Wah... Jadi inget doanya wanita sufi itu ya mba.. Kalo Engkau ridho aku masuk neraka maka masukkanlah aku ke neraka. Kalo Engkau tidak ridho aku masuk surga jgn masukkan aku ke surga. Krn hanya kerihoanMU lah yg kuharapkan.
Aku blm sanggup doa bgitu... Ya tetep aja ngarepnya masuk surga... Hebat bgt mba doa tmn mba itu. Benar2 istri sholehah :) Dian_bundanya cheryl Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "- Yusri -" <[email protected]> Date: Fri, 13 Mar 2009 05:15:25 To: <[email protected]> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Ask:[help..ada yang minta cerai..] Hihihi.... Thx mom....atas kesepakatan pendapatnya........ Tambahan ya..... Saya sangat percaya do'a seorang istri sholehah utk sang suami dan do'a ibu yg bijak utk anak2nya sangat didengar oleh Allah swt dan Insya Allah akan dikabulkan jika tujuannya baik. Hy sekedar berbagi cerita... Ada satu kawan baik saya. Dia org berada (baca ; kaya). Mrk tinggal di daerah permata hijau. Dan mrk hy mempunya 1 org anak laki2 seusia anak pertama saya.... Bagas (saat ini 11thn). Dari sisi harta, mrk tidak kekurangan. Tp mrk mendapat cobaan melalui tingkah laku suaminya yg kurang baik (baca: sangat buruk). Suami nya sama sekali gak pernah ibadah (pdhl dlm KTP di tulis, agama : Islam). Dan yg paling parah....sangat doyan "perempuan". Dari hari ke hari si istri menasihgati. Tp gak pernah mempan. Bahkan tangan suami sampai melayang ke tubuh si istri. Tp si istri tidak pernah minta cerai. Dia berusaha menyadarkan suaminya dgn cara yg paling halus. Pelayanannya pada suami tidak berkurang. Krn nasihat si istri gak pernah didengar.....akhirnya si istri berdo'a pada Allah swt dan memohon sesuatu yg mgkn bagi sebagian besar wanita tidak akan diucapkan. Kawan saya berdo'a dan memohon agar Allah mengambil semua harta yg mereka miliki, jika memang harta itu menyesatkan suaminya. Dengan putus asa, do'a itulah yg terakhir dia panjatkan. Dan benar.....bbrp bulan kemudian, mrk bangkrut. Dgn sisa2 harta yg mereka miliki, mrk skrg hidup didaerah Cisarua. Dan mrk berusaha dari nol sebagai peternak sapi perah. Wlupun kehidupan mrk berubah total, tp si istri ikhlas menjalaninya. Krn keluarga mrk tetap utuh wlupun dgn keterbatasan harta. Tidak ada tanda2 si istri stres dgn keadaan skrg. Semoga para istri bisa mengambil pelajaran dari kisah hidup kawan saya ini. Regards, YUSRI email: [email protected] YM: yusri_smpn1 Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: [email protected] Date: Thu, 12 Mar 2009 16:11:59 To: <[email protected]> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Ask:[help..ada yang minta cerai..] Mba Yusri .. Salut nih buat tanggapan positif nya.. Aku jg setuju,bagaimanapun 2 orang berbeda yg sudah terikat tali perkawinan sebaiknya menjaga dengan baik .. Wlaupun ada salah satu diantaranya yang tidak sejalan.. Menyatukan memang sulit tapi apa salahnya utk saling menerima & tidak lupa utk saling mengingatkan dengan cara yg santun apabila ada yg tidak berkenan .. Dan,tetap saling menghormati dari sisi yg positif .. Mdh2an penjelasan lebih dalam dari mba Yusri bs bermanfaat buat tetangga mba alvina ya .. Sayang kan mba .. klo dia cerai tetep aj ga diliput sm infotaiment hehehehe ( lg musim siiih) Regards, Cia,-mommy keisha Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "- Yusri -" <[email protected]> Date: Thu, 12 Mar 2009 12:55:01 To: <[email protected]> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Ask:[help..ada yang minta cerai..] Hihihi.... Kayaknya semua alasan yg dikemukakan utk bercerai hy alasan saja. Alasan utama utk bercerai adalah.....dia memang TERPAKSA menikah dgn si suami dan memang TIDAK MENCINTAI sang suami. Jd keadaan si suami hy dijadikan KAMBING HITAM dari suatu keadaan. Bagaimana seorang manusia bisa menilai tingkat ibadah manusia lain? Apakah si istri juga sudah sempurna tingkat ibadahnya? Bisa saja seseorang manusi shalat 5 wkt dgn rajinnya. Tp jika dia tdk sungguh2 dlm menjalankannya dan tidak krn Allah melakukannya (hy ingin dinilai org sbg manusia yg taat).....maka ibadahnya akan sia2 di mata Allah. Tapi......wlupun si suami hy bisa melakukan shalat 5 wkt tanpa py cukup wkt utk melakukan shalat/ibadah2 sunat.....namun menjalankan ibadahnya itu dgn niat yg bersih dan khusu.....maka ibadahnya akan dinilai tinggi oleh Allah swt. Dan si istri pun jangan lupa......mencari nafkah dgn cara2 yg halal utk menghidupi keluarga dgn ikhlas juga merupakan ibadah yg sangat bernilai tinggi. Jika si suami meninggal saat hendak berangkat bekerja di jalan Allah....maka dia masuk dlm golongan mati syahid. Jadi.....intinya.....klu si istri itu sejak awal memang mencintai sang suami, dan dia menilai ibadah suami kurang (sedangkan yg berhak menilai ibadah setiap manusia hy Allah swt).....seharusnya sang istri berdo'a dan memohon pada Allah swt agar dibukakan pintu hati sang suami agar bisa menjalankan ibadahnya dan menambah kegiatan ibadahnya serta mohon agar Allah mempertebal Iman sang suami. Tapi bukan MENGHAKIMI suami dan meminta cerai. Jika sang istri sdh "mampu" menilai ibadah suami.....seharusnya dia sadar, bhw perceraian juga adalah tindakan halal yg dibenci Allah swt. Sepertinya.....apa yg diinginkan oleh sang istri (minta cerai) bertolak belakang dgn apa yg dia tuntut terhadap suaminya (spy suaminya lebih giat beribadah). Klu alasan si istri bhw sang suami suka marah2 saat diingatkan.......pertanyaannya bagaimana cara dia "menegur" si suami? Klu si istri menegur si suami dgn cara2 yg kasar atau memerintah seperti pada anak kecil.....tentu saja si suami akan marah dan tersinggung. Klu si istri ingin menjadi istri yg sakinah.....maka kewajiban nya adalah berdoa dan memohon pada Allah swt. Dan jangan lupa......istri lah yg akan membawa keluarganya ke surga atau ke neraka. Regards, YUSRI email: [email protected] YM: yusri_smpn1 Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: Alvina Ayu <[email protected]> Date: Thu, 12 Mar 2009 00:06:10 To: <[email protected]> Subject: [Ayahbunda-Online] Ask:[help..ada yang minta cerai..] Dear aybund.. Sebut saja tetanggaku, dia mau minta cerai sama suaminya. gara garanya dia merasa si suami ini ga bisa memenuhi kebutuhan ruhaninya. Setahuku sih sang suami itu rajin sholat, tapi mungkin emang terlalu sibuk kali ya. Ya, aktifitas ibadahnya kurang sekali gitu kata si tetanggaku. Padahal kan peran suami juga jadi pemimpin bagi kehidupan ruhiyah Lha, aku yang ditanyain kaya begitu..bingungnya bukan main. Si Ibu itu udah aku coba nasihati, mbok suaminya dinasihati dulu. Tapi ternyata si suami itu galak. jadi si isteri itu juga ga berani nyuruh-nyuruh.Dan karena ternyata pernikahan mereka itu terpaksa, dan si isteri itu sedari dulu tak mencintainya. Padahal kebutuhan materinya juga tercukupi lho. Lha aku bingung, apa ya semudah itu minta cerai..ga kan ya? Ada ga yang bisa membantuku, buat ngasih ide ke si ibu itu, biar ga cerai..ato cerai aja?hehe..aku jadi bingung sendiri di curhatin begitu..secara, aku masih 20 tahun, nikah juga baru sebentar. Ga punya pengalaman begituan lah.. alvina bundanya oryza
