Dear Yaling... Ya ampun mba....pasti sedih sekali ya rasanya ... Harus kehilangan sang anak ...sudah diketahui pula sedari awal.. Kalau sy jadi mba, pasti sy tambah stress berat.
Mba...kebetulan saya punya teman yang memiliki nasib serupa namun tidak sama. Saya lupa, saya sudah pernah cerita atau tidak ke milist ini.. Teman saya sendiri juga seorang dokter. Dia baru saja kehilangan anak keduanya. Memang sedari awal hamil kedua (tidak direncanakan) dia merasa berat, karena kebetulan anak pertama masih asi (14bulan). Saat disapih, anak pertama rewel terus hingga 3 minggu, padahal dia juga harus berkerja di RS. Akibatnya dia kecapean... So far kehamilannya baik, hingga masuk trimester ke 3... Dia mendapat pasien cacar air berturut2 selama 3 hari... alhasil dia terkena cacar air selama 3 minggu dengan gejala anoreksia yg berat (bener2 tidak nafsu makan sama sekali) Dan karena kondisinya itu imunnya semakin turun (akibat infeksi virus dan makan yang kurang)...dia jadi terkena mumps... Semua itu penyakit yg diakibatkan virus dengan jarak yang tidak lama. Perlu moms ketahui ibu hamil yg terinfeksi virus jauh lebih berbahaya ke janin dibandingkan bakteri... Apalagi jenis2 virus seperti rubella, varisela (cacar air)....terbukti dr penelitian dapat emnimbulkan kelainan pada janin. Entah bagaimana,.....janin bertahan sampai memasuki minngu 36... Hingga tiba2 suatu malam, teman sy merasakan sakit perut yg jauh luar biasa namun berbeda sekali dgn saat melahirkan pertama (waktu itu normal) Saat dibawa ke IGD....detak jantung janin tidak ditemukan, akhirnya sang dokter memutuskan untuk mengeluarkan secara cito (segera mungkin)... karena posisi janin melintang, akhirnya teman sy di sc.... Sedih bukan main , ketika dokter menyampaikan bahwa bayi yg dikeluarkannya ternyata sudah meninggal 2x24 jam. Padahal kalau bayi sehat, sudah pasti bisa hidup mengingat usia kehamilan yang sudah 36 minggu. Sungguh luas hati teman saya....dia bisa bersabar... melalui 9 bulan hamil dengan kondisi berbeda dgn sebelumnya...mengasuh batita sambil bekerja.... Bahkan lelah hingga tertular penyakit varisela dan mumps... Namun ia tetap bersyukur... karena kalau Jasad janin nya tidak segera dikeluarkan dia bisa emngalami syok hingga DIC (disseminated Intravascular Coagulation) penggumpalan darah akibat adanya benda asing.... Nasihatnya adalah.... ketika ingin merencanakan anak berikutnya....maka rencanakanlah hingga oleh hati kita... Jangan sampai hati kita merasa berat.. Niat kan lah saat kita merencanakan kehamilan berikutnya....secara psikologis itu akan membuat janin diterima dgn baik oleh tubuh kita.. Kondisikan lah kehamilan kita...dengan aktivitas kita dan juga keadaan anak2 kita lainnya.. Dan minta duikungan dari keluarga kita terutama suami mengenai kehamilan berikutnya... Saya rasa semua wanita akan merasa tersanjung bila suami memanjakan saat hamil, bukan hanya saat anak pertama saja... Tidak ada salahnya untuk mereka yg sama2 bekerja...suami menghandle lebih sering anak sebelumnya....agar kondisi istri yg hamil tidak lelah berlebihan.. Dan yg terakhir.... Berdoa dan bersabarlah (menerima dgn ikhlas dan terus berusaha) Karena sesungguhnya yg menjadikan keturunan hanya ALLAH semata... manusia mau ngeluarin bermilyar2 rupiah dan segala macam cara , kalau ALLAH belum berkehendak memberikan anak, maka semua bisa terjadi. Semoga para ibu2 di luar sana yang masih menanti dan yang pernah kehilangan buah hatinya... Semoga ALLAH ganti dengan yang lebih baik..... (terharu..dengan cerita2 seperti ini)... salam, kennia
