jam lebih, Ra bukakan pintu. Saya bilang 
kalo saya udah tunggu di teras lama. Dia cuma ketawa, lalu saya 
ditinggal. Ga lama, mertua telp. Ra bilang dia mandi (padahal saya 
jelas tau dia tidur). Dan mertua percaya. Waktu mertua pulang dari 
 toko, ternyata Ra ga ditegur. Jujur aja, saya kecewa.

Selama ini, saya kecewa dengan sikap Ra pada saya. Tapi kalo saya 
cerita ke mertua, percuma, mertua saya 100% bela Ra & malah saya yg 
ditegur, karena musuhin pembantu. Saya tau itu percuma, karena suami 
 saya juga sering cerita keburukan Ra ke mertua, tapi malah suami yg 
dimarahi.

Beberapa hari ini, rasanya puncak stres saya, karena terus memendam 
kejengkelan saya pada Ra (saya tegur, dia juga ga anggap saya); 
 Justin nangis terus sampe teriak2, sampe suaranya serak. Saya merasa 
karena emosi yg terpendam, saya jadi mudah marah & bicara kasar pada 
suami & Justin, padahal mereka orang yg saya cintai.

Moms, saya butuh saran, apa yg harus saya lakukan? Saya pengen Ra 
 dipecat, ganti pembantu baru. Tapi itu ga mungkin, karena mertua saya 
sayang bgt sama Ra.

Moms, mertua juga sering bicara yg buruk2 tentang saya, di belakang 
saya. Jadi mertua bilang di depan suami. Suami cerita ke saya. Waktu 
 saya dengar, saya nangis, sedih kenapa mertua saya gitu. Padahal saya 
udah berusaha berbuat baik ke mertua, tapi saya selalu ada cela di 
matanya. Apa yg harus saya lakukan Moms? Saya ga pengen Justin tau/
terasa Mamanya stres. Saya pengen Justin bahagia ke depannya. Saya 
 pengen jadi istri yg baik u/suami, jadi Mama yg baik u/Justin. Moms, 
tolong beri saya saran. Thx Moms.

 

-- 
"Iqra, Iman, Ilmu, Amal"
 Civilization is defined by the presence of cats - Unknown

agatogata.multiply.com
agatogata.blogspot.com                                     
      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        


_________________________________________________________________
Manage multiple email accounts with Windows Live Mail effortlessly.
http://www.get.live.com/wl/all

Kirim email ke