Dear mba arlet.. Hasil FPT menurut bu yusri bukan untuk melihat kelemahan tapi menjadi panduan bagi ortu bgm mengarahkan sang buah hati biar gak menjadi tempat meraih cita2 kita yg tertunda tapi membiarkan mereka memilih jalurnya sendiri,kita tinggal memediasinya..jadi ingat dulu aku tuh paling malas namanya matematik..sang nenek yg notabene guru di sekolahku tuh mendaftarkan aku les hitung dgn teman2 yg lain..tapi mungkin emang gak minat bukan bodoh loh..hihihi senengnya baca,nulis/ngarang,n hapalan..tapi bukan perkalian tuh..karena gak di FPT jadilah pemaksaan yg ujung2nya gak tinggal lama di otakku..begitu sma..jurusannya harus fisika 1 nih di rapor..aku menghadap wali kelas dipindahin ke bahasa yg katanya kelas pembuangan..biarlah yg jelas aku seneng..itung jadi kepala walo ikan kecil kan,hihihi.ya..udah jadilah sekarang ngajar bahasa Inggris n scholarshipnya jg bidang teaching english..Syukurnya ortu n nenek jg gak maksa2 banget walo kecewa aku gak masuk eksakta,maklum cucu pertama,hihih..kan jadi curhat..habis kasian anaknya nanti klo tau tuh mamanya sedih krn FPT blg gak bagus di mathmetik..kali dia jd leader dlm interpersonal dgn social seperti ari ginanjar...gimana bu yusri..bener gak? Love, Julie,mama Alfie n Key
----- Original Message ---- From: uKe PoeT <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, July 21, 2008 5:30:44 PM Subject: [Ayahbunda-Online] Menyambung hasil FPT --> mohon saran Dear Moms, Menyambung salah satu posting dari seorang Moms mengenai hasil FPT anaknya, aku agak sedih juga sih karena ada statement "kemampuan logic/mathematic penting untuk di sekolah". Hiks, soalnya hasil FPT anakku dari 8 kemampuan dasar, yg dominan alias kelebihannya adalah : - Musical - Intrapersonal - Interpersonal - Naturalis Sedangkan yang kurang bagus secara menurun adalah : - Physical - Visual - Logic/mathematic - Bahasa Tapi setelah saya pikir2, buat apa yah bersedih kalau ternyata anak saya kurang baik di bidang logic/mathematic dan bahasa yang mungkin buat para ortu dipandang mutlak buat pendidikan formal. Toh semua anak memang punya bakat tersendiri dan mereka bagaikan berlian yang masih bisa diasah. Dan saya jadi ingat jaman dulu saya sekolah, ada beberapa anak yg selalu kena cap "anak bodoh" hanya karena kemampuan belajar mereka rendah. Mungkin kalau sekarang mereka dites FPT, mereka sebenarnya bukan bodoh hanya kelebihannya di bidang lain dan harus diolah dengan cara berbeda dengan yang lainnya. Cuma jaman dulu kan kita belum kenal mengenai hal2 ini sehingga parameternya hanya pintar di sekolah (calistung, bahasa dll) Mungkin ada Moms yang bisa kasih saya saran mengenai hasil FPT anak saya? Apakah sebaiknya kelebihan anak yg diasah mendalam sementara sisi lemahnya dibiasakan saja ataukah kelebihan dan kelemahannya diasah bersama (dengan tidak memaksakan anak berlebihan untuk menutupi kelemahannya karena bisa berakibat sang anak stress)? Jenis sekolah/kegiatan apa yah yang cocok buat anak saya? Kepikiran sih nanti kalau usianya sudah pas akan diikutkan KB dgn kurikulum musik. Hehehe ada gak yah? Warm Regards, Arleta / Uke 0888 990 1578 Visit our family blog at http://wearethepoet s.wordpress. com/ Learn to make your own website easily at http://www.panduand asarmembuatwebsi te.com/?id= ukepoet or just click http://www.jogjatem plate.com/ ?id=ukepoet for website templates ShapeWorks OK! Naco Booster! Melilea Go Organic! Oriflame Beautiful! Dynasis Fantastic!
