Turut berduka berduka cita ya mba.
Saya bisa merasakan apa yg mba rasakan saat itu. karena saya juga 
pernah mengalaminya kehilangan bayi saya.
Selama hamil saya tidak ada masalah dengan kandungan saya,
Dokter kandungan saya pun selalu bilang kehamilan saya baik2 saja.
Pada mei 2005 anak pertama saya lahir, alhamdulillah selama proses kelahirannya 
sangat lancar, tp ternyata BB nya hanya 1.7kg
dan dokter menyarankan untuk di inkubator, kami mengikuti semua 
saran dr. Awalnya dokter blg karena bilirubinnya tinggi sehingga harus disinar 
u beberapa hari. 
Tapi dari hari ke hari tidak ada perkembangannya malah kondisinya
semakin menurun. Padahal setiap hari saya perah asi saya dan kirim ke 
RS, tp suster blg malah bayi saya sedang puasa. jadi hanya mendapat 
asupan dari infus saja.
Dan akhirnya bidadari kecil saya hanya dapat bertahan selama 10 hari di RS. 
Sebelum masuk ruang inkubator saya sempat melihat dan mencium 
kening bidadari saya hanya dalam hitungan menit.
Dan alhamdulillah akhirnya setelah menunggu selama ± 1.5 th, 
Allah telah memberikan gantinya dan mei 2007 pangeran kecilku lahir.

Maaf  kalo jd malah ikutan curhat,
yang terpenting sekarang mba Ya Ling yang sabardan selalu 
mendekatkan diri kepada Tuhan. Semoga Tuhan memberikan
yg terbaik untuk mba sekeluarga.

Salam kenal,
Hesti ~ Bundanya Rafie



  ----- Original Message ----- 
  From: Ya Ling "ATS" 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, October 20, 2008 10:55 AM
  Subject: [Ayahbunda-Online] bayiku meninggal



        Hai mungkin pada bingung dengan subject dari aku yah...
        pertama2 aku perkenalkan diri dulu kale yah...
        aku Yaling... sejak bayiku meninggal sudah 3 bulan yang lalu
        aku merit tahun lalu, kosong sebulan, bulan Des langsung isi.
        aku tetap kerja waktu itu, padahal kerjaan ku sangat penuh stres...
        pas kehamilan bulan ke-6 aku disarankan oleh dokter kandunganku untuk 4D
        saat itu diketemukan masalah bahwa baby ku ada pembesaran di serambi 
kanan jantungnya...
        disekeliling jantungnya ada cairan juga, air ketubanku kurang, 
placentaku menebal, ginjal kanan bayiku tak terbentuk, lambungnya dikelilingi 
cairan.
        setelah 2 bulan bolak balik ke dokter rujukan (RSCM dr.Bambang Karsono) 
baby saya divonis "dubia ad malam" yang artinya tidak ada kemungkinan untuk 
dapat bertahan hidup apabila dilahirkan.
        diprediksikan oleh dokter kandungan saya bahwa baby saya hanya akan 
bertahan 1jam saja.
        bayi saya sangat tersiksa didalam rahim saya karena dia kesempitan ga 
bisa bergerak bebas... hanya kakinya saja yang sering menendang2.
        mendekati bulan ke8 gerakannya makin berkurang.
        saya n suami sudah pergumulan dan konsultasi dengan pendeta gereja kami.
        kemudian diputuskan lah untuk mengikuti anjuran dokter untuk 
diterminasi. saat saya mendengar istilah terminasi ...aduh saya takut... 
walaupun saya tau bahwa Tuhan menginginkan bayi saya untuk menjadi malaikatNya 
di Surga, tapi kan kasian yah diterminasi.
        lalu saya tanyakan maksud dokter saya itu apa? ternyata diterminasi itu 
tidak seburuk yang saya kira sebelumnya.
        saya nantinya akan diinduksi... sehingga bisa melahirkan secara normal.
        Tapi Tuhan berkata lain. Saya terkena pre-eklamsia berat
        tekanan darah saya saat masuk ke rumah sakit 160/100, yang tidak 
memungkinkan untuk diinduksi lagi. karena apabila diinduksi tekanan darah bisa 
naik. apabila saya tetap diinduksi mungkin saat ini saya tidak bisa mengemail 
email ini ke bunda2 sekalian..
        saya akhirnya dicaesar lalu bayi saya hanya bisa bertahan hidup 20 
menit saja.
        bayi saya tidak punya saluran urine (alat kelaminnya ada)
        makanya saya kekurangan air ketuban.
        saya sampai saat ini tidak mengetahui dengan pasti kenapa bayi kami 
bisa mengalami hal tersebut.
        dokter saya mengatakan bahwa kemungkinan karena kualitas sperma n ovum 
tidak ok, atau karena polusi (saya tinggal di daerah tj priok) dan stres, kami 
6 bulan lagi harus mengecek darah secara lengkap untuk persiapan baby 
selanjutnya.
        kata dokter saya seh kemungkinan kecil bahwa anak selanjutnya akan 
seperti itu lagi.
        kalau ada bunda2 yang punya pengalaman serupa atau temannya atau 
saudaranya yang sama seperti saya, boleh kiranya berbagi sharingnya sehingga 
saya bole mendapatkan informasi yang lebih lagi. Thanks.
        Untuk pre-eklamsia juga apabila ada yg punya pengalaman yang sama. 
Thanks yah...

        Regards
         
        YaLing 

  __________________________________________________
  Do You Yahoo!?
  Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
  http://mail.yahoo.com 

   

Kirim email ke