Bundanya Azka.. Mirip2 Shaliha nih..hihi.. Kalo teori dari salah seorang Psikolog anak yang pernah aku temui, hal yang dilakukan Azka (dan Shaliha) itu sebenarnya normal.. Karena anak kecil itu sedang dalam proses belajar sebab-akibat, aksi- reaksi, dsb.. Nah tugas kitalah sebagai orang tua untuk memfasilitasi proses ini..
Misalnya gini lho.. Kasus : Anak merebut mainan temannya Reaksi bunda : "Sayank, ga boleh merebut ya" (5 kata) Si anak malah merebut mainan ke dua Reaksi Bunda : "Sayank, bunda kan udah bilang ga boleh merebut" (8 kata) Si anak malah mendorong temannya Reaksi Bunda : "Kan Bunda udah bilang ga boleh, kamu kok gitu sih??" (jadilah 10 kata) Seringnya ini kan ya yang terjadi sama kita? Memperpanjang instruksi, yang diakhiri dengan pemberian hukuman "kecil" sebagai sanksi (sama, aku juga ngasih punishmentnya kusuruh berdiri di pojokan 1-2 menit) Efektifkah? Hmm.. Ternyata, menurut si Psikolog tadi, tidak begitu efektif.. Kenapa? Karena instruksi kita meleber (apa ya kata lain dari meleber?) Padahal, anak2 hanya paham istruksi sederhana, yang dirangkai dengan kata2 sederhana Kalo kita kepanjangan bicaranya (a.k.a ngomel), si anak jadi blur dengan informasi utama yang kita sampaikan Gitu.. Yuk praktekkan yuk.. Mudah2an Azka dan Shali jadi lebih disiplin ya..:) fany - nda shali gampang2 susah..
