Memang mom.....banyak disekitar kita para ibu yg merasa tenang2 saja melepas 
anak nya utk bermain di situasi yg sebenarnya kurang aman.
Klu menurut saya, ya......kebetulan saja tidak terjadi masalah. Sehingga merasa 
memang "masih aman".
Tapi klu lagi apes......dan terjadi sesuatu pada si kecil, itu yg akan kita 
sesali seumur hidup.

Definisi over protective juga beda2. Menurut saya.....rasanya bukan over 
protective klu kita harus selalu mengawasi anak2 kita saat belanja di 
supermarket.
Lha......baru2 ini kan ada anak  tertimpa rak yg roboh...
Atau....kita harus selalu mengawasi anak saat main di luar pagar.
Baru2 ini banyak penculikan justru terjadi disekitar rumah kita.

Saya rasa.....zaman sekarang yg saya nilai sebagai  "zaman gila" memang 
menuntut kita utk lebih "over protective" pada anak.
Karena bahaya selalu mengintai disekitar kita.
Penculikan, pedophilia, pemerasan pada anak, pemerkosaan, pembunuhan, kekerasan 
pengasuh/ortu pada anak....bahkan narkoba saja sudah banyak disebar di SD2. 
Semua ada didepan mata kita. 
Berbeda dengan zaman saya dulu......saat saya masih kecil.
Situasi lebih aman......pulang sekolah kelas 5 SD dengan berjalan kaki cukup 
jauh saja tetap aman2 saja.

Justru......diluar sana banyak orang stres akibat tekanan ekonomi.
Dan ujung2nya anak2 yg menjadi sasaran mereka. Karena anak2 adalah makhluk yg 
lemah dan mudah diperdaya.....


 



Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED]
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry� wireless device

-----Original Message-----
From: Ocy Nciho <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Thu, 3 Jul 2008 00:27:39 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Re: re: anak kabur dari tempat bermain


Mbak Novi,

kita2 para ibu kebanyakan pasti sepakat koq dengan pendapat mbak novi dan mbak 
yusri. pasti utamain anak. ya gak ibu2???
tapi ndak usah sinis gitu mbak yu?
kayaknya senewen banget.
tapi ini, kenyataan koq. memnag banyak juga yang bisa steady yakin ninggalin 
anak main begitu. gak kelimpungan gitu. 
say asering bermasalh dengan begini. orang2 bilang jangan terlalu overprotektif 
gitu. ntar anaknya bermaslah. lah, gimana ya? binun juga.
misalnya, nih, saya kan tinggal di kontrakan kecil, jd tidak ada halaman khusus 
di rumah sendiri dgn berpagar gitu, jadi kalo anak saya udah maen keluar sore2 
saya slalu wanti2 ikutan nongkrong diluar dgn jarak yg tidak terlalu jauh, 
(atau jika tidak dengan saya, saya selalu ingatkan tante, atau om nya juga 
begitu). karna takutnya memang, bila silap sedikit anak tuh udah mau belok ke 
jalan raya.
kan takut....
tapi koq anak tetangga bisa ya?emaknya bisa santai koq duduk2, anaknya mau juga 
belok ke depan mpe pinggir jalan raya.
memang belum pernah kejadian.
binun deh.
aku slalu liat banyak ibu2 belanja di carefour/hypermart disini rame2 boyong 
anaknya. aku sih masih bisa dihitung pake 5 jari belum penuh tuh. Bulanlalu aku 
pernah bawa sih anakku, waduh dia kelimpungan liat anak2 rame masuk ke trolly 
didirong ortunya, eh, anakku kusurh masuk ke trolly biar gak capek gendong, 
karna kalo jalan kan rame repot, eh maunya ikut dorong trolly, sama2 ktnya.
hihi.lucu kurasa waktu itu, anak2 sibuk masuk ke yg bentuk mobil2am itu,anakku 
sibuk bantu dorong trolly.

memang. hidup ini ada2 aja. serbaserbi manusia kan?


 
Salam,
Ocy (Mama Agnes)
Hp. 081933404897


           



----- Original Message ----
From: novia novia <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, July 3, 2008 12:57:35 PM
Subject: [Ayahbunda-Online] Re: re: anak kabur dari tempat bermain


satu lagi topik mengerikan. tempat bermain yang di mall itu kan hanya 
menyediakan alat bermainnya. mana bisa anak-anak dibiarkan bermain sendiri. 
betul mbak yusri. anak kecil disuruh mengasuh yang lebih kecil. sedang saya 
kalau belanja ke supermarket bertiga dengan okta dan papanya, dari rumah sudah 
janjian dulu. siapa yang belanja dan siapa yang mengasuh okta. itu terjadi 
sampai sekarang. jadi salahsatu konsentrasi belanja. satu lagi konsentrasi 
mengasuh anak. jelas pakai catatan belanja. apalagi sekarang okta sudah 
lari-lari. mana bisa ditinggal berkedip. saya tidak pernah belanja hanya berdua 
dengan okta. saya tidak bisa mikir kalau cuma berdua. bukan hanya sekali saya 
melihat bayi tiba-tiba nangis kehilangan ibunya, ketimpa rak barang-barang, 
keselip terus hilang, dan sebagainya.  jadi kalau mau belanja musti bertiga 
dengan papanya. dengan si mbak saya juga tidak yakin. kalau bisa berempat 
dengan papanya dan si mbak ikut juga. kalau lengkap baru
 kumplit belanja saya dan tidak ada yang kelupaan atau malah beli barang yang 
tidak perlu.
dan sejak okta lahir, tempat duduk saya memang di belakang. dulu sambil mangku 
bayi okta. setelah dia punya baby car seat sendiri, saya tetap disebelahnya. 
sibuk menghibur, menyanyi, nyuapin, ngambilin minum dan sebagainya. kecuali 
kalau ada si mbak yang ikut. baru nyonya duduk didepan.  soal baby car seat 
juga ceritanya panjang. banyak info soal baby car seat yang murah di mana-mana. 
tapi kami berdua akhirnya sepakat untuk beli di toko dengan brand terpercaya. 
bagaimanapun, soal safety, tidak bisa diukur dengan harganya. kalau barang lain 
mungkin tidak apa-apa.
memilih tempat bermain untuk anak kan juga musti mikir. sesuai untuk umurnya 
atau tidak, aman atau tidak, dia sudah bisa menikmati atau tidak, dan 
sebagainya. itu sebabnya ketika kami milih ke ks pondok indah, kami tidak 
kecewa  meski tampaknya ruang bermain untuk okta kecil. lha okta juga masih 
kecil kok. alat bermain segitu juga sudah membuat dia lelah sebelum merasa 
bosan. lha itu dia sebabnya kemarin sepupunya ngajak ke atlan--- saya tidak 
setuju. lha okta belum bisa berenang. kolamnya terlalu besar dan terlalu 
banyak. okta masih kecil. mungkin nanti kalau dia sudah 5 tahun dan sudah bisa 
berenang. jadi saya lebih tenang melepasnya di kolam beraneka rupa.
curhat saja, 
    


      

Kirim email ke