Dear moms, hanya ingin nimbrung ttg suka duka punya asisten waktu saya dapet asisten yang terakhir ini, sebut saja Ros terus terang aja saya sama sekali ngga tertarik dari postur tubuhnya, keliatan kaya org ga bs kerja trus waktu saya datangi ke penyalurnya, dia lagi sakit batuk
terus terang saya sudah jatuh cinta sama calon yang saya lihat di daerah kemayoran (saya sendiri tinggal di bekasi), orangnya masih muda, keliatan suka ngobrol, gayanya sopan, deelel. tapi saya blm jadi ambil karna "mahal" dan terus terang aja waktu itu ga siap keluar duit banyak. akhirnya saya menclok ke tebet, dan ketemulah dng Ros. itupun saya ga langsung okein, karna saya bener2 ga sreg jadilah saya dan suami pamit dulu dan rundingan sambil makan siang dan suami saya bilang, justru kalo kualifikasinya oke banget, takutnya akan ada masalah. soalnya yang saya sukai itu anaknya masih remaja, 16 tahun, supel, cantik. dan menurut suami saya, kesempurnaan seperti itu memiliki potensi masalah yang cukup besar. jadilah kami kembali ke penyalur itu, dan kami "ambil" si Ros. dan dua minggu pertama jadi masalah buat kami, karena batuknya ga ada brentinya. dan sebagai org yang ga tegaan, saya bawa ke dokter saya, cukup mahal, apalagi saya insist sang dokter buat rontgen, takut2 TBC. jadi minggu pertama aja saya udah tekor sekitar 300 ribu buat perawatannya. belum termasuk obatnya lo Moms. tapi seiring waktu, saya sadar bahwa dia berusaha melakukan yang terbaik. dia bahkan melakukan hal-hal yagn tidak saya minta. jadi saya pulang kantor sudah nggak pusing dng urusan rumah, karna sebagian besar sudah dikerjakan dengan cepat dan rapi. bahkan saya bisa melihat cintanya kepada Kinan (2 tahun) begitu besar. mungkin ungkapan terima kasih karena sudah saya perlakukan dng baik? saya nggak tahu juga.. bahkan saya lihat dia lebih sayang sama kami ketimbang suaminya sendiri yang kadang2 mencari2 alasan supaya dia pulang. mungkin manusia seperti Ros tidak banyak, tapi pasti ada. cuma memang seperti jodoh, sulit dicari, begitu didapat jangan dilepas, hehe.. Semoga jodoh keluarga kami bisa lama dengannya. Dan semoga setiap Mom yang memerlukan asisten juga bisa menemukan jodohnya. salam Andina, mama Kinan
