Dear bunda Yaling,
saya turut berduka cita
Saya mengerti tidak mudah menghapus kesedihan kehilangan buah hati tercinta,
karena saya juga pernah mengalaminya.
Tahun lalu, baby saya meninggal di kandungan di usia 36 minggu. Padahal
selama kehamilan tidak ada masalah apa2, tes darah ok, TORCH ok, tensi ok.
Bahkan 3 hari sebelum kejadian, kontrol ke dokter, semua baik-baik saja.
Saya melewati 70 jam induksi (3 macam induksi), sampai akhirnya melahirkan
putra pertama saya yg sudah tiada.
Ternyata baby saya kelewat aktif, shg tali pusarnya membuat simpul yg
membuat aliran makanan terhenti seketika :(
Setahun berlalu, lahir adiknya (saya hamil lagi 3bln kemudian),
Rasa kehilangan dan kerinduan kepada putra pertama saya tidak berlalu begitu
saja.
Namun saya bangga, Allah sangat menyayangi putra saya, dan memanggilnya
segera menjadi salah satu penghuni surga-Nya.


Bersabar ya bunda,
akan ada kebahagiaan setelah kesedihan
Smoga segera dikaruniai putra/putri kedua. Jaga kesehatannya, dan
banyak-banyak berdoa.


salam
bunda Jundi (alm) & N4ur4

-- 
*Go Green*
http://reusablediaper.wordpress.com


Pada tanggal 21/10/08, HANI RISMADANTI <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>     Bunda,
> Saya ikut berduka cita yach atas meninggal babynya . Semua itu Tuhan yang
> mengatur, kita sebagai manusia hanya cuma bisa merencanakan. Yang tabah
> yach, mudah2an segera dapat pengganti yang lebih sehat, yang lebih baik.
> Amin.
> Tapi kita ga boleh putus asa loch, walaupun kata dr bayi berikutnya akan
> sama dengan yang pertama. Kita harus tetap berdo'a, semoga Tuhan tidak akan
> memberikan cobaan diluar batas kemampuan kia.
> Coba hilangkan rasa stress karena pekerjaan, di bawa enjoy aja.
> ambil cuti, nikmati hidup, berusaha dan berdo'a.
> Semoga membantu
>
> MAMA ALYA
> Hani Rismadanti
>
> --- On *Mon, 20/10/08, Ya Ling "ATS" <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
> From: Ya Ling "ATS" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [Ayahbunda-Online] bayiku meninggal
> To: "[email protected]" <[email protected]>
> Date: Monday, 20 October, 2008, 10:55 AM
>
>
> Hai mungkin pada bingung dengan subject dari aku yah...
> pertama2 aku perkenalkan diri dulu kale yah...
> aku Yaling... sejak bayiku meninggal sudah 3 bulan yang lalu
> aku merit tahun lalu, kosong sebulan, bulan Des langsung isi.
> aku tetap kerja waktu itu, padahal kerjaan ku sangat penuh stres...
> pas kehamilan bulan ke-6 aku disarankan oleh dokter kandunganku untuk 4D
> saat itu diketemukan masalah bahwa baby ku ada pembesaran di serambi kanan
> jantungnya.. .
> disekeliling jantungnya ada cairan juga, air ketubanku kurang, placentaku
> menebal, ginjal kanan bayiku tak terbentuk, lambungnya dikelilingi cairan.
> setelah 2 bulan bolak balik ke dokter rujukan (RSCM dr.Bambang Karsono)
> baby saya divonis "dubia ad malam" yang artinya tidak ada kemungkinan untuk
> dapat bertahan hidup apabila dilahirkan.
> diprediksikan oleh dokter kandungan saya bahwa baby saya hanya akan
> bertahan 1jam saja.
> bayi saya sangat tersiksa didalam rahim saya karena dia kesempitan ga bisa
> bergerak bebas... hanya kakinya saja yang sering menendang2.
> mendekati bulan ke8 gerakannya makin berkurang.
> saya n suami sudah pergumulan dan konsultasi dengan pendeta gereja kami.
> kemudian diputuskan lah untuk mengikuti anjuran dokter untuk diterminasi.
> saat saya mendengar istilah terminasi ...aduh saya takut... walaupun saya
> tau bahwa Tuhan menginginkan bayi saya untuk menjadi malaikatNya di Surga,
> tapi kan kasian yah diterminasi.
> lalu saya tanyakan maksud dokter saya itu apa? ternyata diterminasi itu
> tidak seburuk yang saya kira sebelumnya.
> saya nantinya akan diinduksi... sehingga bisa melahirkan secara normal.
> Tapi Tuhan berkata lain. Saya terkena pre-eklamsia berat
> tekanan darah saya saat masuk ke rumah sakit 160/100, yang tidak
> memungkinkan untuk diinduksi lagi. karena apabila diinduksi tekanan darah
> bisa naik. apabila saya tetap diinduksi mungkin saat ini saya tidak bisa
> mengemail email ini ke bunda2 sekalian..
> saya akhirnya dicaesar lalu bayi saya hanya bisa bertahan hidup 20 menit
> saja.
> bayi saya tidak punya saluran urine (alat kelaminnya ada)
> makanya saya kekurangan air ketuban.
> saya sampai saat ini tidak mengetahui dengan pasti kenapa bayi kami bisa
> mengalami hal tersebut.
> dokter saya mengatakan bahwa kemungkinan karena kualitas sperma n ovum
> tidak ok, atau karena polusi (saya tinggal di daerah tj priok) dan stres,
> kami 6 bulan lagi harus mengecek darah secara lengkap untuk persiapan baby
> selanjutnya.
> kata dokter saya seh kemungkinan kecil bahwa anak selanjutnya akan seperti
> itu lagi.
> kalau ada bunda2 yang punya pengalaman serupa atau temannya atau saudaranya
> yang sama seperti saya, boleh kiranya berbagi sharingnya sehingga saya bole
> mendapatkan informasi yang lebih lagi. Thanks.
> Untuk pre-eklamsia juga apabila ada yg punya pengalaman yang sama. Thanks
> yah...
>
> *Regards*
> **
> *YaLing*
>
> ____________ _________ _________ _________ _________ __
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail. yahoo.com
>
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
> 
>

Kirim email ke