Seharusnya sih sekarang udah gak ada yang "begituan" yah..
Kalo gak salah, sekarang sudah ada nomor pengaduan untuk "hal2 yang tidak 
diinginkan", misalnya kalo ada yang minta uang pelicin dan sebagainya..
sepertinya saya sudah pernah dikasih tau nomernya, tapi koq ya lupa...
moms yang lain mungkin sudah ada yang punya.. 

cheers,
eveline (mom rachel n kenjo)
"coba besok saya cari tau lagi ya nomornya berapa.."

--- Pada Kam, 29/1/09, - Yusri - <[email protected]> menulis:
Dari: - Yusri - <[email protected]>
Topik: Re: [Ayahbunda-Online] hati2 modus baru penipuan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 29 Januari, 2009, 4:57 PM


Waduh.....
Itu dia yg gak bisa dijadikan jaminan. Apakah perlu "ongkos pelicin" atau tidak 
utk suatu laporan yg kita buat.
Tapi klu kita ber-positif thinking.... .harusnya sih apapun laporan kita ttg 
tindak kejahatan, akan direspon oleh pihak berwajib.
Paling tidak sebagai bahan referensi utk melakukan penyelidikan suatu tindak 
kejahatan.

Mudah2an.... .

Regards,
YUSRI
email: yusr...@yahoo. co.id
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless deviceFrom:  "Andi Meilisa Damoza" 
Date: Wed, 28 Jan 2009 01:47:58 +0000
To: <Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] hati2 modus baru penipuan
    Mba Yusri,

Kalo laporin penipuan seperti itu ribet ga yah? Harus bayar ngga? Soalnya kata 
temen saya, laporin ke polisi harus bayar kalo ngga ya ngga diproses secara 
serius.
Bener begitu ya mba? Ada yg polisi ngga di milis? Mohon penjelasannya. 

Love,

Lisa
Sent from Lisa's BlackBerry®From:  "- Yusri -" 
Date: Wed, 28 Jan 2009 01:02:19 +0000
To: <Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] hati2 modus baru penipuan

Dear Pak Sam
Ma'af saya bertanya. Apakah bapak sudah melaporkan hal ini pd yg berwajib?
Klu info bapak demikian lengkap, rasanya akan sangat mudah polisi menelusuri 
kasus ini.

Regards,
YUSRI
email: yusr...@yahoo. co.id
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless deviceFrom:  sam bismo 
Date: Tue, 27 Jan 2009 09:46:26 +0700
To: <Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com>
Subject: [Ayahbunda-Online] hati2 modus baru penipuan
Dear All,

 Kejadian 
 ini dialami papa saya.  Hari senin kemarin (5 January), papa saya 
 menemukan satu amplo coklat di jalan (seperti amplop surat biasa) ada 
 tulisannya dokumen penting, dan ada nama perusahaan + nomor telpon dan 
 HP.  Setelah dibuka, ternyata amplop itu berisi surat keterangan 
 kepemilikan tanah, SIUP dan cek senilai 4,7 milyar. 

 Sekilas terlihat surat-surat tersebut asli.  Karena 
 merasa kasihan dengan yang kehilangan surat-surat penting tersebut, 
 papa saya langsung menghubungi no telpon yang ada di amplop surat tsb.  

 Telepon pertama dijawab dengan pengiriman SMS, katanya : Sekiranya 
 penyampaian anda benar, sy atas nm perusahaan ucapklan terima kasih 
 & jg km bersedia memberikan konpensasi uang tunai Rp.120 jt kepada 
 saudara, namun tentunya sy mesti cek dulu kebenarannya Jd harap anda 
 SMS kan No. REG yang tertera di luar amplop No. PDN yang ada pd SIUP 
 utk km sesuaikan. 

 Kemudian papa saya langsung membalas SMSnya yang diminta, yaitu menyebutkan
 no. REG dan NO. PDN. 

 SMS kedua dibalas lagi : Laporan anda tlh sesuai, 
 apabila anda tdk keberata, kam mohon kesediaan anda membawa dokumen itu 
 ke SURABAYA di alamat perusahaan yg tertera pd SIUP. Km akan transfer 
 dulu Rp. 20 juta agar anda ada ongkos jalan ke SURABAYA, sisanya sy 
 serahkan stlh dokumen/cek tsbt sudah sy terima, demi memudahkan semua 
 urusan, silahkan anda SMS kan No. Rekening anda dengan lengkap utk sy 
 stransferkan dulu yg Rp. 20 jt. sekali lg sy ucapkan terima kasih atas 
 kebaikan anda. 

 Ada sedikit kecurigaan yang muncul dari suami saya, 
 (setelah sy ceritakan kejadiannya) , kenapa mesti mengantarkan ke 
 Surabaya ?  Kalau itu dokumen penting perusahaan, kenapa ga dia aja 
 yang datang ke kita.......  Tapi papa saya masih berfikir positif..... 
 ... lalu papa saya mengirim SMS memberitahukan no. rekening mama saya 
 di BCA, karena dengan anggapan BCA banyak yang punya dan lebih mudah. 

 Setelah SMS ketiga ini dikirim, agak lama mendapat 
 balasan dari orang tersebut.  Akhirnya kami dapat balasan SMS, yang 
 berbunyi : Keuangan sebesar Rp. 20.000.000 telah saya stranster, mohon dicek
 dulu dan harap hubungi saya sebentar apabila uang sdh masuk. 

 Kira-kira 15 menit setelah mendapat SMS, Mama saya 
 langsung mengecek ATM, tetapi uang yang dimaksud belum masuk.  
 Kira-kira 15 menit kemudian, papa saya menelpon orang tersebut, dan 
 mengatakan bahwa kami belum terima transferannya.  Orang tersebut 
 menjelaskan (yang menurut papa saya agak berbelit-belit) , kemudian, 
 telponnya diserahkan ke saya, jadi saya yang berbicara dengan orang 
 tersebut.  Orang itu mengatakan bahwa seharusnya ibu langsung telpon 
 dia pada saat masih di ATM.  Saya langsung curiga, hal seperti ini 
 sudah sering saya dengar dan alami, model penipuan yang secara tidak 
 sadar akan menuntun kita untuk mentransfer uang ke orang jahat itu.  
 Tetapi saya pura-pura tidak tahu, dan tetap tenang.  Lalu saya tanya 
 kenapa demikian Pak, bukannya kalau mau transfer, tinggal transfer aja, 
 kalo bank nya sama kan online, pasti langsung diterima.  Orang tersebut 
 bilang, bahwa bank perusahaan mereka bank asing, jadi ada kodek ceknya, 
 dia bilang, kalau ibu di ATM, akan dituntun dan diberitahukan kode 
 ceknya.  Semakin memperkuat kecurigaan saya.  Terus saya bilang, bapak 
 bank nya apa, dia bilang bank asing.  Saya balik tanya, iya bank asing 
 khan ada namanya, namanya apa.  Dia menyebutkan bank perusahaannya ada 
 BCA, Mandiri..... .(dalam hati, saya ketawa, bank asing koq BCA, 
 Mandiri???), saya langsung laudspeaker hp papa saya biar orang dirumah 
 mendengar semua....... .Nada bicara orang tersebut sudah kedengaran gak 
 sabar, mendengar ucapan saya yang saya bilang, ya sudah Pak, kita akan 
 cek lagi aja besok, kalau memang sudah ditransfer pasti sudah masuk.  
 Orang itu ngotot untuk saya ngecek lagi saat itu juga di ATM sambil 
 telpon dia, saya ga mau.  Lalu orang itu bilang "ya sudah kalau ibu 
 tidak mau mengikuti prosedur perusahaan kami!", sambil tutup telpon 
 (lho koq dia yang marah....??) 

 Saya bilang ke papa saya, bahwa ini murni penipuan, 
 tapi model baru... yakni dengan menyebarkan amplop yang isinya surat 
 berharga palsu (seolah-olah surat tersebut terjatuh), dengan harapan 
 ada yang berniat baik menghubungi dia, jadi korban yang ditargetkan 
 mereka random, sukur-sukur bisa di jadikan korban. 

 Saya bersyukur, orang tua saya tidak menjadi 
 korban penipuan model baru ini.  Dan semoga dengan saya sharing seperti ini,
 tidak ada yang menjadi korban mereka. 

 Nama Bapak tersebut : Lum**sono T*i Sardjono (Presiden Direktur) no. HP 0813
 34 940 118 

 Nama perusahaan : PT MI*O GR**A PA**NDO, Jl. Kertajaya Indah Timur 14 C-9,
 Surabaya-Indonesia, telp (031) 3551103. 

 Kalau ada yang mau lihat dokumennya ada foto si bapaknya juga, saya ada,
 nanti saya japri. 

 Mohon maaf, kalau ceritanya kepanjangan.       


 Thank You & Best Regards,
 Sam Bismo Wicaksono

              


      Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3
http://downloads.yahoo.com/id/firefox/

Kirim email ke