Wah...iya..iya bener juga neh untuk masukannya. Ntar dicoba langsung deh, selain itu jadi bantu mengurangi rasa bersalahku kalo abis nge"hukum duduk" azka hihihi
Thanks a lot moms Ata - Bunda Azka --- On Sat, 11/15/08, Dona Kuswoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Dona Kuswoyo <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Ayahbunda-Online] Re : melatih kedisplinan To: [email protected] Date: Saturday, November 15, 2008, 6:37 AM Ini ada jawaban dari temen saya yang lumayan banyak tahu tentang positive discipline mudah2an bisa membantu moms...dicoba aja dulu, siapa tau berhasil. karena menurut pengalaman sendiri, hal ini efektif dalam long term. disiplin yang satu ini ngga percaya sama yang namanya pemberian hukuman adalah jalan terbaik, reward and punishment memang terlihat baik dan bermanfaat, tetapi hanya untuk jangka pendek. kalau untuk jangka panjang, anak harus diberikan pengertian instead of punishment. makanya namanya jadi disiplin yang positif maaf kalau ada yang ngga berkenan, Dona :) --- On Sat, 11/15/08, Heidy Carla <brakgedubrakgubrak@ yahoo.com> wrote: From: Heidy Carla <brakgedubrakgubrak@ yahoo.com> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Melatih kedisplinan To: dona.kuswoyo@ yahoo.com Date: Saturday, November 15, 2008, 5:47 AM menurut gue kalo kasusnya udah kayak gini, penanganannya musti penanganan di tempat, artinya ketika kejadian tsb berlangsung, langsung gendong anak keluar dari kelompok trus bilangin bahwa ketika dia berperilaku seperti itu dia mengganggu teman yg lain dan tidak menghargai sesama. Minta anak untuk bermain seorang diri sampai dia siap beraktivitas dalam kelompok, baru boleh kembali lagi ke dalam kelompok. Kalo dia dikasih time out jauh dari saat kejadian, sulit buat anak untuk memahami letak persis kesalahannya dia. Salah satu cara anak seusia ini untuk mengenal lingkungan memang salah satunya dengan berinteraksi fisik (mengemut, menggigit, menyentuh, menggenggam, dll), tapi hal ini harus diarahkan ke arah yg positif. Tanamkan ke anak eksplorasi yang menghargai orang lain. Kalau dia menggigit, minta anak yg digigit untuk mengekspresikan perasaannya dan minta si anak untuk mengamati ekspresi teman yg disakitinya. Atau cara lain, buatlah anak mengalami sendiri apa yang mungkin dirasakan oleh temannya (tapi dalam konteks mendidik, bukan untuk balas dendam), misal: 1. genggam tangan anak. Minta dia menjelaskan apa yang ia rasakan. Kemudian pererat genggaman tangan anda. Minta dia menjelaskan kembali. Pada akhirnya beri penjelasan bahwa menggenggam boleh saja dilakukan, bahkan perlu untuk menuntun anak menyebrang jalan, tapi genggaman yg terlalu keras juga akan menyakiti. 2. minta anak menggigit donat. Minta ia menjelaskan apa ada yang ia rasakan? Minta anak menggigit tangannya sendiri. Tanyakan apa yang ia rasakan. Minta anak mempererat gigitannya (yang pasti akan ditolaknya karena ia sudah menyadari itu akan terasa sakit). Lalu beri penjelasan bahwa menggigit kita perlukan untuk makan, tapi apakah boleh menggigit orang? dst... History and creativity are great partners. Today's classic is yesterday's innovation. -Charles Landry, director of COMEDIA ------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- There is nothing in a caterpillar that tells you it's going to be a butterfly. -Buckminster Fuller --- On Fri, 11/14/08, Irrisa Pangsumadi <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: Irrisa Pangsumadi <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: [Ayahbunda-Online] Melatih kedisplinan To: Ayahbunda-online@ yahoogroups. com Date: Friday, November 14, 2008, 2:28 AM Assalamualaikum. .. Salam kenal semua nama saya Ata atau bunda Azka, ceritanya baru join milist ini karena tertarik sekali dengan sharing info dan pengalamannya dari para anggotanya yang lain terutama dalam tumbuh kembang anak. Anak saya Azka sekarang umurnya 27 bulan, anaknya aktif sekali, senang bergaul dan daya ekplornya besar sekali apalagi sekarang sudah mulai ikut daycare tambah heboh. Nah masalahnya saking aktifnya azka dia jadi cenderung untuk memukul, dorong-dorong, gigit, rebut mainan dll yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak lain yang seusianyaterlepas dari cuma sekadar iseng atau memang lagi marah pas ngelakuinnya . Solusi dari kami sebagai ortunya biasanya lewat hukum duduk selama 2-3 menit (walau seringnya nangis kalau udah disuruh gitu trus janji ga akan mukul/dorong/ rebut/dll) . Namun kadang jadi kepikiran juga apakah lewat hukuman spt itu efektif untuk melatih kedisiplinan anak??atau ada cara lain??? Mohon sharingnya ya!! karena terus terang lama-lama jadi ga enak hati terutama sama ortunya (mamahnya) dari temen2 azka yang udah dia "kerjain"... (sesudahnya sih dia selalu reaksi untuk minta maaf langsung.... hehe menghibur diri neh). Terima kasih. Wass Ata/Bunda Azka
