Mba Yusri ..
Salut nih buat tanggapan positif nya..
Aku jg setuju,bagaimanapun 2 orang berbeda yg sudah terikat tali perkawinan 
sebaiknya menjaga dengan baik ..
Wlaupun ada salah satu diantaranya yang tidak sejalan.. 

Menyatukan memang sulit tapi apa salahnya utk saling menerima & tidak lupa utk 
saling mengingatkan dengan cara yg santun apabila ada yg tidak berkenan ..

Dan,tetap saling menghormati dari sisi yg positif ..

Mdh2an penjelasan lebih dalam dari mba Yusri bs bermanfaat buat tetangga mba 
alvina ya ..

Sayang kan mba .. klo dia cerai tetep aj ga diliput sm infotaiment hehehehe ( 
lg musim siiih)

Regards,

Cia,-mommy keisha


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "- Yusri -" <[email protected]>

Date: Thu, 12 Mar 2009 12:55:01 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Ask:[help..ada yang minta cerai..]



Hihihi....
Kayaknya semua alasan yg dikemukakan utk bercerai hy alasan saja.
Alasan utama utk bercerai adalah.....dia memang TERPAKSA menikah dgn si suami 
dan memang TIDAK MENCINTAI sang suami. Jd keadaan si suami hy dijadikan KAMBING 
HITAM dari suatu keadaan.

Bagaimana seorang manusia bisa menilai tingkat ibadah manusia lain? Apakah si 
istri juga sudah sempurna tingkat ibadahnya?
Bisa saja seseorang manusi shalat 5 wkt dgn rajinnya. Tp jika dia tdk sungguh2 
dlm menjalankannya dan tidak krn Allah melakukannya (hy ingin dinilai org sbg 
manusia yg taat).....maka ibadahnya akan sia2 di mata Allah.
Tapi......wlupun si suami hy bisa melakukan shalat 5 wkt tanpa py cukup wkt utk 
melakukan shalat/ibadah2 sunat.....namun menjalankan ibadahnya itu dgn niat yg 
bersih dan khusu.....maka ibadahnya akan dinilai tinggi oleh Allah swt.
Dan si istri pun jangan lupa......mencari nafkah dgn cara2 yg halal utk 
menghidupi keluarga dgn ikhlas juga merupakan ibadah yg sangat bernilai tinggi. 
Jika si suami meninggal saat hendak berangkat bekerja di jalan Allah....maka 
dia masuk dlm golongan mati syahid.

Jadi.....intinya.....klu si istri itu sejak awal memang mencintai sang suami, 
dan dia menilai ibadah suami kurang (sedangkan yg berhak menilai ibadah setiap 
manusia hy Allah swt).....seharusnya sang istri berdo'a dan memohon pada Allah 
swt agar dibukakan pintu hati sang suami agar bisa menjalankan ibadahnya dan 
menambah kegiatan ibadahnya serta mohon agar Allah mempertebal Iman sang suami.
Tapi bukan MENGHAKIMI suami dan meminta cerai.
Jika sang istri sdh "mampu" menilai ibadah suami.....seharusnya dia sadar, bhw 
perceraian juga adalah tindakan halal yg dibenci Allah swt.

Sepertinya.....apa yg diinginkan oleh sang istri (minta cerai) bertolak 
belakang dgn apa yg dia tuntut terhadap suaminya (spy suaminya lebih giat 
beribadah).

Klu alasan si istri bhw sang suami suka marah2 saat 
diingatkan.......pertanyaannya bagaimana cara dia "menegur" si suami?
Klu si istri menegur si suami dgn cara2 yg kasar atau memerintah seperti pada 
anak kecil.....tentu saja si suami akan marah dan tersinggung.

Klu si istri ingin menjadi istri yg sakinah.....maka kewajiban nya adalah 
berdoa dan memohon pada Allah swt.
Dan jangan lupa......istri lah yg akan membawa keluarganya ke surga atau ke 
neraka.


Regards,
YUSRI
email: [email protected]
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: Alvina Ayu <[email protected]>

Date: Thu, 12 Mar 2009 00:06:10 
To: <[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] Ask:[help..ada yang minta cerai..]


Dear aybund..
Sebut saja tetanggaku, dia mau minta cerai sama suaminya. gara garanya dia 
merasa si suami ini ga bisa memenuhi kebutuhan ruhaninya. Setahuku sih sang 
suami itu rajin sholat, tapi mungkin emang terlalu sibuk kali ya. 
Ya, aktifitas ibadahnya kurang sekali gitu kata si tetanggaku. Padahal kan 
peran suami juga jadi pemimpin bagi kehidupan ruhiyah Lha, aku yang ditanyain 
kaya begitu..bingungnya bukan main.
 
Si Ibu itu udah aku coba nasihati, mbok suaminya dinasihati dulu. Tapi ternyata 
si suami itu galak. jadi si isteri itu juga ga berani nyuruh-nyuruh.Dan karena 
ternyata pernikahan mereka itu terpaksa, dan si isteri itu sedari dulu tak 
mencintainya.
 
Padahal kebutuhan materinya juga tercukupi lho. Lha aku bingung, apa ya semudah 
itu minta cerai..ga kan ya?
 
Ada ga yang bisa membantuku, buat ngasih ide ke si ibu itu, biar ga cerai..ato 
cerai aja?hehe..aku jadi bingung sendiri di curhatin begitu..secara, aku masih 
20 tahun, nikah juga baru sebentar. Ga punya pengalaman begituan lah..
 
 
 
       alvina
bundanya oryza


      

Kirim email ke