Hihihi.... Kayaknya semua alasan yg dikemukakan utk bercerai hy alasan saja. Alasan utama utk bercerai adalah.....dia memang TERPAKSA menikah dgn si suami dan memang TIDAK MENCINTAI sang suami. Jd keadaan si suami hy dijadikan KAMBING HITAM dari suatu keadaan.
Bagaimana seorang manusia bisa menilai tingkat ibadah manusia lain? Apakah si istri juga sudah sempurna tingkat ibadahnya? Bisa saja seseorang manusi shalat 5 wkt dgn rajinnya. Tp jika dia tdk sungguh2 dlm menjalankannya dan tidak krn Allah melakukannya (hy ingin dinilai org sbg manusia yg taat).....maka ibadahnya akan sia2 di mata Allah. Tapi......wlupun si suami hy bisa melakukan shalat 5 wkt tanpa py cukup wkt utk melakukan shalat/ibadah2 sunat.....namun menjalankan ibadahnya itu dgn niat yg bersih dan khusu.....maka ibadahnya akan dinilai tinggi oleh Allah swt. Dan si istri pun jangan lupa......mencari nafkah dgn cara2 yg halal utk menghidupi keluarga dgn ikhlas juga merupakan ibadah yg sangat bernilai tinggi. Jika si suami meninggal saat hendak berangkat bekerja di jalan Allah....maka dia masuk dlm golongan mati syahid. Jadi.....intinya.....klu si istri itu sejak awal memang mencintai sang suami, dan dia menilai ibadah suami kurang (sedangkan yg berhak menilai ibadah setiap manusia hy Allah swt).....seharusnya sang istri berdo'a dan memohon pada Allah swt agar dibukakan pintu hati sang suami agar bisa menjalankan ibadahnya dan menambah kegiatan ibadahnya serta mohon agar Allah mempertebal Iman sang suami. Tapi bukan MENGHAKIMI suami dan meminta cerai. Jika sang istri sdh "mampu" menilai ibadah suami.....seharusnya dia sadar, bhw perceraian juga adalah tindakan halal yg dibenci Allah swt. Sepertinya.....apa yg diinginkan oleh sang istri (minta cerai) bertolak belakang dgn apa yg dia tuntut terhadap suaminya (spy suaminya lebih giat beribadah). Klu alasan si istri bhw sang suami suka marah2 saat diingatkan.......pertanyaannya bagaimana cara dia "menegur" si suami? Klu si istri menegur si suami dgn cara2 yg kasar atau memerintah seperti pada anak kecil.....tentu saja si suami akan marah dan tersinggung. Klu si istri ingin menjadi istri yg sakinah.....maka kewajiban nya adalah berdoa dan memohon pada Allah swt. Dan jangan lupa......istri lah yg akan membawa keluarganya ke surga atau ke neraka. Regards, YUSRI email: [email protected] YM: yusri_smpn1 Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: Alvina Ayu <[email protected]> Date: Thu, 12 Mar 2009 00:06:10 To: <[email protected]> Subject: [Ayahbunda-Online] Ask:[help..ada yang minta cerai..] Dear aybund.. Sebut saja tetanggaku, dia mau minta cerai sama suaminya. gara garanya dia merasa si suami ini ga bisa memenuhi kebutuhan ruhaninya. Setahuku sih sang suami itu rajin sholat, tapi mungkin emang terlalu sibuk kali ya. Ya, aktifitas ibadahnya kurang sekali gitu kata si tetanggaku. Padahal kan peran suami juga jadi pemimpin bagi kehidupan ruhiyah Lha, aku yang ditanyain kaya begitu..bingungnya bukan main. Si Ibu itu udah aku coba nasihati, mbok suaminya dinasihati dulu. Tapi ternyata si suami itu galak. jadi si isteri itu juga ga berani nyuruh-nyuruh.Dan karena ternyata pernikahan mereka itu terpaksa, dan si isteri itu sedari dulu tak mencintainya. Padahal kebutuhan materinya juga tercukupi lho. Lha aku bingung, apa ya semudah itu minta cerai..ga kan ya? Ada ga yang bisa membantuku, buat ngasih ide ke si ibu itu, biar ga cerai..ato cerai aja?hehe..aku jadi bingung sendiri di curhatin begitu..secara, aku masih 20 tahun, nikah juga baru sebentar. Ga punya pengalaman begituan lah.. alvina bundanya oryza
