moms sy coba jawab ya.. (dulu kayanya udh pernah kebahas...tapi kayanya balik lagi ke org tua masing2...) tapi baiknya cari info ga hanya di milist, tapi ada referensi dari ahlinya (agama dan medis)
sy coba jelasin dr medis.... (walau saya bukan ahlinya dan perlu referensi lain) kenapa skrg ga boleh, setau sy pas jaman kuliah dulu ya.. itu ada rekomendasi dr WHO atau sejenisnya yg melarang sunat pada perempuan berawal dari adanya adat istiadat beberapa suku di afrika , mereka mengatas namakan agama menyunat klitoris bayi perempuan secara berlebihan..padahal kalo dari hadist kan ga berlebihan, cukup melukai/menggores saja.. Nah karena dilakukan berlebihan, banyak perempuan di suku tersebut yg akhirnya setelah dewasa tidak dapat merasakan kenikmatan sama sekali saat berhubungan. Dan berdasar desakan kaum feminis, mereka menuntut agar tindakan tersebut dihapuskan karena melanggar hak asasi perempuan.. akhirnya WHO pun melarang..(cmiw, coba googling lagi moms) semenjak itu tenaga medis di seluruh dunia mulai meninggalkan tapi menurut saya bukan berarti tidak ada gunanya..ada kok (walo belum diteliti betul) idealnya seharusnya semua wnaita yg semasa bayinya disunat dgn benar (sesuai hadist) diteliti juga bagaimana pengalaman kenikmatan seksualnya selama ini.. sy yakin moms juga yg dulu waktu bayi disunat tidak semuanya merasa tidak mendapat kenikmatan kan? (soalnya sy dulu disunat dan tidak mengalami keluhan dlm kehidupan rumah tangga sy)...maaf kalo jadi terbuka klitoris pada wanita fungsinya hampir sama dengan penis pada laki2.. (berawal dari bagian yg sama saat masih dalam kandungan) sehingga klitoris ini memiliki wilayah yang sensitif terhadap rangsangan bila dipotong berlebihan tentu sj mengakibatkan wanita tersebut sulit terangsang namun bila tidak dilukai, maka gairah wanita tersebut bisa jadi berlebihan seperti laki2.. padahal area otak yang mengurusi fungsi seksual seorang wanita hanya sedikit tidak sebanyak pria...hampir di smeua girus otak laki2 memiliki peran dalam fungsi seksualnya (sdh ada penelitiannya) oleh sebab itu jangan heran bila seorang laki2 bisa saja terangsang sexually hanya melalui audio, visual, kinetik.. misal..(maaf kalo salah) dari bunyi detakan sepatu ber hak tinggi wanita berjalan, atau dari bau parfum seorang wanita, dll bahkan kadang bagi seorang wanita itu sesuatu yg biasa aja, dimata laki2 sudah dapat menyebabkan ia berfikir porno berbeda jauh dgn wanita..yang lebih sulit terstimulasi selain melalui emosi dan sentuhan.(sudah disesuaikan dgn girus otak yg berhubungan dgn fungsi seksual) hmm...tulisan sy tidak memihak boleh atau tidak kembali pada masing2 walau memang dlm hadist tidak diwajibkan ya salam kennia
