Dear Mbak Ita, 

 

 

Thank’s ya sharingnya, jadi semakin banyak referensinya.  Dua hari yang lalu 
saya sempat tanya pada bidan dekat rumah tentang hal ini..

 

Informasi awal yang saya terima sebenarnya memang begitu.  Sunat anak perempuan 
itu pada jaman nabi memang dianjurkan, bukan diwajibkan.  Anjuran itu katanya 
didasari pada karakter wanita arab pada waktu itu yang memang mempunyai 
kelebihan dalam hal nafsu syahwat, sehingga nabi mengatakan sebaiknya disunat 
untuk mengurangi atau usaha mengendalikannya.  Dan pada waktu itu tidaklah 
dipotong, dilukai sedikit saja.  Sebenarnya halini juga ditujukan untuk 
membersihkan kotoran yang ada atau menempel di sana (alat kelamin)

 

Polemik yang terjadi sekarang ini karena adanya perbedaan, dengan apa yang 
telah diajarkan, misalnya yang terjadi di Africa, sampai dipotong klitorisnya.  
Di Indonesia jg bermacam-macam caranya, ada yang cuma ditoreh menggunakan ujung 
pisau, sedikit luka, ada juga yang memang luka sampai butuh 2-3 hari untuk 
sembuh.

 

Pemahaman orang awam kita, karena hal ini merupajan sunat, maka boleh dilakukan 
boleh tidak.  Dan dikarenakan sepertinya di Indonesia tidak pernah ada yang 
mempelajari tata cara sunat pada perempuan, dan dikhawatirkan akan terjadi 
kesalahan maka sebaiknya tidak dilakukan.  Biasanya para dokter atau perawat di 
RS, dan ini kan sudah latah di Indonesia, mereka menjawab “tidak boleh” untuk 
mengindari pertanyaan lebih lanjut dari pasien – orang tua.  Kebanyakan dokter2 
kita susah sekali diajak diskusi.

 

Mungkin itu gambaran singkatnya, terima kasih.  Maaf jika ternyata saya salah 
menyampaikannya.

 

 

Salam

Eni

 

 

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Ita Puspitowati
Sent: 22 Juni 2009 20:27
To: [email protected]
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Sharing sunat anak perempuan

 






Dear all Mother,

Maaf kenalan dulu nama saya Ita, mau sharing aja ya, siapa tau ada manfaatnya 
karena ini cuma pengalaman pribadi.
Memang jaman sekarang ada 2 pendapat mengenai sunat anak perempuan.
Ada yang bilang tidak boleh seperti pendapat Mama Khayra ada juga yang 
berpendapat harus (biasanya era ibu-2 kita jaman dulu).
Waktu saya melahirkan anak kedua tahun 2003, saya tanya kepada salah satu 
perawat, apa bisa sekalian disunat dan ditindik sebelum keluar RS. Dia bilang 
bisa saja bu kalo emang Ibu minta.
Kemudian saya minta tolong perawat tersebut supaya sekalian saja disunat dan 
ditindik.
Tapi sengaja saya dampingi karena saya juga dengar beberapa pendapat yang 
kurang baik mengenai sunat untuk bayi perempuan dan saya sebenarnya agak 
khawatir untuk melakukannya terhadap bayi saya.
Pada saat akan disunat, sambil menuggu perawat mempersiapkan peralatannya saya 
tanya; sebenarnya apa sih yang dilakukan kalo bayi perempuan ingin disunat.
Kemudian dia tunjukkan sambil melakukan sesuatu pada ujung kelamin bayi 
tersebut (maaf saya tidak tau nama istilahnya); hanya disentuh sebentar dan 
pelan serta lembut seolah diusap-usap; kemudian perawat tersebut bilang 
sebenarnya hanya syarat aja kok Bu, tidak ada yang dihilangkan seperti sunat 
anak laki-2 dan sekalian membersihkan kotoran yang menempel dibagian ujung 
kelaminnya.
Karena saya lihat sendiri prosesnya saya jadi tidak khawatir lagi.

Demikian pengalaman saya semoga bisa menjadi masukan.

Salam manis, 

Ita (08158779855)

 <http://www.dbc-network.com/?id=HYDRA> www.dbc-network.com/?id=HYDRA



----- Forwarded Message ----
From: "Eni Widiastuti, Mrs." <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, June 22, 2009 4:27:51 PM
Subject: RE: [Ayahbunda-Online] Sharing sunat anak perempuan

Dear Mama Khayra,

 

 

Thank’s ya sharingnya.  Lg bingung nich, soalnya banyak tetangga yg nglakuin 
itu, sementara anak saya belum, pdhl sdh umur 4 tahun.  Lagi semangat juga nich 
tanya sana-tanya sini.  Tp terima kasih, jawaban ini cukup melegakan...

 

 

Salam

Bunda Litha

 

 

 

From: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com [mailto:Ayahbunda- onl...@yahoogrou 
ps.com] On Behalf Of yoshio...@yahoo. com
Sent: 22 Juni 2009 0:01
To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Sharing sunat anak perempuan

 





Dear mom,
Setauku. Sunnat utk bayi perempuan sudah gak boleh Waktu kelahiran anakku: 
Ayra.... sama utinya (eyang putri) disuruh sunat sekalian dan dokter bilang 
kalo sunat untuk bayi perempuan sekarang dilarang

Ada yang bilang juga sunat bayi perempuan bikin efek kalo sudah menikah susah 
orgas*me ( CMIIW)
Gak tau bnr gak tuch...

Naik angkot sesuai amanat, aku cari suami yang disunat

Mama khayra

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... 
!

  _____  

From: "Eni Widiastuti, Mrs." 
Date: Sun, 21 Jun 2009 09:08:29 +0700
To: <Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com>; <balita-anda@ yahoogroups. com>
Subject: [Ayahbunda-Online] Sharing sunat anak perempuan

Dear smart mother...... ...

 

 

 

Maaf nih, sharing dong tentang sunat perempuan, manfaat dan kegunaannya, 
biasanya dibantu dokter spesialis apa ? Makasih sharingnya

 

 

Wassalam

Bundanya Talitha 

 

 



Kirim email ke