mba,

memang kita harus membantu janda dan anak yatim, tapi tidak berarti
dengan mengorbankan keluarga sendiri. Apa tidak ada kakak yang lain
atau om dan tante yang dituakan yang bisa berbicara pada mbaknya?

Kemudian sudah saatnya mbaknya itu urunan dalam membayar urusan rumah
tangga. Dia bekerja kan? Sudah sewajarnya dong membayar bagiannya.
Kalau mbaknya tidak mau pindah maka mba dan suami harus kompak
menegakkan peraturan rumah tangga. Saat ini sepertinya mbaknya sangat
kekanak-kanakan ya perilakunya jadi mungkin mba terpaksa bersikap
seperti menghadapi remaja. Misalnya temannya bertamu malam2 kalau
dengan halus tidak mau pulang berarti usir dengan tegas.

Mba dan suami harus betul2 kompak dalam menghadapi masalah ini karena
kakaknya pasti akan memainkan kartu 'janda'nya.  Jangan biarkan.
Menjadi janda bukan alasan untuk lari dari tanggung jawab.

Semoga masalahnya segera selesai ya.

salam,
sas


-- 
"Iqra, Iman, Ilmu, Amal"
Civilization is defined by the presence of cats - Unknown

agatogata.multiply.com
agatogata.blogspot.com

Kirim email ke