ikutan ya mbak... menurut saya, mbak sudah berusaha maksimal untuk mengingatkan. Sekarang yang menjadi prioritas utama adalah menjada keutuhan keluarga. Melindungi anak-anak mbak sendiri dan anak-anak kakaknya mbak (duh bingung nyebutnya :D) dari tingkah laku kakak mbak. Ingat mbak perilaku negatif itu lebih cepat menular n diserap oleh anak-anak looh... Kalau terus dibiarkan lama-lama keharmonisan keluarga pasti terganggu. Belum lagi adanya kemungkinan kakak mbak akan mengganggu suami mbak nantinya (*maaf, dilihat dari cerita mbak, ttg kakak mbak yg suka mengganggu suami orang lain). Tapi dalam mengambil keputusan mbak jangan sendiri. Kumpulkan semua keluarga besar. Orang tua bila memang masih "sugeng", om, tante, pakde, bude, saudara kandung lainnya. Ceritakan semua masalah ini secara runtun. Minta pendapat mereka bagaimana baiknya?.. Sehingga kalo terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mbak tidak akan disalahkan. Mengenai anak dari kakak mbak, melihat kelakuan ibunya. Jika mbak dan suami berkenan, mungkin sebaiknya mereka ikut sementara dengan mbak. Atau mungkin ada keluarga yang siap menampung. Hal ini untuk menjaga perkembangan akhlak mereka juga. Intinya diskusikan dengan keluarga besar ya mbak...
salam.. umi kalila
