satu lagi topik mengerikan. tempat bermain yang di mall itu kan hanya 
menyediakan alat bermainnya. mana bisa anak-anak dibiarkan bermain sendiri. 
betul mbak yusri. anak kecil disuruh mengasuh yang lebih kecil. sedang saya 
kalau belanja ke supermarket bertiga dengan okta dan papanya, dari rumah sudah 
janjian dulu. siapa yang belanja dan siapa yang mengasuh okta. itu terjadi 
sampai sekarang. jadi salahsatu konsentrasi belanja. satu lagi konsentrasi 
mengasuh anak. jelas pakai catatan belanja. apalagi sekarang okta sudah 
lari-lari. mana bisa ditinggal berkedip. saya tidak pernah belanja hanya berdua 
dengan okta. saya tidak bisa mikir kalau cuma berdua. bukan hanya sekali saya 
melihat bayi tiba-tiba nangis kehilangan ibunya, ketimpa rak barang-barang, 
keselip terus hilang, dan sebagainya.  jadi kalau mau belanja musti bertiga 
dengan papanya. dengan si mbak saya juga tidak yakin. kalau bisa berempat 
dengan papanya dan si mbak ikut juga. kalau lengkap baru
 kumplit belanja saya dan tidak ada yang kelupaan atau malah beli barang yang 
tidak perlu.
dan sejak okta lahir, tempat duduk saya memang di belakang. dulu sambil mangku 
bayi okta. setelah dia punya baby car seat sendiri, saya tetap disebelahnya. 
sibuk menghibur, menyanyi, nyuapin, ngambilin minum dan sebagainya. kecuali 
kalau ada si mbak yang ikut. baru nyonya duduk didepan.  soal baby car seat 
juga ceritanya panjang. banyak info soal baby car seat yang murah di mana-mana. 
tapi kami berdua akhirnya sepakat untuk beli di toko dengan brand terpercaya. 
bagaimanapun, soal safety, tidak bisa diukur dengan harganya. kalau barang lain 
mungkin tidak apa-apa.
memilih tempat bermain untuk anak kan juga musti mikir. sesuai untuk umurnya 
atau tidak, aman atau tidak, dia sudah bisa menikmati atau tidak, dan 
sebagainya. itu sebabnya ketika kami milih ke ks pondok indah, kami tidak 
kecewa  meski tampaknya ruang bermain untuk okta kecil. lha okta juga masih 
kecil kok. alat bermain segitu juga sudah membuat dia lelah sebelum merasa 
bosan. lha itu dia sebabnya kemarin sepupunya ngajak ke atlan--- saya tidak 
setuju. lha okta belum bisa berenang. kolamnya terlalu besar dan terlalu 
banyak. okta masih kecil. mungkin nanti kalau dia sudah 5 tahun dan sudah bisa 
berenang. jadi saya lebih tenang melepasnya di kolam beraneka rupa.
curhat saja,


      

Kirim email ke