Sharing ya, dulu sebelum ada FPT segala, saya pernah ikut psyco test... dan 
hasilnya kalau saya kurang di dalam segi visual dan matematik... saya nggak 
putus asa kok, malah saya semakin rajin belajar, karena saya lemah tetap aja 
kadang saya tulalit (ngaku..)
Sekarang saya punya perusahaan yang bergerak dalam bidang rumah kayu knock 
down, saya kadang bisa baca gambar dan kadang nggak.... kalau lagi tulatit, 
saya bilang sama arsitek saya "wah.. aku nggak mudheng" .. beres kok..!!!! tapi 
tetap aja mikir sampai ketemu apa yang dimaksud, dan malah mungkin saya yang 
akan menemukan solusinya...
Oh..ya.. tentu saja saya juga  mempunyai kelebihan yaitu kelebihan berat 
badan....hahahaahahhaha
 
Maknya Bejjo 

--- On Tue, 7/22/08, - Yusri - <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: - Yusri - <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Menyambung hasil FPT --> mohon saran
To: [email protected]
Date: Tuesday, July 22, 2008, 1:39 PM







Sedikit urun rembug, ya......
Sebaiknya hasil FPT apapun keadaanya justru kita pakai sebagai acuan dalam 
mengembangkan anak baik dalam hal kelebihan nya, dan yg penting dalam hal 
kelemahannya.
Jangan kita mempunyai sikap "putus asa" menghadapi kelemahan anak.
Misalnya.... .si kecil terdeteksi menghadapi "kelemahan" dalam hal logical math 
nya. 
Dengan dasar itu, mom masukkan si kecil dalam sekolah2 yg mempunyai system 
"mengembangkan" semua aspek kemampuan anak. Atau masukkan si kecil ke dalan 
les2 yg memang bertujuan utk meningkatkan logika matematika nya, seperti les 
i-maths dan sakamoto.
Sebagai bahan perbandingan, anak pertama saya (bagas, kls 5) sejak kls 1 SD 
sampai skrg selalu mendapat nilai matematika diatas 8. Sejak usia 3 thn, saya 
masukkan dia les i-maths sampai TK B. Sejak kelas 1 sampai 3, dia ikut les 
kumon.
Sebelum ikut FPT, saya menganggap bagas memiliki logical mathematic yg baik. 
Karena kenyataannya nilai2 matematika nya selalu baik, logika dia juga sudah 
sangat bagus. Sejak kls 1 menyelesaikan kasus sebab akibat sangat baik (mana yg 
baik dan mana yg kurang baik, dia paham).
Tapi kenyataan nya.....hasil FPT nya, sangat berbeda dengan kenyataan. Logical 
mathematic bagas ada di posisi ke 2 dari bawah.
Artinya..... ..ternyata selama ini saya sudah cukup berhasil dalam men-develop 
bagas. Sisi kelemahan nya saya asah. Dan sekarang kelemahan itu justru menjadi 
kelebihan dia.

Kalau memang si kecil mempunyai kelebihan di musik, memang mom bisa 
mengembangkan nya. Misalnya di depanya bisa menjadi pemusik hebat. Tapi sisi 
lain juga mom harus menggalinya. Jangan sampai dia menjadi artis/pemusik sukses 
tapi "kurang" smart.
Utk menjadi sukses bisa dibidang apa saja. Tapi tetap harus smart supaya bisa 
survive di dunia nya.

Ada lagi yg bisa kita lihat sebagai contoh. Tapi....tolong jangan melihat 
cerita saya dari sisi yg menganggap saya sedikit menyombongkan diri. Saya hanya 
ingin berbagi pengalaman saja.
Saya dan suami saya ikut FPT juga. Dan hasilnya ternyata sangat mengejutkan. 
Dari hasil FPT suami diperoleh angkan TNGF nya yg sangat rendah, yaitu 62. 
Bayangkan... ...hanya 2 point diatas nilai terendah. Tapi dengan stimulasi 
selama ini sejak TK sampai kuliah...... tanpa disadari bisa mematahkan angka 
itu. Sehingga skrg dia bisa menjalankan 4 perusahaan sekaligus dalam waktu yg 
bersamaan.

Artinya mom......
Apapun hasil dari FPT itu, kita tetap harus menstimulasi kelebihan dan 
kelemahan anak tanpa putus asa dari kita sebagai ortu juga tanpa paksaan yg 
menyebabkan si anak frustasi.

Semoga membantu ya......



Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED] co.id
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless device


From: uKe PoeT <[EMAIL PROTECTED] com>
Date: Mon, 21 Jul 2008 02:30:44 -0700 (PDT)
To: <ayahbunda-online@ yahoogroups. com>
Subject: [Ayahbunda-Online] Menyambung hasil FPT --> mohon saran






Dear Moms,
 
Menyambung salah satu posting dari seorang Moms mengenai hasil FPT anaknya, aku 
agak sedih juga sih karena ada statement "kemampuan logic/mathematic penting 
untuk di sekolah".
 
Hiks, soalnya hasil FPT anakku dari 8 kemampuan dasar, yg dominan alias 
kelebihannya adalah :
- Musical
- Intrapersonal
- Interpersonal
- Naturalis
 
Sedangkan yang kurang bagus secara menurun adalah :
- Physical
- Visual 
- Logic/mathematic
- Bahasa
 
Tapi setelah saya pikir2, buat apa yah bersedih kalau ternyata anak saya kurang 
baik di bidang logic/mathematic dan bahasa yang mungkin buat para ortu 
dipandang mutlak buat pendidikan formal. Toh semua anak memang punya bakat 
tersendiri dan mereka bagaikan berlian yang masih bisa diasah.
 
Dan saya jadi ingat jaman dulu saya sekolah, ada beberapa anak yg selalu kena 
cap "anak bodoh" hanya karena kemampuan belajar mereka rendah. Mungkin kalau 
sekarang mereka dites FPT, mereka sebenarnya bukan bodoh hanya kelebihannya di 
bidang lain dan harus diolah dengan cara berbeda dengan yang lainnya. Cuma 
jaman dulu kan kita belum kenal mengenai hal2 ini sehingga parameternya hanya 
pintar di sekolah (calistung, bahasa dll)
 
Mungkin ada Moms yang bisa kasih saya saran mengenai hasil FPT anak saya? 
 
Apakah sebaiknya kelebihan anak yg diasah mendalam sementara sisi lemahnya 
dibiasakan saja ataukah kelebihan dan kelemahannya diasah bersama (dengan tidak 
memaksakan anak berlebihan untuk menutupi kelemahannya karena bisa berakibat 
sang anak stress)?
 
Jenis sekolah/kegiatan apa yah yang cocok buat anak saya? Kepikiran sih nanti 
kalau usianya sudah pas akan diikutkan KB dgn kurikulum musik. Hehehe ada gak 
yah? 
 
 
Warm Regards, 

Arleta / Uke
0888 990 1578 

Visit our family blog at 
http://wearethepoet s.wordpress. com/ 


Learn to make your own website easily at 
http://www.panduand asarmembuatwebsi te.com/?id= ukepoet 
 
or just click http://www.jogjatem plate.com/ ?id=ukepoet   
for website templates

ShapeWorks OK! Naco Booster! Melilea Go Organic! 
Oriflame Beautiful! Dynasis Fantastic! 


  

 














      

Kirim email ke