Mbak Novi,
kita2 para ibu kebanyakan pasti sepakat koq dengan pendapat mbak novi dan mbak
yusri. pasti utamain anak. ya gak ibu2???
tapi ndak usah sinis gitu mbak yu?
kayaknya senewen banget.
tapi ini, kenyataan koq. memnag banyak juga yang bisa steady yakin ninggalin
anak main begitu. gak kelimpungan gitu.
say asering bermasalh dengan begini. orang2 bilang jangan terlalu overprotektif
gitu. ntar anaknya bermaslah. lah, gimana ya? binun juga.
misalnya, nih, saya kan tinggal di kontrakan kecil, jd tidak ada halaman khusus
di rumah sendiri dgn berpagar gitu, jadi kalo anak saya udah maen keluar sore2
saya slalu wanti2 ikutan nongkrong diluar dgn jarak yg tidak terlalu jauh,
(atau jika tidak dengan saya, saya selalu ingatkan tante, atau om nya juga
begitu). karna takutnya memang, bila silap sedikit anak tuh udah mau belok ke
jalan raya.
kan takut....
tapi koq anak tetangga bisa ya?emaknya bisa santai koq duduk2, anaknya mau juga
belok ke depan mpe pinggir jalan raya.
memang belum pernah kejadian.
binun deh.
aku slalu liat banyak ibu2 belanja di carefour/hypermart disini rame2 boyong
anaknya. aku sih masih bisa dihitung pake 5 jari belum penuh tuh. Bulanlalu aku
pernah bawa sih anakku, waduh dia kelimpungan liat anak2 rame masuk ke trolly
didirong ortunya, eh, anakku kusurh masuk ke trolly biar gak capek gendong,
karna kalo jalan kan rame repot, eh maunya ikut dorong trolly, sama2 ktnya.
hihi.lucu kurasa waktu itu, anak2 sibuk masuk ke yg bentuk mobil2am itu,anakku
sibuk bantu dorong trolly.
memang. hidup ini ada2 aja. serbaserbi manusia kan?
Salam,
Ocy (Mama Agnes)
Hp. 081933404897
----- Original Message ----
From: novia novia <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, July 3, 2008 12:57:35 PM
Subject: [Ayahbunda-Online] Re: re: anak kabur dari tempat bermain
satu lagi topik mengerikan. tempat bermain yang di mall itu kan hanya
menyediakan alat bermainnya. mana bisa anak-anak dibiarkan bermain sendiri.
betul mbak yusri. anak kecil disuruh mengasuh yang lebih kecil. sedang saya
kalau belanja ke supermarket bertiga dengan okta dan papanya, dari rumah sudah
janjian dulu. siapa yang belanja dan siapa yang mengasuh okta. itu terjadi
sampai sekarang. jadi salahsatu konsentrasi belanja. satu lagi konsentrasi
mengasuh anak. jelas pakai catatan belanja. apalagi sekarang okta sudah
lari-lari. mana bisa ditinggal berkedip. saya tidak pernah belanja hanya berdua
dengan okta. saya tidak bisa mikir kalau cuma berdua. bukan hanya sekali saya
melihat bayi tiba-tiba nangis kehilangan ibunya, ketimpa rak barang-barang,
keselip terus hilang, dan sebagainya. jadi kalau mau belanja musti bertiga
dengan papanya. dengan si mbak saya juga tidak yakin. kalau bisa berempat
dengan papanya dan si mbak ikut juga. kalau lengkap baru
kumplit belanja saya dan tidak ada yang kelupaan atau malah beli barang yang
tidak perlu.
dan sejak okta lahir, tempat duduk saya memang di belakang. dulu sambil mangku
bayi okta. setelah dia punya baby car seat sendiri, saya tetap disebelahnya.
sibuk menghibur, menyanyi, nyuapin, ngambilin minum dan sebagainya. kecuali
kalau ada si mbak yang ikut. baru nyonya duduk didepan. soal baby car seat
juga ceritanya panjang. banyak info soal baby car seat yang murah di mana-mana.
tapi kami berdua akhirnya sepakat untuk beli di toko dengan brand terpercaya.
bagaimanapun, soal safety, tidak bisa diukur dengan harganya. kalau barang lain
mungkin tidak apa-apa.
memilih tempat bermain untuk anak kan juga musti mikir. sesuai untuk umurnya
atau tidak, aman atau tidak, dia sudah bisa menikmati atau tidak, dan
sebagainya. itu sebabnya ketika kami milih ke ks pondok indah, kami tidak
kecewa meski tampaknya ruang bermain untuk okta kecil. lha okta juga masih
kecil kok. alat bermain segitu juga sudah membuat dia lelah sebelum merasa
bosan. lha itu dia sebabnya kemarin sepupunya ngajak ke atlan--- saya tidak
setuju. lha okta belum bisa berenang. kolamnya terlalu besar dan terlalu
banyak. okta masih kecil. mungkin nanti kalau dia sudah 5 tahun dan sudah bisa
berenang. jadi saya lebih tenang melepasnya di kolam beraneka rupa.
curhat saja,